Sunday, February 28, 2021

"Covid Cinta"


 

Enerjologi Tuhan Dalam Jagat Renovasi “Covid Cinta”

11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)

Respon Memang Sangat Penting

Penulis : Ade Dame Kondel

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

Enerjologi Tuhan Dalam Jagat Renovasi “Covid Cinta”

Narasi 08:

Kamu tahu ngak, kenapa ada Covid…?!!

Supaya hatiku ke lockdown di hatimu.

Semilir angin menyapa wajahku dengan kelembutannya. Semakin malam kian terasa larut dan dingin, aku terbuai dalam gejolak lautan asmara.

Terombang ambing oleh gelombang cinta yang menyeretku ke dalam lembah kehancuran. Badai itu datang sangat mengerikan hingga menenggelamkan jiwa. Kegelapan perlahan-lahan menghampiri, mencoba menghasut hasrat untuk mencintai. Cinta, Kasih dan Sayang terlebur satu membentuk ambisi ingin memiliki sesuatu yang belum pasti.

Makna

Cinta yang hampir terlupakan oleh wabah yang melanda dan menjadi sebuah boomerang bagi diri. Perubahan segenap terjadi dalam sekejap, sehingga merubah keadaan jadi sunyi.

Gelak tawa yang tersirat dari wajah-wajah riang tak lagi terlihat oleh mata. Redup, lemah dan tak berdaya. Muka pucat berselubung dibalik rias wajah dan tertutup masker rapat-rapat. Makhluk kecil yang halus menjadi sorotan mata dunia.

Dirinya berperan begitu kokoh, ia mampu menguasai serta melumpuhkan segala panggung drama ditiap aspek yang ada. Kembali kita melihat sistem  cara kerjanya Tuhan. Sepenuh-penuhnya melampaui semua yang penuh, sedetail-detailnya melampaui semua yang detail.

Hadirnya wabah Corona Covid 19 membumi hanguskan dan menolkan keegoisan, kesombongan, kekuatan, kekuasaan. Sifat dasar itu  dalam sekejap saja diratakan.

Penderitaan itu hadir dan menyakitkan bahkan menghantui pikiran yang menekan hati nurani. Saat kita menyadari sesungguhnya pemikiran manusia itu terbatas. Oleh karena itu terjadilah keraguan dalam diri dan tanpa disadari bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini sudah ada jalan ceritanya. Sifat paling dasar yang menyertai kehidupan adalah manusia itu berpikir dengan caranya sendiri dan tanpa mengandalkan apa yang sedang Tuhan perbuat dalam diri. Maka manusia itu sendiri terus berputar-putar dengan pola pikir yang salah, sehingga ia tidak menemukan jalan keluar dari persoalan yang ada. Dunia terasa gelap, mati, kosong dan hampa. Maka yang timbul dari lubuk jiwa sebuah ketakutan, emosi, kekhawatiran serta ketegangan hinggap mengguncangkan kejiwaan diri. Harapan yang tak terlihat itu menjadikan kita menjauh dari Sang Pencipta. 

Mencintai, Menyayangi dan mengasihi seseorang itu benar-benar mendebarkan, sehingga membuat jantung hampir saja terhenti. Seperti wabah Covid19 yang melanda dunia, ia begitu mendebarkan dan dalam sekejap merasuk ke jantung dan menghentikan semua peredaran darah dalam tubuh. Corona adalah sebuah makhluk yang mengerikan. Tapi saat Corona telah pergi, ia akan kita rindukan. Sebab cuman Makhluk Ganas itu yang membuat seseorang terasa jauh jadi lebih dekat. Seseorang yang dekat menjadi terasa jauh.

Lanjutan Narasi 08

Setiap cinta punya waktu. Waktu bukanlah milik kita. Tapi bukanlah berarti itu bukan cinta. Aku percaya akan cintaku. Jika Tuhan saja bisa tunduk dihadapan cinta. Bagaimana mungkin waktu punya kesempatan? Waktu pasti berubah. Seperti yang aku rasakan saat ini. 20 tahun lamanya aku menyimpan rasa cinta padamu. Waktu. Iya, waktulah yang merubah keadaan ini semua. Takkan pernah aku lukai orang yang aku cintai setelah menunggu sekian puluh tahun lamanya.

Makna

Covid19 mengajarkan banyak hal tentang Cinta.  Saat hal kecil yang sering diabaikan, dengan kehadiran Corona Covid19 membuka mata yang tertutup melihat apa namanya kepedulian.

Demikian juga Cinta Kasih dan Kasih Sayang sedzati sejati mengajarkan apa namanya kesabaran. 

Cobalah kalian mengerti arti sebuah kematian. Kematian itu sangatlah indah, ketika kamu mengalaminya. Apa arti maksud kematian?!!  Mengerti dan memahami sebuah kematian memanglah terlihat Ambigu buat kita yang kurang memahami kematian tsb. Mulut-mulut yang terbungkam tak dapat menyuarakan wabah yang menghentikan jantung dunia. Dengan begitu cepatnya undang-undang darurat dikeluarkan, melalui PSBB serentak seluruh dunia membentengi segala aktivitas yang seharusnya terus bergerak. Namun sangat disayangkan, peraturan itu tidaklah semua berjalan baik. Stay at Home hanyalah sebuah gambaran menyempitnya penyebaran. Terkadang memang baik untuk melupakan masa lalu. Meski kita tidak banyak bicara, disaat kita mengingat apapun. Sadar atau tidak sadar bahwa dengan adanya Corona Covid19 memberikan tanda pada kita semua. Alam. Iya, alam membawa sebuah tanda cinta yang Dia kirim kepada umat Nya. Covid19 bukti kasih sayang dan cinta yang dimiliki oleh Sang Pencipta mengajarkan banyak hal atas peristiwa yang saat ini terjadi. Sedikit aku menjelaskan pada kalian semua arti sebuah perbedaan tentang Cinta, Kasih, Sayang. Tiga kata dengan makna yang sama namun tiga arti yang berbeda.

Cinta.

Cinta adalah Tubuh, dimana cinta itu yang memiliki sifat dasar manusia seutuhnya yaitu cinta akan harta, uang, sek, kekuasaan, pamor dll.

Sayang.

Sayang adalah Jiwa, dimana sayang itu memiliki sifat mengistimewakan, membutuhkan, memiliki, mengutamakan pasangannya.

Kasih.

