Terhilang
Gelap.
Awan gelap menutupi semua kenangan yang pernah aku lalui. Beberapa mesin
kedokteran berada di sisi jendela kamar. Mataku terpejam. Tubuhku terbaring tak
berdaya di atas ranjang. Tangan yang terpasang oleh selang infuse dan selang
oksigen berada disela-sela lubang hidung untuk membantu pernafasaan ku yang
tertidur dalam ruangan ICU. Jari jemari bergerak, menandakan diriku masih
terjaga walau terlihat tak berdaya. Suara bising terdengar dari mesin
pendektesi jantung yang memberikan tanda bahwa aku masih hidup. Hari-hariku
kelabu selama 12 tahun, meski aku menjalani aktifitas yang ku lewati setiap
hari. Tubuh berpijak pada bumi, tapi ragaku tak kembali. Dari luar kehidupan
aku terlihat indah, mempunyai pekerjaan yang baik, melanjutkan kuliah dan
sebuah keluarga yang bahagia. Aku mencoba menyibukkan diri dengan berbagai
kegiatan dan pekerjaan.
Lorong
yang begitu panjang kulalui dengan mendorong kereta yang dipenuhi alat-alat
kerja. Mungkin saja seseorang melihat diriku menelusuri lorong panjang ini,
tubuhku akan semakin mengecil. Karena begitu panjang perjalanan untuk menyisir
lorong tersebut. Bukan perjalanan yang datar saja kulalui. Jalan menurun dan
menanjak harus kutempuh. Lorong yang ku telusuri mengarahkan ke sebuah bangunan
yang lain. Aku memanglah dipekerjakan sebagai Office Boy di tempat ini. Tapi
aku tak tahu mengapa aku merasa sangat senang melakukan pekerjaan yang
diberikan.
“Apa
kabar, Key?“
“Kabar
baik.” Jawabku. Salah satu karyawan menyapa. Ketika kami saling berpapasan di
areal lorong penghubung gedung.
Kupalingkan
wajah melihat sekitar bangunan yang indah dan megah. Menikmati bangunan yang
ada dan membawa hati penuh dengan sukacita. Sambil kutetap mendorong kereta
yang beriringan dengan derap langkah kaki menelusuri lorong panjang. Taman yang
indah terletak di sisi lorong penghubung. Bunga-bunga cantik memberikan
kesegaran di sekitar gedung. Harum dari bunga terbawa oleh angin dan hinggap
sejenak dalam penciumanku. Warna-warna bunga menghiasi seluruh taman
mengantarkan ketenangan dalam jiwa. Terapi alam kurasa. Seluruh karyawan yang
lelah seharian bekerja dapat menikmati aroma terapi dari taman. Akhirnya aku
tiba juga berada di gedung ini. Setelah melewati lorong panjang yang
kutelusuri. Kuletakkan kereta dorong peralatan kerja di pinggir dan mempersiapkan
alat-alat yang akan kupakai.
“Selamat
siang, Key.”
“Selamat
siang.” Balasku menyapanya. Para pekerja di tempat ini, mereka semua sangatlah
ramah sekali dan saling menyapa bila bertatap muka dengan karyawan lainnya.
Seperti semut yang bertemu semut lain, selalu bersapaan.
Kuraih
sapu dari kereta dorong yang kubawa tadi. Untuk memulai bekerja di gedung yang
cukup memakan waktu menuju kemari. Perusahaan ini gedungnya sangatlah luas dan
memiliki lorong yang sangat panjang. Rasa lelah dan letih tak terasa olehku.
Tak sedikitpun debu maupun sampah yang terlewatkan untuk dibersihkan. Seluruh
gedung sangatlah terawat, tak ada manusia yang berkeliaran. Sepi, tenang dan teduh kurasakan. Para
pegawai semua berada di tempat yang sudah ditentukan dan semuanya disiplin
serta bertanggung jawab setiap tugas yang diberikan.
Aku
diantar kemari. Aku terlibat kecelakaan dan kondisiku koma. Aku tidak tahu
sudah berapa lama berada di tempat ini. Hanya yang teringat olehku, kedua anak
laki-laki membawaku berada disini. Aku berdiri di depan gerbang, seperti
berlapiskan emas murni. Daun pintunya terbuat dari perak. Dinding tembok yang
indah terdapat batu permata yang mahal. Ada batu Zambrud, Musafir, Ruby,
Berlian dan batu-batu mahal yang tak dapat kusebutkan satu persatu. Bahkan
lantai yang kupijak pun berasal dari batu kali. Ciut nyaliku, karena kemegahan
rumah yang kumasuki. Kedua pria kecil itu mengantarku menghampiri seseorang di
ujung sana. Ia duduk di kursi yang sangat indah. Aku hanya menerka dalam hati,
ia seperti seorang Raja yang duduk di singasana. Berkat merekalah, aku
diizinkan tinggal di sini dan dipekerjakan sebagai Office Boy.
