Wednesday, February 17, 2021

Jagat Renovasi Lahir Baru

 

Jagat Renovasi Lahir Baru

11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)

Respon Memang Sangat Penting

Penulis : Ade Dame Kondel

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

Jagat Renovasi Lahir Baru

Narasi 07:

Bermimpi indah dalam kegelapan, bunga-bunga bernyanyi di   kerinduan. Angin menyapu kenangan bersama wajah yang terlupakan. Bertahan dalam penderitaan, goresan luka menjadikan sebuah kisah. Merajut asa menjalin cinta, terbungkam kata menyimpan rahasia. Mata nakal dan senyum genitmu. Tawamu yang menghibur jiwaku, serta rambutmu yang terurai bergelombang seperti air laut. Rasa kehadiranNya dalam nafas wangimu. Takkan pernah kulupa. Selama aku masih hidup. Iya, itu akan selalu mengisi ingatanku.

Tanganmu yang begitu lembut, telah menghempaskan keangkuhanku.

Bayanganmu yang selalu mendampingi perjalananku selama ini.

Wajahmu yang teduh mengajarkanku untuk tetap memandang kedepan.

Gerak gerikmu bertebaran di manapun tampak mata memandang, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Aku akan terus mencintaimu, selama aku masih hidup.

Perasaan cinta yang tumbuh di rasa rasa dan ruang kedalaman hatiku, menari di tengah hujan.

Bunga-bunga cinta akan bermekaran. Jika kamu menyiraminya dengan kasih sayang.

Percayalah…ia pasti tumbuh subur, saat dirimu memberikan perhatian.

Makna

Tak pernah kita membayangkan bahwa tahun ini adalah tahun penampian dan ujian bagi seluruh umat di muka bumi.

Kita yang terlalu larut akan ambisi dan hasrat keinginan yang tersirat dalam diri membawa kita lupa akan diri-Nya.

Uang, Kekayaan, Jabatan, Kesombongan, Kepintaran dll yang menyelimuti kita sepanjang hidup.

Oleh Jero Corona Covid-19 seperti

pewahyuan yang hadir menghardik semua yang kita raih dan miliki, bahkan orang yang kita sayangi.

Makhluk-makhluk halus yang tak nampak oleh mata telah meracuni kejiwaan kita.

Jero Coroma Covid-19 adalah alat penampi bagi seluruh umat di muka bumi.

Saat wabah ini melanda ditiap bagian sudut ruang bumi.

Sadar atau tidak sadar bahwa alam dan Tuhan sedang menyeleksi ketaatan mengenai imun didalam Iman kita.

Memilih dan memilah kita, sejauh mana mengenal relasi yang utuh antara badan, jiwa dan ruhnya.

Antara Bumi Tanah Air, Tanaman Sumber Pangan dan Sumber Nafas dan Perekam Menyaring Air Kehidupan Terbaik, serta Kualitas Ruh Allah melayang layang di permukaan air.

Masihkah kita memohon belas kasih-Nya ataukah kita bertahan dengan kesombongan, kekayaan, jabatan, kepintaran dll?!! 

Rahasia Ialhi menyampaikan pesan yang tersembunyi dibalik peristiwa ini.

Lihat. Kita bisa melihatnya dengan hati nurani yang berkata. Bahwa tokoh utama dunia, ia sedang menari-nari dan senyum genitnya menghantui pikiran. Seperti bidadari yang meyibakkan rambut panjang dan dibiarkan terurai menghampiri makhluk ciptaan-Nya. Tangan lembut itu telah diam-diam membelai kita dengan hukuman kematian.

Jero Corona Covid19 tertawa lepas dan bahagia melihat penderitaan yang ia sebabkan.

Membiarkan tangisan kematian menjadi tradisi baru sangat mencekam dimana mana, warna tangisan terdengar keras disudut lorong bumi.

Makhluk-makhluk kecil yang tak terlihat itu sedang bersembunyi dan menjalar bergerak cepat membuat sesak pernafasan dan menghentikan jantung yang berdetak.

Saat ia berdiam dan tinggal di rongga tubuh seperti sedang mengikat sesuatu dalam sel saluran darah.

Mahluk kecil ini sedang mencari rumah Coronanya, pangan.Coronanya yang asli, tempat tinggal yang asli asri, yaitu Bunga dan Taman Bunga yang asli, bukan Bunga Plastik dan Bunga Elektrik apalagi Bunga Bank.

Tapi tak kunjung di sediakan bangsa manusia sebumi ini, kecuali di beberapa tempat dan lokasi yang mulai mekar tumbuh mekar berseri.