Kasih adalah Ruh/Roh, dimana memiliki sifat dasar dalam Ruh itu sendiri adalah Lemah Lembut, Sabar, mengampuni, memberikan kenyamanan, keteduhan, melindungi.

Seluruh sepasang kekasih di dunia ini mengikat janji dan sangat sering kali mengucapkan dua kata yang diucapkan.

Dua kata itu selalu terdengar di telinga yaitu ”Aku mencintaimu,” “Aku menyayangimu,” kata-kata itu adalah kata umum yang sering diungkapkan manusia. Sejak terjadinya PSBB banyak hal yang aku dapatkan dengan hadirnya wabah Corona Covid 19. Sosok Makhluk kecil tsb mengajarkan arti sebuah Cinta. Virus Covid19 hampir sama dengan Virus Cinta. Hanya system kerjanya yang berbeda. Mereka sama-sama mematikan. Tapi kembali lagi, apakah ada Imun dalam Imanmu.

IMAN IMUN KASIH ILAHI dalam Badan, Jiwa, Ruh di sepanjang keberadaan kehidupanmu.

Jadi jika seseorang yang berkata “aku menyanyagimu atau aku mencintaimu,” dua kata itu adalah KEBOHONGAN. Disini sedikit saya menjelaskan kedua kata tsb. Seorang kekasih yang mengucapkan kata Cinta atau Sayang, ia akan terselubung dan terbungkus dengan rasa cemburu yang ditutupi oleh kesalahan yang diperbuat tanpa diketahui pasangannya. Karena Cinta dan Sayang hanya mengenal luar dari sosok pasangannya.

Lain halnya dengan kata Kasih. Kasih menutupi semua kesalahan yang dilakukan pasangannya. Karena seseorang yang memiliki Kasih, ia menutupi kecemburuannya. Sebab ia begitu sangat mempercayai pasangan yang ia pilih menjadi pendamping hidup dan matinya. Kasih sangat mengenal luar dan dalam yang ada didalam diri pasaangannya tsb.

Terima kasih KASIH mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna

Kekuatan cinta seorang ibu dapat mengalahkan segalanya. Ibu memiliki Kasih Cinta dan Kasih Sayang ;  yang tak terbatas ruang dan waktu. Ibu adalah seorang pahlawan yang rela berkorban dan memperjuangkan hidupnya, demi mengeluarkan seorang nyawa yang dititipkan dalam rahim tubuhnya. Tapi Kasih ibu pun dapat merubah diri menjadi seorang Monster Ganas yang dapat membunuh dan membinasakan anaknya sendiri.

Hanya seorang ibu yang memiliki dan mengerti bahasa Kasih sajalah yang mau melindungi dan menjaga anaknya dari kejahatan di dunia ini.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.

Menemukan Cara Bereaksi dengan KasihNya di manapun kita berada, Sang Saksi ada di sekitar kita.

Makna

Apakah kita pernah berpikir dan bertanya. Kenapa harus ada dan diadakan rumah ibadah?!! Aku hanya sedang berpikir dengan pikiran bodoh yang baru saja terlintas tentang rumah ibadah yang tak lagi menggumandangkan suara adzan dan nyanyian pujian tak terdengar. Covid Cinta membuka mata hatiku yang telah tertutup lama. Pengertian ini aku temukan saat kita  berjamaah atau beribadah, yang aku maksud adalah dua atau tiga orang saat kita memanggil nama Nya. Maka Ia akan hadir. Alasannya mengapa Sang Pemilik Jagat Raya menginginkan kita datang ke rumah ibadah. Yang aku temukan adalah Tuhan butuh saksi, saat Kasih Nya itu menyentuh hati seseorang di dalam rumah Nya. Maka beberapa orang yang ada di tempat ibadah tsb, mereka akan menyuarakan dan mencerita kebesaran Kasih Nya.

Lahirlah cara beribadah yang lebih mendalam dalam kesaksian KasihNya yang tersembunyi di seluruh peristiwa duka, derita, pahit sakit, menderita hampa nestapa itu.

Hubungan Tuhan dengan kita seolah-olah terputus oleh Makhluk kecil yang tak terlihat tsb.

Dibuat seolah olah Putus Relasi Kita dengan KasihNya.

Tanpa kita sadari , keterbatasan ini membuat hati semakin melekat karena Covid19.

Ruang kosong yang selama ini terabaikan begitu saja,

Itulah RUANG KECERDASAN TERSEMBUNYI, Ruang Kasih Ilahi.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Makna

Seluruh dunia saling menyakiti. Dari sekian banyak yang kamu cintai, pasti akan ada salah satu yang tersakiti. Rasa takut kehilangan seorang yang kita cintai itu akan terwujud saat cinta mulai pudar.

Corona Covid19 akan pudar, tapi dirinya takkan punah begitu saja,

PEMBELAJARAN Kecil Berdampak Sistemik.

Tak Ada yang sepele dalam Penyelenggaraan Kasih Ilahi.

Seperti cinta yang mulai ranum dalam benak hati dan menjadi buah dilema di hidup. Dilema untuk siap memasuki keseimbangan kasihNya, sesederhana dan pelembut sepasti itu adaNya.

Allah adalah KASIH SEJATI.

Kita sedang berperang bukan melawan senjata atau pun manusia. Tapi peperangan yang terjadi saat ini. Melawan makhluk halus, kecil, tipis seperti butiran debu yaitu Covid19.

Butuh kelembutan dan kelenturan untuk menghadapi dan belajar tentang virus cinta, menuju sayang jiwani hingga murni ruh roh kasih, ya kasihNya yang super murni, selalu ada, tak di halangi ruang dan waktu, umur badan dan jiwa kita.

Respon Memang Sangat Penting

Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno



"Covid Cinta"




*Covid Cinta. Covid dan Cinta Memaksaku Mengenal Diriku Sendiri*

oleh-174 views

(Design By : Ade Dame)

“Covid Cinta”

*Covid dan Cinta Memaksaku Mengenal Diriku Sendiri*

Kesunyian adalah suara
di dalam ketakutan.
Bukan rasa sakit melainkan
Suara perdamaian.

Jika mereka tidak memiliki perasaan.
Mereka tidak merasa ketakutan.
Tetapi jika mereka tidak merasa ketakutan
Mengapa mereka lari?

Covid tidak bisa kita halau kan. Selain kita berpegang pada Cinta. Maka kamu dapat melewati keadaan ini semua. Karena “Covid Cinta” dihadirkan tidak dilihat dari Baik & Buruk Hidupmu. Itu lah Covid Cinta.

