Energi Dashyat Manusia Sudah Ada Sejak Awal Tercipta, Hanya Saja Telah Terjadi Kebocoran Energi Akibat Kesombongan dan Ketidaktaatan. (Sebuah Elaborasi Fikiran Anak yang Hilang)
Oleh: Escape Boy
Tangerang Kota. Pilar Bela Negara¦ Sabtu, 9 Mei 2020
Mari kita mulai..
Manusia sbg ciptaan termulia yang dibentuk sendiri oleh tanganNya dengan sebuah kesenangan ilahi yang tak tergambarkan dengan kata-kata dan saat terbentuk serupa segambar dengan Dia, langsung dihembuskan rohNya secara muka dengan muka.
Semua energi suci nan dashyat seketika langsung mengalir bersama "hidup" nan mulia yang utuh seutuh-utuhnya kekal.
Proses kehidupan dalam sebuah peradaban manusia yang sering disebut sebagai "Sebuah perjalanan", mencatat bahwa ada kebocoran energi saat kejatuhan dalam kesombongan dan ketidaktaatan. Mengerikan..! Kebocoran energi nan suci dashyat dan kekal itu berpendar kemana-mana. Akibatnya, tiada lagi kesucian, kedashyatan dan kekekalan yang menyatukan dan menyelaraskan manusia dengan Sang Pencipta, telah menjadi pendaran energi bumi yang terbatas waktu, bukan waktu Tuhan tapi waktu kita. Karenanya, manusia perlu upaya keras untuk mendapatkan energiNya kembali. Caranya? Mendekatlah, rendahkanlah diri serendah-rendahnya, sujud dan menyembah kepada Sang Pencipta.
Energi suci nan dashyat yang sudah dan masih tinggal dalam diri manusia, akan menjadi sempurna kembali seperti sediakala.
Bentukan energi bocor yang berpendar di alam kemudian mengejawantah dalam fenomena-fenomena yang terjadi, seperti formasi 5 sisi dari lalat kesasar pagi-pagi.
Sesungguhnya Energi dashyat sudah ada dalam diri manusia sejak awal tercipta. Hanya saja telah terjadi kebocoran energi akibat kesombongan dan ketidaktaatan kecil.
Jadilah manusia hidup dalam energi yang terbatas, malahan makin sedikit energinya karena makin banyak kebocoran terjadi. Tidak mudah memang memegang amanah Tuhan yang sengaja mengijinkan manusia hidup dalam secuil kehendak bebas (free will), untuk menjadi bermanfaat bagi alam semesta ini. Jagalah dan rawatlah energi suci nan dashyat kekal dalam hidup diri mandiri. Sehingga tiada perlu lalat kesasar datang khusus tuk sampaikan pesan, bahwa diri mandiri sesungguhnya penuh energi Tuhan karena memang sudah dekat dengan Tuhan. Seperti Anak yang Hilang yang telah kembali ke pelukan hangat damai nan suci dari Sang Pencipta.
Kira-kira fikiran seorang "anak yang hilang" demikian adanya, tentang energijologi fenomena formasi 5 sisi prisma dari lalat kesasar. Selesai.
Editor : Ade Dame Pilar Bela Negara

No comments:
Post a Comment