Hari
pertama aku bekerja, mendapatkan jadwal tugas pagi. Sebelum seluruh karyawan
memulai aktifitas melakukan pekerjaan. Kami semua berkumpul di aula dan memulai
pekerjaan dengan doa. Aku bingung dan risih. Untuk pertama kalinya, aku
menjumpai sebuah perusahaan mengawali kegiatan melalui doa. Doa. Iya, menjalani
aktifitas dengan sebuah doa.
Tak
kusangka perusahaan yang sebesar ini dengan jumlah karyawan yang begitu banyak,
hingga tak dapat kuhitung melalui jari tangan. Mengawali aktifitas dengan doa.
Aula ini adalah tempat seluruh karyawan berkumpul untuk memulai akitifitas
sebelum bekerja. Mereka berbaris sangat teratur. Seperti sedang mengikuti
upacara bendera. Seseorang berdiri di podium memberi arahan untuk seluruh
karyawan yang hadir.
“Terima
kasih saya ucapakan untuk kehadirannya. Sebelum kita memulai aktifitas dalam
bekerja. Baiknya kita memulai kegiatan hari ini dengan doa. Karena hanya doalah
yang akan melindungi kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.” Sang
pemilik duduk tenang di singasana kebesarannya. Beliau pun taat mengikuti tiap
arahan yang diberikan. Para hadirin yang berada dalam aula ini, hikmat mendengarkan
suara yang berasal dari atas podium.
Hati
kecilku memuji sang pemilik perusahaan. Ia sungguh mulia mengarahkan seluruh
karyawan dan mengajarkan untuk memulai aktifitas melalui doa. Tak pernah
kutemukan seorang pimpinan maupun pemilik perusahaan yang membimbing seluruh
karyawannya untuk mengawali aktifitas dengan berdoa.
Tak
terbayangkan olehku. Perusahaan ini sangatlah lengkap sekali. Kantor yang megah
dengan management yang tertata rapih. Pabrik khusus untuk produksi pun ada,
bahkan sebuah rumah sakit disediakan oleh pemilik perusahaan tersebut. Keamanan
dan kenyamanan bagi karyawan disediakan. CCTV terpasang di setiap pojok ruangan
dan mungkin saja terpasang juga di areal yang tersembunyi. Begitu perdulinya
beliau terhadap seluruh karyawan yang bekerja di perusahaannya.
Semua
bangunan saling berhubungan. Ada sebuah lorong yang menghubungkan antara
bangunan satu ke bangunan lainnya. Bukan seorang arsitek biasa yang memikirkan
sedemikian rupa detail bangunan tersebut. Aku sangatlah bersyukur dapat diizinkan
bergabung menjadi salah satu karyawan di tempat ini. Meskipun aku hanya seorang
Office Boy yang bekerja membersihkan seluruh ruangan di bangunan megah dan
mewah.
Ritual
yang sangat indah. Tapi meresahkan jiwa yang tak terbiasa. Hati tenang dan damai
sejahtera melingkupi. Namun ragaku tak berdiam dalam tubuh. Pikiranku melalang
buana berkelana membantah keadaan yang ada. Mataku berkeliaran kesana kemari
dan kepala berpaling arah kanan kiri melihat mereka semua yang berdiam diri
sungguh-sungguh dalam permohonan doa. Sementara aku. Aku hanya mengawasi mereka
semua dalam kebodohan yang tak pernah kulakukan.
Aku
tidak sendiri membersihkan gedung sebesar dan seluas ini. Ada beberapa team
yang dibentuk dan terbagi dalam tiga shift. Hari ini aku mendapatkan jadwal
pagi. Menurut cerita dari salah satu temanku. Mengawali aktifitas berdoa
sebelum bekerja, tidak hanya dilakukan setiap pagi saja. Melainkan shift dua
dan tiga pun memulai kegiatannya dengan doa.
Tanpa
ada pengecualian ataupun alasan menolak untuk ikut mengawali kegiatan dengan
berdoa. Ada banyak hal yang kudapatkan dan pelajari di tempat ini. Tugasku
selanjutnya, setelah membersihkan gedung seberang. Kini aku membersihkan gedung
yang terdapat lorong yang begitu panjang. Disisi lorong ada kamar yang
bertuliskan sebuah nama pemiliknya. Pintu itu terkunci dan tertutup rapat.
Kembali ku memuji sang pemilik perusahaan ini. Sungguh bijaksana sekali dalam
memperhatikan karyawan. Beliau menyiapkan tempat untuk seluruh karyawan dan
kamar-kamar tersebut, hanya satu orang pemiliknya.
“Apakah
ada kamar untukku?” Hatiku mengharapkan ada kamar yang tertera namaku di depan
pintu. Tersenyum sendiri dan membayangkan kamar bertuliskan namaku. Sedikit
berharap, walaupun tak banyak yang kuharapkan. Aku menyadari. Bahwa aku baru
bergabung di perusahaan ini. Aku tak dapat memasuki areal tersebut. Tugasku
hanya membersihkan areal lorong depan pintu kamar yang tertera nama di
pintunya.