Otak ku berpikir dan bersandar pada kebodohanku sendiri. Pertanyaan itu muncul dan menggerogoti dinding sel saraf dalam otak. Covid. “Apa sebenarnya Covid itu?” Kalimat tsb muncul dan mencari celah – celah didalam rongga kebodohan yang aku miliki. Bodohnya diriku berpikir keras tentang Covid. Tiba – tiba sebuah kalimat membenturkan kepalaku dengan keras. “Pergaulan Buruk, Merusak Kebiasaan yang Baik,” itulah Covid.

Ku kerutkan alisku keatas. Lalu aku bertanya pada otak bodohku. Apa maksud dari kalimat yang muncul baru saja. “Covid itu mengenal siapa dirimu sendiri.” Kini aku mengerti makna kalimat tsb. Terkadang kita tidak menyadari, hadirnya Covid begitu berarti dan mengajarkan banyak hal pada diriku. Mengapa dan kenapa kita semua harus menjauhi kerumunan dan selalu menjaga jarak. Alasan yang masuk diakal dan dimengerti oleh otak bodohku.

Kebenaran kalimat tsb, benar adanya. “Pergaulan Buruk Merusak Kebiasan Baik.” Ku hisap sebatang rokok dengan ditemani segelas kopi untuk mengisi kesendirian ku saat ini. Asap yang ku hembuskan seolah – olah berkata, “Lidah memang tidak bertulang. Tapi, karena lidah bisa membunuh banyak orang. Perkataan yang kau ucap melalui mulutmu, itu akan berbalik dan dapat membunuhmu.” Seperti balok yang menimpa kepala dan memecahkan seluruh isi otakku.

Bagaikan gunung merapi yang memuntahkan lava panas ke muka Bumi. Demikian otak bodoh ku bekerja begitu cepatnya merangkai kalimat – kalimat yang tak aku pahami. Lidah? Mulut? Apalagi yang otak ku bicarakan saat ini. Kembali lagi ku hisap rokok yang bersembunyi disela -sela jemari dan ku teguk kopi yang setia mendampingi. Pahit manisnya begitu terasa dilidah. Otak bodohku memberikan penjelasan tentang lidah dan mulut. Seluruh umat di muka Bumi ini harus mengikuti peraturan yang dikeluarkan dengan menggunakan Masker. Dengan sebuah alasan Protokol Kesehatan.

Lagi – lagi pertanyaan yang buram mulai meracuni sel sarafku. Apa hubungannya dengan Masker. Ku tatap langit yang mulai gelap dan teriakan suara kematian yang hilir mudik di jalan membisingkan telinga. Otak bodoh ku menjawab. Tanpa kita sadari. Mengapa kita semua haruslah memakai Masker. Masker bukan hanya mencegah Covid masuk kedalam tubuh kita, melainkan kita pun harus menata kata – kata kita yang keluar dari mulut. Sehingga orang lain tidak menjadi terluka oleh kata yang kita ucapkan.

Sebuah bom meledak begitu cepatnya dalam otakku. Hingga membuat seluruh isi yang ada didalamnya berhamburan kata – kata. Aku terdiam sejenak untuk mencoba menyatukan pecahan pecahan kata tsb. Secara perlahan, ku coba susun kata – kata yang keluar menjadi suatu rangkaian kalimat. Begitu selesai tertata. Betapa terkejutnya diriku membaca. “Janganlah Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan. Melainkan Kasihilah Musuhmu. Seperti Dirimu Sendiri.” Itulah Covid.

Otakku sakit dan terluka diakibatkan bom yang baru saja meledak. Apalagi maksud dan makna kalimat yang baru ku tata. Covid mengajarkan banyak hal pada diriku. Ku tenangkan diri ini sejenak dan mencoba menterjemahkan susunan kalimat tsb. Covid dan Cinta memang dapat membunuh seseorang dalam sekejap. Covid dan Cinta membuat luka yang tak bisa dihapuskan dalam ingatan kita. Apakah seseorang yang terjangkit Covid dan Cinta haruslah kita musuhi atau bahkan kita jauhi. Apakah dengan membalas kejahatan dapat menghapus memori yang sudah tertulis dihidup ini.

ADK, 5 Januari 2021, 23.23 wib

"Covid Cinta"

Enerjologi Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya “Covid Cinta” ‘Shakila’

oleh-1.059 views

(Design By: Ade Dame)

*Respon Memang Sangat Penting*

Penulis : Ade Dame Kondel

 

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

 

“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”

 

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

 

Enerjologi Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya “Covid Cinta”

‘Shakila’

Narasi 09:

Cinta itu Fatamorgana Dunia. Ketika terlihat dari jauh, ia begitu Bahagia. Saat tampak dekat ia penuh dengan Derita. Keindahan seorang wanita tidak dilihat dari cantik paras wajah dan tubuhnya. Melainkan dari hati yang terpancar lewat pribadi tingkah laku. Seperti Cahaya Kemuning yang berkilau bagaikan Emas Murni yang mengetarkan Nurani. Hawa itu adalah bukti Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya dan menjadi pendamping bagi Adam di taman Surga Kesadaran dan Alam Penemuan Penelusuran Akal dan Daya Imajinasi Kreatif Kita.

Makna

Mr dan Mrs Covid membentuk sebuah gambaran baik serta buruk bagi setiap bangsa.

Corona Covid 19 hadir dan bertahta di panggung ingatan kita semua, serta merasuk ke pusaran jiwa.

Percayalah saat Covid dan Cinta berlalu pergi, yang tertinggal hanyalah sebuah Kenangan dirindukan.

Peristiwa itu terlukis dalam lubuk hati yang paling terdalam.

Sadarkah kita sang Tokoh Utama yang berperan di Panggung Dunia membawa sebuah makna Penting bagi kita.

Seluruh Dunia serentak membuat UU Darurat. Peraturan yang dikeluarkan untuk menjaga luasnya virus secara cepat. Safety self dengan berdiam diri di rumah, membuat pernyataan dalam diri demi keselamatan bersama.

Pademi Covid 19 mengajarkan ku untuk berdiam, merenung, menenangkan serta belajar mengerti akan rencana Kehendak Cinta Ilahi.

Kini aku menyadari, saat aku mengukir nama seseorang di tangan ku dan memeterai dirinya dalam hati. Maka aku harus siap menanggung segala resiko yang datang menghantam.

Itulah Covid Cinta yang mewarnai dan hadir dalam hidup kita.

