Saturday, May 2, 2020

corona Covid19 "Layak Daun Lauk Daun"




 11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret  2020 (design By : Ade Dame)




Respon Memang Sangat Penting
Penulis : Ade Dame Kondel


Ini Keputusan Kepala Negara Republik Indonesia 02 Mei 2020.

Desa Dusun Dukuh Jawaban Kebutuhan dan Kesehatan Kita.

Mahardika Merdesa Pawisik Kitab Kuno Nenek Moyang Kita.

Mersudi Desa Layak Daun - Lauk Daun Program Kita: Mencari Kebersyukuran Desa yang memerdekakan semua ketakutan, kecemasan, kekuatiran dan ketiada harapan, atas ketersediaan pangan, sandang, papan dan asupan perlindungan kesehatan kita sepanjang jaman.

Desa adalah Desa dan Desa adat yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarkat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia.

Dengan adanya hal ini Kepala Negara menyadari betapa pentingnya pedesaan bagi Negara dan Bangsa Republik Indonesia ini.

Sehingga beliau memutuskan untuk meminta Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka lahan baru dimasa krisis perut Indonesia dan Dunia, yang akan melanda berkepanjangan ini.

Program "Layak Daun ~ Lauk Daun" yang terlintas dari pemikiran seorang yang berenerjologi di jaman Jagad Renovasi Total dan Massa Massa Penting Indonesia Mengindonesia Baru 2020 dari Ahli dan Pakar, Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia, yang memiliki nama Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno dan Mbah Openi Bukan Opini, sedang bertekun diri memantau dan mengawasi perkembangan Novel Virus Corona Covid-19 sebagai sebab nyata utama serentak pemberi dampak dan hikmah yang sedemikian banyak dan sangat berhikmah berhikmat di seluruh aspek aspek dan sendi sendi terpenting dan paling esensial dan substansial dalam sejarah kedirian umat manusia di muka bumi ini, yang sedang datang mewarnai dan mewabah di seluruh Dunia.

Alam sedang berbicara kepada Bapak Kepala Negara kita untuk segera bertindak dan berbuat dalam mengantispasi apabila terjadi kekeringan yang melanda Indonesia ~ dunia dan periode datangnya ancaman kelangkaan pangan.

Sehingga perintah itu di Respon sangat baik oleh Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Salah satu lahan yang perlu dibuka, yakni lahan basah atau lahan gambut.

Wabah yang menghampiri seluruh dunia mulai menyentuh ke titik hati dan batin orang nomor satu di negera ini.

Kekawatiran mulai merasuk dan merespon dengan cepat apa yang disampaikan oleh alam kepada Beliau.

Sehingga seluruh jajaran diberikan tugas untuk membuka lahan demi menyelamatkan kebutuhan perut yang pasti berteriak, meronta serta panggilan nyata dalam menyelamatkan bangsa ini dari bahaya kelaparan, dari BENCANA NASIONAL ini.

Salah satu daerah yang telah siap dengan program tersebut adalah Kalimantan yang memiliki luas tanah sekitar 900.000 hektare dan tanah seluas 300.000 hektare sudah siap untuk perencanaan lahan baru.

BUMN yang memiliki hak kuasa atau lahan yang dikuasai oleh BUMN sekitar 200.000 hektare pun dibuat lahan baru untuk antisipasi terjadinya cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.

Program Layak Daun ~ Lauk Daun adalah Program Swamandiri dari Rakyat Negara Republik Indonesia di halaman rumah dan halaman kampungnya sendiri, di laham lahan sekitar alam hidup berkehidupannya sendiri mandiri;

sebuah panggilan dan tawaran solusi nyata, dari gambaran alam mulai membuka pranata tatanan jagad renovasi total dalam suasana dan ruang bersama Ibu Pertiwi yang turut dan sedang bersusah dan bersedih hati, karena manusia sangat menyepelekan kelestarian bumi dan program program selaras dengan kelestarian bumi, dalam bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan yang alami, organik dan natural nurtural adaNya wadahNya.

Oleh karena itu respon yang ditangkap oleh Bapak Kepala Negara RI bahwa bangsa ini membutuhkan PEMAHAMAN dan Pembelajaran Hidup Berkehidupan sebagai Human Capital, Manusia Sehat SeutuhNya bersama dengab alam untuk menjaga Ibu Pertiwi dan seisinya.

Di tengah wabah pandemi Novel Virus Corona Covid-19. Seorang Apoteker yang memiliki nama Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno dan Mbah Openi Bukan Opini, telah terlebih dahulu menyibukkan diri dengan menjaga kelestarian alam untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan yang murni, organik, ekologis, ekonomi, sehat secara komprehensif dan bugar secara holistik dengan apa adanya sesadar sadarNya memutuskan belajar dan berpikir, berucap dan bertindak menjadi seorang petani Apotik hidup Jamu Jamuan Perjamuan Agung Indonesia Mengendonesia sejak 2003 hingga saat sekarang di massa massa krisis dunia atas ketersediaan bahan pangan dan asupan perlindungan kesehatan dan kebugaran sebagai manusia seutuhnya badan, jiwa dan ruh adaNya wadahNya untuk amanah kelestarian alam semesta semesra raya beserta segala makhluk dan ciptaanNya segala seisiNya.

Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno

No comments:

Post a Comment