Respon Berenerjologi Esensi Substansi Novelita Ade Dame atas Pelajaran Convid 19
RESPON FOKUS ITU MEMANG PENTING
Respon Memang Sangat Penting
Penulis : Ade Dame Kondel
Suaratabanan] 19 April 2020
Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana mewakili hal ini, 5 dari lukisan 11 Maret 2020.
“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”
(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya)
Corona Mengajarkan Banyak HAL
Peradaban sedang dimurnikan, direnovasi dan disempurnakan dari dalam keluar.
Narasi 1:
Angin malam berhembus di tengah kesunyian dalam gelap, terpaku kaku membisu dalam ruang, sayup-sayup terdengar dalam senyap, jiwaku bergejolak terombang-ambing gelombang. Aku tak tahu harus berbuat apa dan melakukan apa. Tergiang jelas begitu kuat seseorang berteriak dalam gendang telinga. Bagaikan bala tentara perang di tengah padang lapang. Haruskah ku biarkan saja atau mendengarkan suara lantang itu. Ku tatap langit dan berharap ada seberkas cahaya yang tertinggal. Sayang. Langit itu pekat, awan gelap berarak menutupi cahaya rembulan dan bintang.
Makna
Wabah Corona mengemparkan seluruh Dunia.
Dimana nyawa sudah tak lagi berharga. Semua berteriak dalam ketakutan, kecurigaan muncul terhadap sesama hingga diajari mencurigai diri sendiri, pasangan hingga anggota keluarga sendiri.
Apakah alam sedang murka ataukah sang Pencipta telah menghukum Dunia atau bukan begitu rencana Alam dan Sang Pencipta, yang tetap percaya dan yakin pada manusiaNya, buktinya masih ada wanita hamil dan melahirkan setiap hari sejak virus corona convid 19 menerjang seluruh dunia.
Suara-suara kematian berbisik lembut di telinga dan terbaca di sudut-sudut berita kabar medsos manapun.
Para penguasa luar dan dalam negeri tak berdaya dan justru sadar tak sadar melumpuhkan daya akal budi sempurna, manusiaNya dengan segala cara, kebijakan peraturan dan perundang undangan yang memaksa dan memastikan warga negara berada di dalam rumah, alias stay at home, bekerja semuanya di dalam rumah. Sadarkah mereka? Berapa banyak manusia yang terbelenggu pada keadaan ini.
Perut membutuh logistik setiap hari, hak hidup hak makan adalah hak dasar semua umat manusia dan ajaran semua agama serta semua kitab kebijaksanaan manusia dan ilahi di seluruh dunia ini.
Perut yang memberontak berteriak lapar.
Seorang bayi yang tak diizinkan meneguk susu sang ibundanya Tak terdengar suara adzan berkumandang. Tak ada lagi pujian yang dinyanyikan. Pecutan penyakit virus corona covid 19 datang merobek paru paru dan jantung kematian.
Keajaiban dipikirkan perlahan-lahan mulai hilang, mujizat dipropagandakan mulai diragukan. Semua sunyi senyap. Malam yang gemerlap tak lagi bersinar terang. Keheningan malam mulai semakin mencekam. Keyakinan dan kepercayaan diri terbang menguap entah kemana. Keselamatan di anggap bakal datang sendiri, diam pasif tanpa usaha, tanpa ikhtiar, tanpa perjuangan, keberakalan di anggap ancaman pribadi dan social. Gedung gedung dan bangunan kerohanian justru semakin terkunci dan tergembok terpalang rapat, pusat pusat akademik dan intelektual membeku dalam benteng ketidak percayaan atas solusi dan jawaban di luar menara gading keilmu pengetahuan yang terpuruk di terpa kebijakan diam bungkam, tutup mulutmu rapat rapat, selamatkan dirimu saja dan keluargamu yang mau, science is the death, ilmu pengetahuan terkebiri dan terbunuh secara akut dan kronis di pusat tri dharma perguruan tinggi manapun dalam dan luar negeri.
Jangan takut. Lakukan dan melangkahlah dengan keyakinanmu yang sejati.
Suara itu makin jelas ku dengar. Tanpa berpikir dengan logika. Aku melangkah. Karena ku tahu inilah saatnya aku memiliki keyakinan dan iman, maka imanku akan menghancurkan logika. Kebodohan atau kepintaran yang akan ada di depan mata. Tak dapat lagi aku berkata-kata. Hanya sekejap mata, ia membawaku keruas sisi gelap. Sudut lorong dengan sombong menantang. Seolah-olah ia berkata “Hai…sedang apa kau disini!” suara lantang itu mengetarkan nurani, meremukan jiwa yang tersakiti. Tapi aku tak perduli bisingan suara yang menghantui. Aku tetap disini untuk menerima kenyataan diri. Karena takdirlah yang membawa aku kemari.
Makna
Perlawanan. Tunduk akan peraturan atau mati kelaparan. Kehangatan cinta kasih sayang telah di bungkam menuju sirna. Pembunuhan karakter telah terjadi, akibat wabah ini. Manusia social kini menjadi hampa, hingga bisa perlu di suruh hara kiri bunuh diri hingga membunuh sesama yang sedang menderita virus corona covid 19 Karena kematian menghampiri badan, jiwa dan ruh dengan lemah lembut, lemah gemulai. Bak hawa surga halusinasi yang terindah. Adakah imun dalam Imanmu? Mengapa kau takuti yang terjadi pada keadaan ini. Bukankah semua yang telah terjadi membentuk keimanan, ketangguhan pribadi dan menghancur leburkan Ego dangkalnu, mentralisirkan semua borok. borok dan manipulasi Agama, pemerataan kebutuhan hak hidup di antara orang Kaya dan Miskin serta memberantaskan keserakahan perekonomian yang tak mampu menahan serangan virus corona covid 19.
Lorong kematian dan lorong ketakutan menghampiri. Kau tak sendiri. Seluruh Dunia mengalami. Jalani semua yang terjadi. Karena di depan sana ada sebuah Kekuatan Misteri Kekuasaan Ilahi yang tak terpecahi mampu memerdekakanmu, membebaskanmu dan selalu mempercayaimu.
Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.
Makna
Ibu Pertiwi memberikan kenyamanan pada tiap insane di muka bumi dan sang pencipta menjamin esensi substansi cinta kasih sayangNya bagi yang tekun mencari dan terus menerus membutuhkanNya.
Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.
Makna
Corona mengajarkan banyak hal. Jika kita mengerti arti dan maknanya.
Temukan Tuhan dalam dirimu, di rumahmu, di alam sekitarmu, di alam semestamu dengan cara menemukan esensi dan substansimu “Stay at Home”
Saat aku berdiam di rumah mereka semua akan datang padamu.
Udara Angin
Matahari Bulan Bintang Api
Air
Tanah
Kayu Tumbuhan Tanaman
Bagaimana cara mengelolanya?!
Bersatu dengan unsur unsur abadi, kekal, langgeng dari alam tersebut dapat membentuk kita pada suatu karakter yang utuh seutuhnya mengutuhkan dari unsur unsur, partikel, enerjologi, gelombang frekuensi swara bunyi dari 5 sumber abadi, kekal, langgeng dari hidup kehidupan yaitu talenta menjadi penerus the divine DNA, manusia ciptaan, utusan, wakilNya serta mitra kerjaNya co creatorNya di muka bumi.
Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno


No comments:
Post a Comment