Iya, Putaran roda itu terus berguling di atas aspal, melaju dengan cepat yang terkontrol oleh jarum jam speedometer. Seluruh dunia tidak akan pernah tahu wabah ini akan berlalu, grafik angka kematian terus meningkat layaknya perlombaan dalam pertandingan dunia.

Pademi ini menyadarkan ku tentang system cara kerjanya Tuhan baik pada diriku sendiri maupun untuk Dunia. Otak bodoh ku terlintas dan bertanya-tanya begitu saja tentang hadirnya untukku. Apakah Tuhan lebih buruk dari kita? Menurutku Tuhan tidak akan pernah masuk ke hati seseorang yang keras kepala.

Mengenal Tuhan lewat pengakuan dan penundukkan diri menghadap diri Nya. Didalam Tuhan itulah pengakuan yang kita ungkapkan, saat kita tahu Tuhan maka kita tidak mati secara tubuh, melainkan mati secara rohani.

Kisah derita dan penderitaan yang kita semua alami untuk di jalani hanyalah mengajarkan prihal Cinta, Sayang, Kasih Nya buat kita semua. Rasa sakit itu adalah Peristiwa. Saat kamu tidak merasakan sakit. Maka kamu tidak akan dapat menceritakan yang kamu alami ke semua orang.

Kenapa harus kita takuti Covid yang hadir dan menguasai Dunia. Semua yang terjadi di muka Bumi ini sudah ada goresan Pena Sang Ilahi. Corona Covid 19 akan menjadi buah bibir sepanjang masa. Iya. Seperti bayangan masa lalu menjadi suatu mimpi buruk buat kita dalam bentuk sebuah Trauma.

Tuhan menciptakan mata manusia hanya 2 dan selalu menghadap ke depan. Kedua mata itu tidak dapat melihat kebelakang maupun kesamping. Selain kita memutarkan kepala sambil membalikan badan atau menoleh ke sisi lain.

Lanjutan Narasi 09

Ketika seseorang yang begitu mencintai, menyayangi dan mengasihimu. Ia sangat memahami luar dan dalam siapa dirimu. Pertahankanlah ia. Jangan pernah kamu sia-siakan. Suatu hari dirinya pergi meninggalkanmu. Akan hanya ada penyesalan yang tak dapat terucap. Karena Cinta, Sayang akan pudar. Tapi, Kasih tak kan Pudar meski Dunia telah punah.

Makna

Dunia terasa gelap, mati, kosong dan hampa. Maka yang timbul dari lubuk jiwa sebuah ketakutan, emosi, kekhawatiran serta ketegangan hingga menggucangkan kejiwaan diri.

Harapan yang tak terlihat itu menjadikan kita menjauh dari Sang Pencipta.

Hadirnya Covid melukiskan luka dalam ingatan kita. Dirinya menjadi pamor dalam catatan Dunia.

Mr dan Mrs Covid semakin berkembang biak begitu hebatnya. Mereka membusungkan dada dengan kesombongan, karena berhasil menguasai Panggung Dunia. Tali-tali kematian melambai-lambai siap melilit hidup kita. Suara sinere berteriak sepanjang jalan, seolah-olah berkata “Kalian semua akan berada didalamnya.” Ketakutan menghasut nurani, membuat kita tidak mampu menghadapi.

Mr dan Mrs Covid membangun kerajaannya sendiri dengan megah. Ia berhasil melumpuhkan segala aspek dan kegiatan kita. Ia hadir dan bertahta dalam hati dan pikiran. Kerajaannya berdiri kokoh di gorong-gorong hitam dan kotor dalam hidup setiap manusia. Didalam ketakutanlah ia berkuasa dan mencoba mengintimidasi setiap makhluk yang pergumulan pikiran dan pemikirannya menggunakan akal budi Nya apa persepsi perasaan ketakutan kecemasan nya yang dangkal.

Tanpa kita sadari kesaksian yang terlemah tersembunyi, sangat cerdas, tangguh penuh imun dan yang mampu kita jaga, Kita bangun adalah Iman Kita; dan keberimanan kita yang mampu menemukan pandangan ke indah an di jaman Covid ini; sebab Ke indah an itulah bukti terpakainya mata IMAN Kita.

Adanya penemuan akal budi dan pikiran kita atas KE INDAH AN dalam Covid, itulah Cahaya Kemuning KemilauNya dalam diri Kita yang justru terbangkitkan di Jaman Covid ini

Coba kita berpikir untuk mengulas ingatan kita kembali. Tepat pada tanggal 01 January 2020 Adalah tahun dimana Tuhan sedang meRenovasi Jagad. Berawal dari Banjir dan hingga detik ini ke khawatiran melanda kita dengan Hadirnya Covid.

Tapi…bagi orang yang Bijak, ia akan mengerti Peran Covid sesungguhnya. Karena Covid Mengajarkan Banyak Hal. Salah satunya adalah Ke indah an Cinta. Ke Indah an “Covid Cinta” Ilahi menyadarkan diri kita untuk selalu berharap dan bersandar pada Nya. Mengapa kita meragukan Kasih Nya, setiap waktu dalam hidup kita tak sedikitpun tak pernah Ilahi meninggalkan.

Terlihat oleh kita langit begitu suram tanpa harapan, Awan hitam menghambat perjalanan Cahaya Sinar Kemuning Kemuliaan Nya;

dan seluruh Dunia menghadapi Badai yang sangat menakutkan. Kehidupan terus menyelusuri jalan hidup yang kita lalui. Ada masa transisi yang harus dilewati. Masa-masa itu menjadi suatu bagian dari Perjalanan Hidup untuk kita. Ada kenangan yang terlupakan dan ada pula kenangan yang tak terlupakan. Warna hidup itu membuat sebuah Lukisan yang indah dan selalu kita ingat sepanjang masa. Ke indah an dalam seluruh kaca mata kesadaran dan kebersyukuran dari Covid itu dengan hadirnya Karunia Hidayah Ke Indah an Covid Cinta Ilahi bagi umat Nya.

Jadikan hidupmu seperti Matahari. Ia selalu memberikan kehangatan Sinarnya, tanpa memandang siapapun. Entah…itu orang kaya atau miskin dan bahkan tak memilih apakah seseorang itu tampan maupun cantik. Tak melihat seseorang itu Baik atau Jahat.