Namaku
Keyndi. Aku menimba ilmu di salah satu Universitas di kota ini. Aunty
Handsomeku yang selalu hadir dan menutupi segala kenakalan yang aku perbuat.
Mommy dan Daddy tidak pernah mengetahui permasalahanku. Aku bukan hanya si
Penakluk Hati wanita, tapi juga seorang yang suka berkelahi maupun tawuran. Aku
selalu berada di barisan depan demi membela teman-temanku.
Tak
pernah aku memikirkan diriku sendiri dengan resiko yang aku hadapi. Ketika
teman maupun sahabatku bahagia itu adalah sebuah kesenangan untukku. Bagi
mereka aku adalah seorang sahabat yang senang menolong orang lain dan tempat
curhat yang paling asyik. Mereka merasa nyaman bersamaku dan semua berpikir
bahwa aku adalah seorang pembela untuk mereka. Aku sangat dikenal kejam, galak,
bandel, jagoan sekolah dan sangat susah diatur.
Ada
satu hal yang sangat mereka pahami dalam diriku, bahwa aku manusia yang tidak
pernah takut pada siapapun. Karena itulah banyak hati wanita yang
berlomba-lomba untuk jadi kekasih. Walau semua gadis tahu, kalau aku adalah
player heart women. Tapi mereka tidak memperdulikan sikapku yang suka
gonta-ganti pacar, dan banyak hati wanita yang terluka.
Panasnya
terik matahari hingga
menusuk ke ubun-ubun kepala. Halaman parkir yang cukup luas untuk menjejerkan
kotak beroda empat dan roda dua tertata rapih. Pohon-pohon yang terlihat sombong berdiri tegak dengan
daunnya yang rimbun mengisi kekosongan tempat ini. Dengan gembiranya debu
bertebaran tersapu oleh angin dan berlabuh di wajah, menyisakan serpihannya di
mata.
Patung Buto
yang tak pernah pindah, selalu setia menyambut kedatangan para tamu dan
melintasinya memasuki halaman. Suasana siang ini begitu riuhnya dan ramai oleh
segerombolan masa yang menyerbu kantin. Dari kejauhan terlihat sang penjaga tempat ini, tertidur
lelap dan menyisakan sebatang rokok di tangan yang masih menyala.
“Hmm...kebiasaan. Paling bentar lagi bangun..” Aku menggelengkan kepala
melihatnya. Tanpa sengaja parodi kecil muncul dalam otakku terlintas begitu
saja. Adegan yang paling aku sukai, ketika ia tertidur dan lupa membuang rokok
yang masih tertinggal di tangan. Aku tersenyum sendiri, seolah-olah aku meledek
tanpa sepengetahuan ia.
Gedung ini
cukup menampung banyak masa untuk mencari ilmu. Salah satunya adalah diriku.
Iya. Aku terdampar di kota ini. Kota yang menurut ku asing untuk di tinggali. Tapi di sinilah semua
kenangan itu terukir. Aku dan
sebuah kenangan. Tempat favoritku untuk menikmati pemandangan dari
kejauhan. Banyak cerita yang aku temui dan dapatkan. Mataku liar menjelajah ke
setiap sudut, berharap menemukan sosok yang kucari. Cerita. Iya, cerita yang
membuat aku berimajinasi dan membuat sesuatu drama dalam otak dan menghibur
diri ketika aku penat.
“Hai...Key. Koen ngelamun ae. Awan iki koen
onok kelas, ngak?! Lek, ngak onok kelas. Melok aku, yo. Cangkruk nang omah e koncoku.” Aku terkejut.
Tiba-tiba pundakku di tepuk. “Sial”
Umpatku dalam hati. Nih...bocah demen banget die, yak...ganggu khayalan
gw.
“Kagak. Emang nape, dah...” Sejak aku
menginjakkan kaki di kota ini. Dialah sahabatku yang selalu menganggu dan
memperkenalkan keindahan kota ini padaku.
Kota yang bersih dan sangat terkenal dengan
sebutan Kota Pahlawan. Kota yang memiliki catatan penting di negeri ini. Bukan
saja untuk negeri. Tapi untuk diriku pun menjadi suatu catatan utama dalam
hidup. Kendaraan di jalan tidak terlalu padat dan tak ada sedikitpun kemacetan
dimana-mana. Ruas-ruas jalan tertata rapih, sehingga memikat hati untuk kembali
ke kota ini.
Ku abaikan
laju kencang motor yang di kendarai Bagus. Tak kudengar ia bercerita tentang
keindahan kota asalnya. Suara dan logat kental yang ia ucapan terbawa oleh
angin. Aku meringis kecil melalui kaca spion yang ditujukan padaku. Karena aku kurang mengerti akan bahasanya.
Mulutnya tak pernah berhenti dan lelah bercerita, meskipun aku tak mengerti apa
yang ia sampaikan. Perjalanan panjang
telah kami lalui. Dari satu lampu merah ke lampu merah lainnya.
***

kelinci99
ReplyDeleteTogel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
yukk daftar di www.kelinci99.casino
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
ReplyDeleteDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny