Mengatasi Kecepatan & Percepatan Adaptasi Mutasi Jero Corona dan Hawa Jero Covid 19.

Respon Memang Sangat Penting
Penulis : Ade Dame Kondel
Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.
“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”
(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)
Mengatasi Kecepatan & Percepatan Adaptasi Mutasi Jero Corona dan Hawa Jero Covid 19.
Narasi 4:
Gelap gulita menutupi tanah hati. Tak ada satupun orang yang dapat meraba ruang hitam menembus nurani. Aku akan tetap bertahan dalam menjalani hidup di ruang gelap ini.
Setitik cahaya tak dapat lagi menyinari. Tapi. Hidup terus berputar bagai roda pedati.
Meskipun dalam kesendirian, aku tak takut menjalani.
Keheningan dalam kamar pun terjadi. Rintik hujan deras, jatuh kepermukaan bumi. Suara detak jantung jam terdengar jelas dan memecahkan kesunyian ruang.
Keputus asaan membuat diri menjadi patah arang.
Dimanakah Tuhan dan tak dengar lagi suara alam. Aku seperti zombie yang berkeliaran, mencari darah yang harus ku hisap untuk bertahan hidup.
Pandanganku telah kosong menatap keluar. Tak ada harapan maupun impian. Semua gelap, yang terdengar hanyalah suara kematian.
Makna
Dalam hidup selalu ada masalah. Masalah adalah goresan cerita untuk kehidupan kita. Permasalahan yang terjadi saat ini, menjadi sebuah perdebatan dan saling menyalahkan satu sama lain. Banyak pertanyaan yang muncul dan gossip-gosip murahan diperbincangkan.
Semua mulai menerka-nerka penyakit yang mewabah keseluruh dunia berasal dari hewan, yakni kelelawar, dan belakangan, dikabarkan juga muncul dari trenggiling.
Ke longor an mulai bermunculan, virus satu ini merupakan buatan manusia.
Berita ini menjadi spekulasi yang menyedot atensi masyarakat global, termasuk di Indonesia.
Pikiran bodohku mulai menerka dan menganalisa melalui akal yang tak sehat.
Tuhan memberikan sebuah ide atau mungkin saja salah satu ilmuwan biologis kesurupan.
Hingga terjadilah Covid-19 ini. Ketakutan, kekhawatiran, kecurigaan, kecemasan dan banyak hal yang bermunculan dalam benak jiwa manusia manusia longor dan dilongorin juga mau dan doyan sekali.
Penjara.
Kita semua terbelenggu dalam situasi sebersalah dan menyalahkan.
Ruang gelap yang terbenteng dengan kesombongan dan mengandalkan kepintaran yang dangkal.
Menenggelamkan kita dari satu kelongoran ke longor an yang lainnya,
oleh keserakahan dan ketakutan.
Tanpa kita sadari semua turut campur tangan Tuhan, untuk mendidik dan memperlihatkan derajat kelongoran manusia yang ingin menguasai alam, menindas alam, menggantikan alam dengan produk sintesis kepintarannya yang dangkal.
Otak bodohku kembali bertanya-tanya mengenai wabah ini.
Covid-19 seperti TBC akut yang dapat menular.
Tahukah kita atau mungkin tanpa kita sadari, didalam tubuh manusia sepenuhnya adalah tersebar secara merata terdiri dari element air.
Virus Covid-19, saat memasuki keseluruh tubuh ia akan menyatu dengan element air tersebut, mempelajari karakter dan pikiran perasaan manusia manusia yang dihinggapi darah dan airnya tersebut, membaca kepintaran yang longor dan kelongoran yang merasa pintar tanpa Alam dan Tuhan semesta alam dan seisinya.
Kecerdasan, kemampuan beradaptasi dan bermutasi dari Virus Covid 19 ya belajar dari air darah air darah yang disusupinya hingga sempurna belajar kepintaran, belajar kecerdasan, belajar kelongoran manusia demi manusia tersebut yang meregang menghembuskan nafas terakhirnya.
Virus Covid 19 itu akan bergerak cepat setepat seiring detak detik denyut pacu jantung yang bersangkutan, yang bakal sungguh sungguh bekerja mempengaruhi kegiatan dari 30 – 40 Trilyun sel sel seluruh tubuhnya, terutama sel-sel darahnya. Sehingga melumpuhkan jaringan yang ada disekujur tubuh. Berhenti, kaku, diam dan tak bekerja semana fungsinya.