Terima kasih KASIH mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna

Shakila adalah seorang anak perempuan kecil yang menjerit batinnya dan tersungkur di atas sajadah. Dirinya menangis memohon pada Sang Ilahi untuk kesembuhan sang ibu yang sudah lama tidak dapat berjalan dikarenakan sakit. Kesaksian ini ku tulis untuk semua para pembaca dan dapat belajar Merespon bahwa Hadirnya Covid Mengajarkan Banyak Hal.

Matahari begitu menyengatnya diubun-ubun kepala. Diri ini menghindar dengan cepat dari terik panasnya. Ku sandarkan tubuh ini di pojok ruang yang hening.

Shakila. Nama itu tergiang keras ditelinga. Shakila. Siapa dia? Ada apa dengan Shakila.

Nama adalah Doa.

Aku harus mencari dimana seseorang yang memiliki nama Shakila.

Sejenak aku abaikan nama tersebut. Kini nama itu muncul lewat bisikan hati. Kegelisahan mulai merasuki ku. Merobek-robek jiwa.

Apa yang harus aku lakukan dan perbuat untuk menemui seseorang yang memiliki nama Shakila.

Dengan respon cepat, aku mengambil handphone selular dan memasang nama tersebut di status. Cukup waktu lama otak ku berpikir keras tentang Shakila. Ku hembuskan nafas panjang. Mengapa nama itu kuat sekali memanggilku.

Waktu terus berputar, berkejar-kejaran dengan nurani. Namun, nama itu masih terdengar dan hati ini berkata ‘Shakila.’

Aku hampir gila dan tak berdaya, keputus asaan melanda jiwa.

Shakila. Dimanakah dirimu berada. Saat hati ini gundah gulanah. Sebuah nama muncul di chat hpku. Ucel Jhon. Segera aku buka chat yang baru saja masuk dan membacanya. “Itu nama anaknya Dije, Cha.” Begitu terkejutnya diriku saat membacanya.

Namaku Racha. Aku seorang musafir yang tidak pernah berdiam disuatu tempat. Diriku berkelana kemana saja , ketika tugas memanggil. Sudah 24 tahun aku tidak pernah bertemu dengan Dije sejak lulus dari bangku sekolah.

Enerjologi “Covid Cinta” Ilahi mempertemukan kami kembali.

Shakila dirinya seperti kunang-kunang yang terbang ditengah kegelapan malam dalam hidupku. Ia dikirim Tuhan bagaikan anak panah yang siap meluncur dan melesat cepat menuju titik sasaran yang aku inginkan. Terbang melewati batas pikiran otak normal manusia.

Antara ada dan tiada. Kini sahabatku yang bernama Dije yaitu ibunda dari Shakila merasakan hadirnya Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya dengan kesembuhan terjadi.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.

Makna

Uncel Jhon merespon status yang aku pasang tentang ‘Shakila’ sehingga kesembuhan terjadi atas sahabat kami. Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya terpancar dalam diri seorang anak yang menangis diatas sajadah.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Makna

Perbuatan jahat sesorang adalah bagian dalam cerita hidup untuk memproses kita menjadi lebih dekat kepada Ilahi sang pemilik jagad raya ini.

Respon Memang Sangat Penting

Editor : Guntur Bisowarno

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"

Part 05

Perjalanan PenuhLisan Narasi 10
Tentang


Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi

#kertosari

"Covid Cinta


 "Covid Cinta"

Part 04

Perjalanan PenuhLisan Narasi 10

Tentang
Menolong Orang Sakit Dengan Menabur
"Covid Cinta" Ilahi

Menyirami 5 titik dengan Pupuk Nano Organik Covid Cinta

#desakertosari

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"

Part 03


Perjalanan PenuhLisan Narasi 10

Tentang

Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi


#kertosari

"Covid Cinta"

"Covid Cinta"



 Part 02


Perjalanan PenuhLisan Narasi 10

Tentang

Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi


#kertosari

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"

Part 01


Perjalanan PenuhLisan Narasi 10

Tentang

Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi


#Kertosari

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"


Perjalanan PenuhLisan Narasi 10


Tentang

Menolong Orang Sakit Dengan Menabur

"Covid Cinta" Ilahi


Stay In Purwosari

"Covid Cinta"

 

"Covid Cinta"

Perjalanan PenuhLisan Narasi 10
"Covid Cinta"

Tentang
Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi

Menuju #purwosari

"Covid Cinta"


 Narasi 10 adalah Penulisan yang begitu menegangkan dalam Catatan Sejarah selama saya menjadi seorang Penulis.


Berawal di Narasi 08 "Covid Cinta" dengan disekap selama 7 bulan di rumah janda phiskopat.


Cerita tentang "Covid Cinta" dimulai dan berlanjut sampai sekarang.


Indah Rencana Mu Tuhan

🙏❤️😇


Perjalanan itu dimulai setelah berlangsung nya acara Novel yang ku tulis dilukis oleh Maestro Sugeng Santoso pada tgl 11 Maret 2020.


Dengan menyewa kios yang berada ditengah-tengah Pasar.


Perlahan-lahan tiap bait itu tertulis menjadi satu paragraf.


Hingga pada akhirnya aku bertemu dengan seorang janda phiskopat yang aku butuhkan untuk Buku ku yang ketiga.


Peran antagonis yang janda itu miliki membuat cerita hidupku penuh waran dan berarti.


adk

12 February 2021

12:31

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"

Penulisan Perjalanan Narasi 10

Tentang 

Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi


Hari keempat berada di rumah mama untuk memberikan Sentuhan "Covid Cinta" Ilahi.


Narasi 10 adalah Penulisan yang begitu menegangkan dalam Catatan Sejarah selama saya menjadi seorang Penulis. Berawal di Narasi 08 "Covid Cinta" dengan disekap selama 7 bulan di rumah janda phiskopat. Cerita tentang "Covid Cinta" dimulai dan berlanjut sampai sekarang.


Indah Rencana Mu Tuhan

🙏❤️😇


Waktunya Potong Rambut

Kamis, 18 February 2021

Jam : 14:10

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"


Perjalanan PenuhLisan Narasi 10

Tentang

Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi


Mengupas Kenangan


Hari Kedua

Stay In Surabaya

14 February 2021

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"

Penulisan Perjalanan Narasi 10

Surabaya


Menapak jejak mencari cerita

Seutas cinta merajut asa

Melangkah dengan sebuah Kisah


Hari kedua menjumpai mama terkasih dan menyelusuri jalan di Surabaya bersama Puja adiknya Reni Megawati. Salah satu bagian dalam perjalan Narasi 10 tentang "Menolong Orang Sakit Dengan Menabur"Covid Cinta" Ilahi


Penulis Narasi Corona Covid 19

Ade Dame Kondel

"Covid Cinta"


 "Covid Cinta"


Penulisan Perjalanan Narasi 10

Tentang Menolong Orang Sakit Dengan Menabur "Covid Cinta" Ilahi


'Stay In Surabaya'

Hari Pertama

Tanggal 13 February 2021, Sabtu


Narasi 10

Dirinya yang terbaring lemah tak berdaya. Tidak dapat makan maupun berjalan. Sentuhan "Covid Cinta" Ilahi membuat dirinya kembali ceria.


Batin yang terkoyak menenggelamkan kebahagiaan

Jiwa yang menanti seseorang hadir untuk memberikan sentuhan Kasih

Hingga menyejukkan dalam dekapan hangat Cinta


Mentari kini mulai bersinar menghampiri jiwa yang dingin oleh ketakutan


Penulis Narasi Corona Covid 19

Ade Dame Kondel

"Covid Cinta"

 


"Covid Cinta"


Narasi 10

Menolong orang sakit dengan meNabur "Covid Cinta" Ilahi


Dalam dekapan malam. Berselimutkan kesunyian. Terdengar rintihan hujan, bersenandung kesedihan. Semilir angin dingin jatuh ke pangkuan. Detak jantung begitu kencang dari balik tembok ratapan.


Keheningan itu membenamkan keresahan. Jiwa kini terancam kehancuran. Badai mulai datang dan mengusik kegelisahan. Hatiku terkoyak oleh keadaan. Mereka hadir tiap malam lewat mimpi atau bisikan.


Mentari pagi membawa sebuah harapan

Awan berarak beriringan menghantarkan sinarnya

Jiwa yang dingin oleh ketakutan

Perlahan-lahan cahaya itu memberikan kehangatan


Burung-burung bernyanyi riang

Pohon-pohon melambai bersorak kegirangan

Daun-daun dan rerumputan memancarkan keceriaan

Bias senyum mulai terlihat dari raut wajahnya


Benih Kasih Sayang dari Covid Cinta Ilahi

Membawa kebahagiaan bagi

aku, dia, kita, kamu, mereka dan seluruh makhluk di Bumi


Penulis Narasi Corona Covid 19

Ade Dame Kondel

Wednesday, February 17, 2021

*Covid Cinta. Covid dan Cinta Memaksaku Mengenal Diriku Sendiri*

 

*Covid Cinta. Covid dan Cinta Memaksaku Mengenal Diriku Sendiri*

oleh-156 views

(Design By : Ade Dame)

“Covid Cinta”

*Covid dan Cinta Memaksaku Mengenal Diriku Sendiri*

Kesunyian adalah suara
di dalam ketakutan.
Bukan rasa sakit melainkan
Suara perdamaian.

Jika mereka tidak memiliki perasaan.
Mereka tidak merasa ketakutan.
Tetapi jika mereka tidak merasa ketakutan
Mengapa mereka lari?

Covid tidak bisa kita halau kan. Selain kita berpegang pada Cinta. Maka kamu dapat melewati keadaan ini semua. Karena “Covid Cinta” dihadirkan tidak dilihat dari Baik & Buruk Hidupmu. Itu lah Covid Cinta.

Otak ku berpikir dan bersandar pada kebodohanku sendiri. Pertanyaan itu muncul dan menggerogoti dinding sel saraf dalam otak. Covid. “Apa sebenarnya Covid itu?” Kalimat tsb muncul dan mencari celah – celah didalam rongga kebodohan yang aku miliki. Bodohnya diriku berpikir keras tentang Covid. Tiba – tiba sebuah kalimat membenturkan kepalaku dengan keras. “Pergaulan Buruk, Merusak Kebiasaan yang Baik,” itulah Covid.

Ku kerutkan alisku keatas. Lalu aku bertanya pada otak bodohku. Apa maksud dari kalimat yang muncul baru saja. “Covid itu mengenal siapa dirimu sendiri.” Kini aku mengerti makna kalimat tsb. Terkadang kita tidak menyadari, hadirnya Covid begitu berarti dan mengajarkan banyak hal pada diriku. Mengapa dan kenapa kita semua harus menjauhi kerumunan dan selalu menjaga jarak. Alasan yang masuk diakal dan dimengerti oleh otak bodohku.

Kebenaran kalimat tsb, benar adanya. “Pergaulan Buruk Merusak Kebiasan Baik.” Ku hisap sebatang rokok dengan ditemani segelas kopi untuk mengisi kesendirian ku saat ini. Asap yang ku hembuskan seolah – olah berkata, “Lidah memang tidak bertulang. Tapi, karena lidah bisa membunuh banyak orang. Perkataan yang kau ucap melalui mulutmu, itu akan berbalik dan dapat membunuhmu.” Seperti balok yang menimpa kepala dan memecahkan seluruh isi otakku.

Bagaikan gunung merapi yang memuntahkan lava panas ke muka Bumi. Demikian otak bodoh ku bekerja begitu cepatnya merangkai kalimat – kalimat yang tak aku pahami. Lidah? Mulut? Apalagi yang otak ku bicarakan saat ini. Kembali lagi ku hisap rokok yang bersembunyi disela -sela jemari dan ku teguk kopi yang setia mendampingi. Pahit manisnya begitu terasa dilidah. Otak bodohku memberikan penjelasan tentang lidah dan mulut. Seluruh umat di muka Bumi ini harus mengikuti peraturan yang dikeluarkan dengan menggunakan Masker. Dengan sebuah alasan Protokol Kesehatan.

Lagi – lagi pertanyaan yang buram mulai meracuni sel sarafku. Apa hubungannya dengan Masker. Ku tatap langit yang mulai gelap dan teriakan suara kematian yang hilir mudik di jalan membisingkan telinga. Otak bodoh ku menjawab. Tanpa kita sadari. Mengapa kita semua haruslah memakai Masker. Masker bukan hanya mencegah Covid masuk kedalam tubuh kita, melainkan kita pun harus menata kata – kata kita yang keluar dari mulut. Sehingga orang lain tidak menjadi terluka oleh kata yang kita ucapkan.

