Fenomena Nomena Jero Corona Covid-19

Respon Memang Sangat Penting
Penulis : Ade Dame Kondel
Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.
“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”
(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)
Fenomena Nomena Jero Corona Covid-19
Narasi 5:
Bingkai lukisan itu terlihat indah.
Bersandar di dinding yang megah. Tak Nampak seraut wajah. Ada jalan yang melintasi arah. Bulan tersimpan dalam kelam. Goresan luka bercampur dendam.
Lukisan diri terlihat kusam. Matahari sinarnya telah padam. Langit di luar terlihat mendung. Mentari bersembunyi di balik awan gelap yang tergoncang. Enggan dirinya memancarkan bias cahaya untuk ku.
Tunduk ku dalam kegelapan. Tak dapat ku berkata pada dirinya.
Berikanlah setitik cahaya mu untuk diriku.
Daun yang melambai ke kanan dan ke kiri, diiringi pancuran air di tengah taman.
Membawaku ke dalam dunia dimensi waktu yang tak pernah berhenti.
Jiwaku menyendiri saat ini dan senja berbisik mengusik ketenangan hati.
Musik syahdu terdengar lembut menyampaikan sebuah pesan yang tersembunyi.
Makna
Rangkaian peristiwa yang sedang dipantau dunia saat ini.
Akankah datang masa dimana semua makhluk berteriak lapar.
Dan kelaparan dengan ramah tamahnya menghampiri seluruh Dunia saat Jero Corona Covid-19 sedang meraja lela dan mengenggam sangat kuwat dan erat erat kekuasaan Dunia.
Pemeran Utama sang tokoh yang bernama Jero Corona Covid-19 mengentarkan jiwa dan menari-nari riang dibawah alam sadar kita, sehingga memunculkan kekhawatiran bagi seluruh umat di muka Bumi ini.
Kita semua menjadi panic dan kalang kabut perkara pandemic Jero Corona Covid-19 ini.
Dalam hal yang terjadi saat ini, semua Negara dalam keadaan sama. Banyak berita yang memperdebatkan dan merekayasa untuk perang atau bahkan membunuh warga Negara itu sendiri.
Waktu terus berputar mengintari hari, tak terasa bulan telah berlalu.
Ketegangan ini membuat arus dan gerak gejolak aliran emosi jiwa manusia diseluruh dunia terganggu.
Kehidupan seperti dipermainkan oleh makhluk kecil yang tak terlihat, sangat tepat dan cepat beradaptasi serta bermutasi.
Ia seperti mengintai dan mengawasi ke setiap sudut ruang lingkup kepentingan dan sasaran politik kekuasaan yang mendukungnya dan berselancar, sembunyi bekerja menikam dan menghisap anggaran kematian sesamanya sendiri, keluarga dan bangsa mereka sendiri, terpaksa terjebak sadar dan tak sadar.
Musik kematian bergaung di telinga kita melalui ambulance, ruang gerak tarian ia pertontonkan melewati jantung detak detik phikiologis yang tertekan.
Sentuhan kasih telah menjauh, tangan itu tak dapat saling bergenggaman, udara telah tercemar hawa pembunuhan secara halus sistemik, manipulatif, konspiratif dan bau anyir darah haram serta hawa kematian tercium dimana-mana.
Jero Corona Covid 19 dengan wajah sinis skeptis apatisnya dan mata yang tajam seolah-olah ingin mengubur kita dalam-dalam tanpa belas kasihan.
Lanjutan Narasi 05
Lubang hitam membawa kita lebih tinggi.
Nyatanya kita berada di dasar lembah.
Santapan haram berdarah aroma pengkianatan atas nama nikmat berketakutan dan nikmat berkehampaan, nikmat berkenikmatan yang tak mampu memenuhi rasa perasaan ingin dan ingin terus menerus, rasa kehausan kenikmatan dangkal yang sistemik akut kronis, tanpa kesediaan menemukan jati diri, rasa kebersyukuran yang tulus agung dan mendamaikan, sangat jauh sekali pelarian berkenikmatan dangkal, alih alih kebersyukuran yang sejati tak bisa di dapatkan tanpa kesediaan menerima keterlibatan alam. Allah dan para sesama yang berkesyukuran secara sedarhana, pilihan berkenikmatan mencuri rejeki orang lain, merusak alam dan menghancurkan panggilan budi pakarti sedzati sejati, telah membuat kita lupa diri.
Sementara hidangan tak menyenangkan kita tak ingat. Asupan Perlindungan sepanjang massa, Ki Pahit di abaikan keberadaannya yang murni memurnikan. Silau berlian merusak penglihatan.
Di saat saat super kritis dan mega kritis itu, sekelebat Cahaya mutiara memperbaiki mata.
Keberuntungan yang aneh dan unik antik, menik menik serta manik manik.
Ternyata diriku baru bangun dari pingsan yang berputar putar, sesudah air degan hijau itu mengguyur bibir dan membasah mulut dan tenggorokanku
Anugerah dan Hidayah Mata Makripat itu, datang dalam cahaya enerjologiNya.
3 buah pisang emas menggenapi keajaiban dan kelegaan di mulut tenggorokanku, sungguh sungguh tersadarlah diriku dari pingsan sekelebat di gigit serangga ulat bromo yang sungguh sungguh mematikan itu.
Ternyata klop kelopo kelapa adegan hijau ijo dan pisang emas, lapisan gesang, lapisan gesang hidup bercahaya keemasan itoe itoe.
Membawaku untuk melanjutkan tugas hidupku lebih bercahaya keimunan dan keimanan padaNya.
Biarkan diriku tetap memberikan terang buat semua orang.
Bersinar di pagi hari, bercahaya di malam hari.
Makna
Apakah dengan menjaga kebersihan, jaga jarak, cuci tangan dapat menundukkan sang tokoh?!!
Iya. Tapi, itu hanya sebagai pencegahan saja supaya dirinya tidak menjalar dan berkuasa atas Bumi.
Para ahli ilmuwan seluruh dunia harus bersatu mencari jalan keluar dengan cara menemukan vaksin sehingga dapat melumpuhkan Jero Corona Covid-19.
Supaya makhluk yang tak terlihat tersebut benar-benar tak berdaya dan tak mampu lagi berkeliaran dengan bebasnya.
Tugasnya segera selesai sempurna.
Segala daya upaya haruslah dilakukan. Kini saatnya kita tidak harus memikirkan keuntungan maupun harta ataupun kerugian sesaat alih alih apa yang lebih berharga dari segalanya, di bandingkan HARGA JIWA NYAWA ASLI kita.
Fokus pada tujuan yang terjadi menghampiri kita semua dan bersama-sama melalui ruang waktu dengan kondisi saat ini.
Kita bukan sedang berperang dengan tentara manusia atau Negara lain.
Selama peperangan berlangsung, kita tidaklah harus menuntut kebebasan, berteriak lapar, mengeluh kerugian.
Perang yang sedang kita hadapi, bukanlah peperangan genjatan sejata dan peluru, peperangan tanpa medan tempur, peperangan yang tanpa batas.
Makhluk kecil yang tak terlihat ini tidak memiliki belas kasihan.
Dirinya tidak memandang orang kaya, miskin, pejabat, gembel, politikus, ilmuwan, ahli kesehatan atau apapun itu. Ia memangsa siapa saja yang ada dihadapannya.
Kotor. Bumi ini telah kotor oleh keserakahan, kesombongan, kejayaan dan keras hati, hingga kita melupakan Tuhan yang berkuasa atas Bumi dan seluruh makhluk yang Dia ciptakan.
Tuhan tidak lagi menurunkan hujan dan seluruh Bumi terendam Air Bah untuk membersihkan setiap Negeri maupun Bangsa Manusia.
Manusia itu sendiri yang menghancurkan, dengan egoisme yang tercipta dan yang terbentuk didalam dirinyalah telah menjadikan bala tentara perang makhluk virus senjata biologis jero corona covid 19, yang sangat mematikan serta mengerikan ini.
Apakah para pembesar negeri ini terlalu sibuk atau menyibukkan diri dengan membahas Undang-undang.
Mungkin saja mereka tidak melihat atau pura-pura tak melihat pademic Jero Corona Covid-19 yang melanda Bumi. Atawa justru aji mumpung dan berselancar kelihaian kemunafikan kejahatan sistemiknya di atas penderitaan sesama dan rakyatnya.
Apakah kita tidak mencoba berdamai pada diri sendiri dan merendahkan hati, bersujud serta tersungkur pada alam dan Tuhan, memohon belas kasihan-Nya, meminta petunjuk dan jawabannya, memurnikan dan menyucikan diri dari karma karma jahat dan kotoran residu kehidupan, lebih lebih tak mau ikut ikutan mazab hipocratesan seluruh sistem kesehatan dan pengobatan Modern Konvensional, yang mengharapkan serta menyangkal keterlibatan Sang Pencipta.Tuhan seru sekalian alam dalam proses pengobatan sakit penyakit manusia di seluruh dunia bumi kita ini.