Narasi 4 berlanjut :
Mentari hatiku terlihat murung. Tak tampak sinarnya menerangi jiwa. Bias cahayanya tertutup awan mendung. Awan gelap telah membungkus wajahnya. Tak terlihat terang lagi dirinya yang begitu riang. Aku hanya tertunduk sedih merasakan udara dingin dari jiwanya yang telah terhilang. Seburat cahaya mentari menyinari, menyiluakan suasana hati. Kerinduan melanda bumi, merisaukan gelora jiwa, menghantui nurani. Tak dapat ku pungkiri, rasa rindu merasuki kalbu. Akankah semua ini berlalu.
Makna
Kejiwaan akal sehat dan akal waras manusia mulai diuji kebugaran dan daya ketangguhannya, mampukah menghadapi guncangan demi guncangan, tergoyahkankah menemui kelongoran demi kelongoran yang akut dan kronis, kepentingan sosial politik yang menyerang setiap sel sel dan sendi sendi hidup kehidupan, serti daya kerja dan daya serang virus covid 19.
Kekayaan, jabatan, kehormatan tak mampu menghadapi masalah virus Covid 19 ini.
Alam membawa kita pada titik cahaya yang menyinari jagat raya.
Air yang telah hadir sebelum kita ada diciptakan, membawa seluruh makhluk dalam kehidupan yang mengoreskan sebuah cerita dari-Nya.
Prediksi negative mulai berceceran dimana-mana tentang prahara yang bakal cikal cekalnya terjadi di mana saja.
Semua berjaga-jaga dan siap siaga akan ada gejolak social politik dan politik sosial yang melanda, dan mengarah kesuatu sudut ruang prahara tindakan anarkis oleh karena dampak dari pademi Covid-19 yang terus tak jelas dan semakin tidak diperjelas oleh aktor aktor para pemain politik kepentingan dan kepentingan politik di dalam dan di luar negeri, sama sama doyan ber kong kali kong dan pingin menonjol jadi king of the king, quen of the great quen.
Siapkah kita?!!
Perekonomian mana yang digadang gadang paling unggul, ideologi mana yang paling hebat, agama sosial politik mana yang paling terdepan, budaya sosial politik mana yang paling unggul, saat hawa maut datang tak pandang bulu, bulunya siapapun tanpa terkecuali kayak miskin, sipil militer, raja gempel, bergelar dan.tak bergelar, saat maut datang yang melilit kita akan menyentuh liang lahat yang berkaitan dengan aset nyawa human capitak kita, dan energi daya tahan pangan perut kita semua ini.
Keadaan ini membuat seluruh pelosok penjuru negeri dan dunia menjadi kesulitan atas keselamatan nyawa dan kebutuhan perut setiap hari.
Hari demi hari semakin parah, kuatkan semangat biar kita semua tak lemah. Harapan Positip harus ada, Tindakan Positip Harus Tetep Ada, Melakukan Hal Hal yang positip harus selalu ada dan tetap terjaga ada.
Masa-masa sulit ini kita semua tidak mengetahui sampai berhenti kapan.
Jika kita tidak berpikir dengan cepat, barangkali pintu kiamat akan menghampiri kita.
Kebodohan dan Kelongoran mempercepat Takdir.
Kepintaran yang longor dan longor yang sok pintar justru memperparah BENCANA dan mempersempit Ruang Pembelajaran dan Ruang Enerjologi Akal Sehat Kita, Akal Waras Kita yang seharusnya semakin deras cepat kilat melesat hadir bangkit menuju sempurna.
Tapi. Selama kita semua dapat bersatu padu dan bergandeng tangan dalam sinergitas akal sehat, sinkronitas akal waras lintas profesi, lintas agama, lintas budaya, lintas bidang, lintas generasi menuju keobyektivan kepemimpinjan air yang satu dan sama, bumi yang satu dan sama, api yang satu dan sama, tanah yang satu dan sama, udara yang satu tapi sama. semua akan dapat segera teratasi secara perlahan-lahan dan pasti.
Karena sedzatinya sejatinya tak ada air, api, tanah, udara, cahaya yang satu dan sama, tanpa Sang Pencipta yang satu dan Sama.
Tuhan yang satu dan sama inilah yang sering dilupakan dan diabaikan kesedzatian kesejatiannya.
Tuhan yang satu dan sama inilah yang bakal melebur dan merenovasi semua kepentingan politik dan politik kepentingan yang sesungguhnya sumber momok, otak dan sutradara serta pengembala besar di balik aktor aktris maestro sang virus corono covid 19 ini adanya.
Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.
Makna
Lihatlah Ibu Pertiwi yang sedang bersedih, saatnya menuju Ibu Pertiwi yang bersenang hati.
Merah Putih yang berkibar di atas tiang berkorban dibakar teriknya matahari dan bertahan di terpa angin dan hujan.
Waktunya menjadi tiang penjuru Indonesia Mengendonesia Lahir Baru 2020.
Jangan kita biarkan seorang ibu itu menangis karena ulah kebodohan kita sendiri.
Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.
Makna
Ada sebuah gambaran cerita dari seorang tukang cukur rambut. Profesi yang ia kerjakan dalam kesehariannya.
Sebuah kata yang ia ucapkan kepada seorang pelangan. Bahwa dirinya tidak percaya akan adanya Tuhan. Si pelangan cukup terkejut atas ucapan yang dilontarkan oleh si tukang cukur tsb.
Dengan begitu tenangnya ia berkata, jika memang Tuhan ada. Mengapa begitu banyak orang tersakiti…?
Begitu banyak anak yang terlantar dan orang-orang sakit. Tuhan itu tidak ada, kawan. Karena jika Dia ada. Tidak ada penderitaan. Tidak
akan ada kesusahan di Bumi.
Saya tidak bisa mengerti bagaimana bisa kalau ada Tuhan. Dia biarkan semua ini terjadi. Si pelangan terdiam dan tak dapat menjawab apa yang baru saja dikatakan.
Perkataan itu terus tergiang di telinga dan menari-nari gembira dalam otak untuk menjawabnya.
Akhirnya ia keluar dari barber shop dan saat ia berdiri di muka pintu.
Sebuah jawaban itu muncul ketika dirinya menoleh pada seorang pria yang berambut panjang. Ia kembali masuk kedalam Barber shop dengan membawa pria berambut panjang tsb kehadapan si tukang cukur. Dan berkata kepadanya. Apa kamu tahu. Bahwa tidak ada tukang pangkas rambut. Si pemilik Barber shop tersingung atas ucapan pelangannya. Lalu kamu panggil saya apa? Pria yang menjadi langanannya tersenyum atas perkataannya yang membuat kesal pemilik Barber shop. Kembali lagi ia berkata pada si pemilik. Tukang pangkas rambut tidak ada, karena jika mereka ada. Tidak akan ada rambut panjang seperti pria ini. Si tukang cukur semakin kesal. Kekesalannya terulang dan berkata. Tukang pangkas rambut itu ada. Masalahnya dia tidak datang padaku! Tepat. Itulah maksudnya! Tuhan itu ada. Masalahnya mereka tidak mau datang menemui-Nya! Itulah sebabnya kawan. Begitu banyak penderitaan dan kesusahan di Dunia ini. Kunci jawaban dari permasalahan yang terjadi saat ini adalah. Bagaimana caranya kita menemui Sang Ilahi dengan bersatu dari tiap bagian kepercayaan dan keyakinan kita masing-masing.
Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.
Makna
Ia tak terlihat. Tapi ia nyata. Virus Covid-19 melanda seluruh Dunia.
Tapi Ingat Secepat Sekilat dirimu nenemui Tuhan Sang Penciptamu, secepat dan seperti kilat itulah
Sang Saka Merah Putih Indonesia Raya Lahir Baru 2020.
Sang Saka Merah Putih Indonesia berkibarlah Mengendonesia Raya Indonesia Lahir Baru 2020.
Sang Saka Merah Putih Ibu Pertiwi Segera Secepat Kilat Segera Bersenang Hati, Ibu Pertiwi sedang berbunga hati, Ibu Pertiwi sedang bersuka hati, Ibu Pertiwi sedang berbahagia hati.
Respon Memang Sangat Penting.
Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno
No comments:
Post a Comment