Sebuah bom meledak begitu cepatnya dalam otakku. Hingga membuat seluruh isi yang ada didalamnya berhamburan kata – kata. Aku terdiam sejenak untuk mencoba menyatukan pecahan pecahan kata tsb. Secara perlahan, ku coba susun kata – kata yang keluar menjadi suatu rangkaian kalimat. Begitu selesai tertata. Betapa terkejutnya diriku membaca. “Janganlah Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan. Melainkan Kasihilah Musuhmu. Seperti Dirimu Sendiri.” Itulah Covid.

Otakku sakit dan terluka diakibatkan bom yang baru saja meledak. Apalagi maksud dan makna kalimat yang baru ku tata. Covid mengajarkan banyak hal pada diriku. Ku tenangkan diri ini sejenak dan mencoba menterjemahkan susunan kalimat tsb. Covid dan Cinta memang dapat membunuh seseorang dalam sekejap. Covid dan Cinta membuat luka yang tak bisa dihapuskan dalam ingatan kita. Apakah seseorang yang terjangkit Covid dan Cinta haruslah kita musuhi atau bahkan kita jauhi. Apakah dengan membalas kejahatan dapat menghapus memori yang sudah tertulis dihidup ini.

ADK, 5 Januari 2021, 23.23 wib

Enerjologi Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya “Covid Cinta” ‘Shakila’

 

Enerjologi Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya “Covid Cinta” ‘Shakila’

oleh-1.017 views

(Design By: Ade Dame)

*Respon Memang Sangat Penting*

Penulis : Ade Dame Kondel

 

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

 

“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”

 

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

 

Enerjologi Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya “Covid Cinta”

‘Shakila’

Narasi 09:

Cinta itu Fatamorgana Dunia. Ketika terlihat dari jauh, ia begitu Bahagia. Saat tampak dekat ia penuh dengan Derita. Keindahan seorang wanita tidak dilihat dari cantik paras wajah dan tubuhnya. Melainkan dari hati yang terpancar lewat pribadi tingkah laku. Seperti Cahaya Kemuning yang berkilau bagaikan Emas Murni yang mengetarkan Nurani. Hawa itu adalah bukti Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya dan menjadi pendamping bagi Adam di taman Surga Kesadaran dan Alam Penemuan Penelusuran Akal dan Daya Imajinasi Kreatif Kita.

Makna

Mr dan Mrs Covid membentuk sebuah gambaran baik serta buruk bagi setiap bangsa.

Corona Covid 19 hadir dan bertahta di panggung ingatan kita semua, serta merasuk ke pusaran jiwa.

Percayalah saat Covid dan Cinta berlalu pergi, yang tertinggal hanyalah sebuah Kenangan dirindukan.

Peristiwa itu terlukis dalam lubuk hati yang paling terdalam.

Sadarkah kita sang Tokoh Utama yang berperan di Panggung Dunia membawa sebuah makna Penting bagi kita.

Seluruh Dunia serentak membuat UU Darurat. Peraturan yang dikeluarkan untuk menjaga luasnya virus secara cepat. Safety self dengan berdiam diri di rumah, membuat pernyataan dalam diri demi keselamatan bersama.

Pademi Covid 19 mengajarkan ku untuk berdiam, merenung, menenangkan serta belajar mengerti akan rencana Kehendak Cinta Ilahi.

Kini aku menyadari, saat aku mengukir nama seseorang di tangan ku dan memeterai dirinya dalam hati. Maka aku harus siap menanggung segala resiko yang datang menghantam.

Itulah Covid Cinta yang mewarnai dan hadir dalam hidup kita.

Iya, Putaran roda itu terus berguling di atas aspal, melaju dengan cepat yang terkontrol oleh jarum jam speedometer. Seluruh dunia tidak akan pernah tahu wabah ini akan berlalu, grafik angka kematian terus meningkat layaknya perlombaan dalam pertandingan dunia.

Pademi ini menyadarkan ku tentang system cara kerjanya Tuhan baik pada diriku sendiri maupun untuk Dunia. Otak bodoh ku terlintas dan bertanya-tanya begitu saja tentang hadirnya untukku. Apakah Tuhan lebih buruk dari kita? Menurutku Tuhan tidak akan pernah masuk ke hati seseorang yang keras kepala.

Mengenal Tuhan lewat pengakuan dan penundukkan diri menghadap diri Nya. Didalam Tuhan itulah pengakuan yang kita ungkapkan, saat kita tahu Tuhan maka kita tidak mati secara tubuh, melainkan mati secara rohani.

Kisah derita dan penderitaan yang kita semua alami untuk di jalani hanyalah mengajarkan prihal Cinta, Sayang, Kasih Nya buat kita semua. Rasa sakit itu adalah Peristiwa. Saat kamu tidak merasakan sakit. Maka kamu tidak akan dapat menceritakan yang kamu alami ke semua orang.

Kenapa harus kita takuti Covid yang hadir dan menguasai Dunia. Semua yang terjadi di muka Bumi ini sudah ada goresan Pena Sang Ilahi. Corona Covid 19 akan menjadi buah bibir sepanjang masa. Iya. Seperti bayangan masa lalu menjadi suatu mimpi buruk buat kita dalam bentuk sebuah Trauma.

Tuhan menciptakan mata manusia hanya 2 dan selalu menghadap ke depan. Kedua mata itu tidak dapat melihat kebelakang maupun kesamping. Selain kita memutarkan kepala sambil membalikan badan atau menoleh ke sisi lain.

Lanjutan Narasi 09

Ketika seseorang yang begitu mencintai, menyayangi dan mengasihimu. Ia sangat memahami luar dan dalam siapa dirimu. Pertahankanlah ia. Jangan pernah kamu sia-siakan. Suatu hari dirinya pergi meninggalkanmu. Akan hanya ada penyesalan yang tak dapat terucap. Karena Cinta, Sayang akan pudar. Tapi, Kasih tak kan Pudar meski Dunia telah punah.

Makna

Dunia terasa gelap, mati, kosong dan hampa. Maka yang timbul dari lubuk jiwa sebuah ketakutan, emosi, kekhawatiran serta ketegangan hingga menggucangkan kejiwaan diri.

Harapan yang tak terlihat itu menjadikan kita menjauh dari Sang Pencipta.

Hadirnya Covid melukiskan luka dalam ingatan kita. Dirinya menjadi pamor dalam catatan Dunia.

Mr dan Mrs Covid semakin berkembang biak begitu hebatnya. Mereka membusungkan dada dengan kesombongan, karena berhasil menguasai Panggung Dunia. Tali-tali kematian melambai-lambai siap melilit hidup kita. Suara sinere berteriak sepanjang jalan, seolah-olah berkata “Kalian semua akan berada didalamnya.” Ketakutan menghasut nurani, membuat kita tidak mampu menghadapi.