Waham dan Mazab yang sudah waktunya berakhir dan berhenti di medan perang jero corona covid 19 ini.
Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.
Makna
Ibu Pertiwi yang sedang hancur hati membutuhkan kelembutan cinta kasih dan kepedulian kita terhadap tanah air. Ibu Pertiwi menunggu kita untuk bersatu tanpa memandang ras, suku budaya maupun agama atau harta yang kita punya.
Kekayaan Ibu Pertiwi di tanah air dimana kita tinggal saat ini begitu melimpah.
Ibu Pertiwi hanya mengharapkan kerendahan hati kita untuk dirinya tidak dilupakan dan melupakannya.
Kita harus bersyukur dan berterima kasih pada Ibu Pertiwi yang masih setia mengasihi kita dengan menjaga alam yang hidup di Negeri ini.
Sehingga dari Ibu Pertiwi sedang bersusah hati menjadi Ibu Pertiwi sedang bersenang hati, karena putra putrinya bersedia berbakti kembali dan menjaga kekayaan sedzati sejati Ibu Pertiwi
Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.
Makna
Ada sebuah gambaran cerita nyata dari seorang ibu yang membutuhkan pertolongan.
Kira-kira sekitar pkl 08:00 ketika anaknya yang menderita asma mengalami komplikasi.
Anak itu harus dilarikan ke rumah sakit terdekat yang berjarak sekitar 1 km jauhnya jika tidak maka akan berakibat fatal..dia memanggil seorang tetangga yang memiliki mobil tapi tetangga mengatakan mobilnya tidak memiliki bahan bakar…dia menelepon pendetanya tetapi pendetanya mengatakan sedang menerima kunjungan pendeta dari Amerika dan tidak bisa meninggalkan mereka sendirian.
Akhirnya dia memutuskan untuk membawa sendiri anaknya ke rumah sakit; dia tidak bisa membayangkan kehilangan anak satu-satunya untuk penyakit yang sama yang telah membunuh suaminya beberapa tahun sebelumnya…dia memiliki masalah dengan kakinya dan tidak bisa bergerak cukup cepat dan anak itu juga terlalu berat baginya untuk bergerak lebih cepat.
Ditengah perjalanan ia bertemu orang-orang yang bergegas pulang dari kerjaan mereka namun mereka hanya menatapnya saja. Dia coba memohon pertolongan dari mereka, tetapi mereka hanya mengacuhkannya. Dia juga mencoba untuk menghentikan kendaraan yang lewat tapi tidak ada satupun yg meresponinya. Dia jatuh berkali-kali tapi dia terus berusaha bergerak.
Kemudian seorang pria yang kurang waras yang selalu berkeliaran disekitar situ dan berpakaian tidak karuan menatap kearahnya.
Pria itu berlari ke arahnya dan mengambil anak itu darinya.
Ibu itu tidak sanggup berbicara tetapi hanya menunjuk ke arah rumah sakit. Pria yang pakaiannya tidak karuan itu dan agak gila bisa memahami dengan baik apa yang ia maksud karena ia melihat anak yang sedang sekarat dan berjuang untuk bernapas.
Ditempatkannya anak itu di bahunya dan berkata kepada wanita itu “semua akan baik” sambil berlari menuju rumah sakit.
Para dokter ketika melihat orang yang tidak waras itu…. tahu bahwa ada yang salah, mereka datang mendapatkan anak itu dengan segera.
Sepuluh menit kemudian ibu tiba dan dokter menyampaikan kabar “jika anaknya terlambat lima menit saja dibawa, dia akan mati”.
TUHAN tidak harus memakai* hamba Tuhan, pendeta, keluarga, politisi & orang-orang kaya dengan mobil untuk menyelamatkan atau memberkati kita.
Tidak peduli apa yang mungkin datang dihadapanmu, tidak peduli apa yang sedang anda lalui saat ini, hidup Anda ada di dalam tangan Tuhan & Dia memiliki rancangan yang baik untuk kita semua.
Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.
Makna
Tangan yang tak terlihat itu sedang bekerja dengan lembut menyentuh hati kita melalui wabah Jero Corona Covid-19 yang terjadi saat ini. Supaya kita dapat belajar dan mengerti makna atas Peristiwa yang melanda Dunia.
Respon Memang Sangat Penting
Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno
No comments:
Post a Comment