Hukuman atas dosa dosa ekologis sebumi ini.

Makhluk itu bersemayam dan menyisakan kenangan buruk bagi kita semua.

Kesombongan yang ada pada kita dalam sekejap mata dihancurkan.

Kesombongan para peneliti yang anti bekerjasama dengan alam.

Kesombongan para peneliti di bawah para bankir bankir dunia dan penguasa dunia, yang pingin membuat pangan sintesis, tanaman sintesis, obat sintesis

Peradaban Anti Alam dan Anti Tanaman Murni 100% sedang tumbang dan roboh, rapuh dan ringkih.

Para pembesar seluruh negeri dan para ahli tokoh agama maupun orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi tak bersuara lagi.

Mereka semua telah tergoncang dengan keadaan dan terkalahkan serta dilumpuhkan oleh makhluk kecil yang ganas mematikan.

Mereka yang menganggap tanggung jawan oksigenasi dan ozonisasi hanya urusan alam dan para petani yang nasibnya mereka pastikan sederajat buruh dan kuli tanah doang.

Cinta sang Ilahi yang akan menyelamatkan dan memulihkan keadaan ini, bagi yang segera tersadar semua keindahan tak bisa tanpa tanaman murni 100%

Semua kecantikan, keanggunan, ketampanan, kesehatan dan kebugaran takkan ada tanpa Tanaman Murni 100% Asli.

Oksigenasi dan Ozonisasi takkan ada Tanpa Tanaman Murni 100% Asli memberi bunga, buah dan biji Asli.

Tak ada makanan minuman bagi seluruh makhluk dan nafas bagi seluruh makhluk di muka bumi dan semesta raya ini, tanpa Tanaman Murni 100%.

Bahwa benar adanya terjadi renovasi diri dan alam semesta untuk kita menyadari semua yang terjadi adalah bagian dari cerita hidup yang sudah dituliskan oleh-Nya untuk kita semua.

Peradaban Oksigenasi dan Ozonisasi sesungguhnya Bersama Tumbuh Kembangnya Tanaman Murni di Dunia di awali dari Tanah Amanah Sang Pencipta di Bentangan Kawasan Wilayah Bioregion Indonesia Raya.

Lanjutan Narasi 07

Begitu lelah waktu yang menghantui, berkejar-kejaran dalam remang angan dan berkelana mengajak diriku mengembara kealam bawah sadar.

Tak berapa lama mata ini mulai terpejam, menghanyutkanku di getaran senja dan mulai mengusik raga yang hampir pudar dibawa masa.

Aku yang terlena dimanjakan buaian kabut malam.

Menikmati sang rembulan yang menghampiri bersama sang mentari.

Ku kibarkan senyum menemani pagiku dengan sejuta mimpi.

Karena hidup kita bagaikan serangkaian cerita hantu, yang selalu menghantui setiap saat.

Cerita tentang yang kita cintai dan kepergiannya mengikuti dalam tiap langkah yang menyertai.

Seperti udara dan keluar masuknya nafas di hidung dan seluruh udara pada darah daging syaraf, pembuluh, kulit, tulang dan rambut kita.

Makna

Keputus asaan menghasut dan menjerumuskan kita kedalam jurang maut, sehingga mengambil suatu tindakan bodoh.

Longorjologi dan longorisasi bergenerasi di mana mana.

Bahkan mampu mengorbankan diri sendiri serta keluarga untuk mati bunuh diri.

Dengan mengambil tindakan dan menghindar dari arena percaturan Jero Corona Covid19 yang menjadi peran utama dalam panggung dunia.

Ketika kebebasan dilepas ke ruang-ruang yang tersedia, betapa meraja lelanya si Jero Corona Covid 19 dan membuat badan seperti tertimpa batu besar.

Dimuntahkan oleh gunung merapi dengan lava panasnya.

Kerongkongan terendam bara api yang membakar jiwa.

Jika kebebasan terpasung. Maka tak ada lagi pergerakan yang terjadi dipelosok negeri.

Henti. Diam dan merenung diri akan tragedy yang terjadi saat ini.

Jero Corona Covid19 telah menuliskan sebuah cerita buruk dan baik untuk umat ciptaan Nya.

Apakah wabah ini merupakan seleksi alam atas manusia yang memiliki hati licik dan kerdil mental.

Mengaku beragama, padahal tidak pernah dirinya menyadari dan menaati perintah agama itu sendiri.

Mengaku percaya akan Tuhan, tapi menabur kebencian antar sesama umat Nya.

Beragama tanpa tandur tanam tanaman di bumi seperti iman mati tanpa perbuatan, seperti WHO dan Kedokteran Umum Konvensional ala Bapak Kesehatan Dunia, Mr. HIPOCRATES yang tidak mengakui keterlibatan Tuhan dalam setiap pengobatan kedokteran konvensional sedunia.

Seperti Mr. HIPOCRATES yang memilih antibiotika dan kemoterapi kimia yang justru membunuh dan mematikan dzat imun iman iman imun kita.

Seperti semua rekayasa Genetik Modify Organism dunia yang membunuh gen gen lokal yang sangat beragam, demi Kapitalisasi Rasa dan Keseragaman Rasa Pangan sedunia, tapi tumpul dan mandul berselaras dengan alam, sesama dan bersahabat dengan semua makhluk ciptaanNya, yang punya maksud tujuan tugas dari Sang Pencipta semuanya.

Sementara Tuhan itu sendiri memberi seribu warna pada dunia dan tidak membeda-bedakan umat Nya.

Kemegahan dunia telah membawa kita kealam mimpi yang indah dan menghanyutkan alam bawah sadar dalam kehancuran.

Bias senyum dan tawa canda telah habis dilalap habis oleh Jero Corona Covid19 menjadi tarian kematian dan dansa duka menyelimuti raga.

Perut bagaikan terikat oleh tali kekang yang memberontak perih pedih yang kita semua alami.

Terekam jelas dalam ingatan kita tentang wabah yang menjadi cacatan sejarah dunia.

Ketakutan dan kekhawatiran mengejar-ngejar kita seperti hantu yang merasuk ke dalam kalbu.

Kita tidak menyadari bahwa alam sudah mempersiapkan ini semua sejak dini. 

Peradaban yang ditumbangkan oleh Jero Corona Covid 19

Apa Peradaban Baru yang mampu mengkandangkan Jero Corona Covid 19 ke Kantung Kantong Bunga Taman Bunga sebumi raya.

Taman Bunga dan Taman Taman Surga di Bumi yang menjadi tempat singgah para bidadari dari kahyangan dan rumah terindah bagi parasit, bakteri dan virus manapun.

Peradaban Baru yang menjamin kesehatan oksigenasi dan kebugaran ozonisasi atmosfir bumi.

Peradaban yang membuat semua agama dan kepercayaan menemukan esensi dan substansi enerjologi dan respon kecerdasan akal budi dharma, akal budi luhur, akal budi pekerti seluruh umat manusia, atas kejelasan kualitas dan kuantitas tanaman murni 100% di seluruh dunia, khususnya di bentangan Kawasan Wilayah Bioregion Katulistiwa Indonesia for the world 2020.

Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna

Rahim seorang ibu dipilih oleh Nya sebagai tempat bagi keturunan yang paling mulia untuk memenuhi dan merawat bumi.

Saat ini kita berada di dalam Rahim Ibu Pertiwi Indonesia tercinta. Akankah kita biarkan Ibu Pertiwi itu bersedih dan menangis.

Ibu Pertiwi yang lembut dan penuh kasih telah menyediakan penangkal luka yang kita alami.

Tanah amanah agung Sang Pencipta adalah sumber bidang garap peradaban baru itu untuk makanan, tempat tinggal dan sumber ekspresi dharma kebaikan bagi semua mahluk hidupNya di bumi dan semesta raya ini.

Ibu Bumi Pertiwi sedang memilah memilih dan memintal manusia seutuhNya tersebut adaNya.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.

Makna

Kenali dirimu, berdamailah dengan diri sendiri dan temukan Tuhan dalam dirimu.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Makna

Hidup adalah kebebasan Lepaskan segala beban Serahkan masalahmu kepada Tuhan selaraslah dengan maksud tujuan alam semesta diciptakanNya, terutama rimba rimbun tanaman murni seluruh bumi, khususnya di wilayah katulistiwa kita ini.

Nikmati hidup yang terus berjalan Karena masa depan ada di tangan 

Berjalanlah bersama Tuhan dan pengenalan nafas hidupmu, sumber nafas hidup mu para tanaman sebumi dan sumber pangan sehat sempurnamu, beserta segala makhluk ciptaanNya lainnya.

Maka penderitaanmu akan lebih ringan hingga terbebaskanNya.

Raihlah mimpi yang kau inginkan Panjatkan doamu pada Tuhan beserta semua tanaman di bumi ini.

Maka Dia akan memberikan kebebasan dan kemerdekaan beroksigenasi, jaminan pangan sebumi, dan perlindungan ozonisasi terbaik sejagad raya ini.

Respon Memang Sangat Penting

Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno

No comments:

Post a Comment