Mr dan Mrs Covid membangun kerajaannya sendiri dengan megah. Ia berhasil melumpuhkan segala aspek dan kegiatan kita. Ia hadir dan bertahta dalam hati dan pikiran. Kerajaannya berdiri kokoh di gorong-gorong hitam dan kotor dalam hidup setiap manusia. Didalam ketakutanlah ia berkuasa dan mencoba mengintimidasi setiap makhluk yang pergumulan pikiran dan pemikirannya menggunakan akal budi Nya apa persepsi perasaan ketakutan kecemasan nya yang dangkal.

Tanpa kita sadari kesaksian yang terlemah tersembunyi, sangat cerdas, tangguh penuh imun dan yang mampu kita jaga, Kita bangun adalah Iman Kita; dan keberimanan kita yang mampu menemukan pandangan ke indah an di jaman Covid ini; sebab Ke indah an itulah bukti terpakainya mata IMAN Kita.

Adanya penemuan akal budi dan pikiran kita atas KE INDAH AN dalam Covid, itulah Cahaya Kemuning KemilauNya dalam diri Kita yang justru terbangkitkan di Jaman Covid ini

Coba kita berpikir untuk mengulas ingatan kita kembali. Tepat pada tanggal 01 January 2020 Adalah tahun dimana Tuhan sedang meRenovasi Jagad. Berawal dari Banjir dan hingga detik ini ke khawatiran melanda kita dengan Hadirnya Covid.

Tapi…bagi orang yang Bijak, ia akan mengerti Peran Covid sesungguhnya. Karena Covid Mengajarkan Banyak Hal. Salah satunya adalah Ke indah an Cinta. Ke Indah an “Covid Cinta” Ilahi menyadarkan diri kita untuk selalu berharap dan bersandar pada Nya. Mengapa kita meragukan Kasih Nya, setiap waktu dalam hidup kita tak sedikitpun tak pernah Ilahi meninggalkan.

Terlihat oleh kita langit begitu suram tanpa harapan, Awan hitam menghambat perjalanan Cahaya Sinar Kemuning Kemuliaan Nya;

dan seluruh Dunia menghadapi Badai yang sangat menakutkan. Kehidupan terus menyelusuri jalan hidup yang kita lalui. Ada masa transisi yang harus dilewati. Masa-masa itu menjadi suatu bagian dari Perjalanan Hidup untuk kita. Ada kenangan yang terlupakan dan ada pula kenangan yang tak terlupakan. Warna hidup itu membuat sebuah Lukisan yang indah dan selalu kita ingat sepanjang masa. Ke indah an dalam seluruh kaca mata kesadaran dan kebersyukuran dari Covid itu dengan hadirnya Karunia Hidayah Ke Indah an Covid Cinta Ilahi bagi umat Nya.

Jadikan hidupmu seperti Matahari. Ia selalu memberikan kehangatan Sinarnya, tanpa memandang siapapun. Entah…itu orang kaya atau miskin dan bahkan tak memilih apakah seseorang itu tampan maupun cantik. Tak melihat seseorang itu Baik atau Jahat.

Terima kasih KASIH mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna

Shakila adalah seorang anak perempuan kecil yang menjerit batinnya dan tersungkur di atas sajadah. Dirinya menangis memohon pada Sang Ilahi untuk kesembuhan sang ibu yang sudah lama tidak dapat berjalan dikarenakan sakit. Kesaksian ini ku tulis untuk semua para pembaca dan dapat belajar Merespon bahwa Hadirnya Covid Mengajarkan Banyak Hal.

Matahari begitu menyengatnya diubun-ubun kepala. Diri ini menghindar dengan cepat dari terik panasnya. Ku sandarkan tubuh ini di pojok ruang yang hening.

Shakila. Nama itu tergiang keras ditelinga. Shakila. Siapa dia? Ada apa dengan Shakila.

Nama adalah Doa.

Aku harus mencari dimana seseorang yang memiliki nama Shakila.

Sejenak aku abaikan nama tersebut. Kini nama itu muncul lewat bisikan hati. Kegelisahan mulai merasuki ku. Merobek-robek jiwa.

Apa yang harus aku lakukan dan perbuat untuk menemui seseorang yang memiliki nama Shakila.

Dengan respon cepat, aku mengambil handphone selular dan memasang nama tersebut di status. Cukup waktu lama otak ku berpikir keras tentang Shakila. Ku hembuskan nafas panjang. Mengapa nama itu kuat sekali memanggilku.

Waktu terus berputar, berkejar-kejaran dengan nurani. Namun, nama itu masih terdengar dan hati ini berkata ‘Shakila.’

Aku hampir gila dan tak berdaya, keputus asaan melanda jiwa.

Shakila. Dimanakah dirimu berada. Saat hati ini gundah gulanah. Sebuah nama muncul di chat hpku. Ucel Jhon. Segera aku buka chat yang baru saja masuk dan membacanya. “Itu nama anaknya Dije, Cha.” Begitu terkejutnya diriku saat membacanya.

Namaku Racha. Aku seorang musafir yang tidak pernah berdiam disuatu tempat. Diriku berkelana kemana saja , ketika tugas memanggil. Sudah 24 tahun aku tidak pernah bertemu dengan Dije sejak lulus dari bangku sekolah.

Enerjologi “Covid Cinta” Ilahi mempertemukan kami kembali.

Shakila dirinya seperti kunang-kunang yang terbang ditengah kegelapan malam dalam hidupku. Ia dikirim Tuhan bagaikan anak panah yang siap meluncur dan melesat cepat menuju titik sasaran yang aku inginkan. Terbang melewati batas pikiran otak normal manusia.

Antara ada dan tiada. Kini sahabatku yang bernama Dije yaitu ibunda dari Shakila merasakan hadirnya Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya dengan kesembuhan terjadi.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.

Makna

Uncel Jhon merespon status yang aku pasang tentang ‘Shakila’ sehingga kesembuhan terjadi atas sahabat kami. Cahaya Kemuning Kemuliaan Nya terpancar dalam diri seorang anak yang menangis diatas sajadah.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Makna

Perbuatan jahat sesorang adalah bagian dalam cerita hidup untuk memproses kita menjadi lebih dekat kepada Ilahi sang pemilik jagad raya ini.

Respon Memang Sangat Penting

Editor : Guntur Bisowarno