Cermin
Retak
Angin
berhembus membawa kesejukkan, menyapa dedaunan yang terdiam. Dalam kelam aku
tenggelam, mengharapkan cinta menebarkan kebahagiaan. Sekeping hati
dikehidupan, meluluhkan diri dalam ketakutan. Aku berlari meraih mimpi untuk
mendapatkan kedamaian dan kenikmatan cinta dikehidupan. Tangan lembut membelai
aku penuh kasih sayang. Mengajak diriku menatap awan terang menuju Surga.
Terpesona aku dalam kedamaian, meninggalkan sejenak ketakutan yang membayang.
Ketika kuterjaga di kala fajar, namun cinta itu tak kudapati. Penderitaan dari
kelembutan cinta, merobek hati hingga terluka. Bias cinta itu sirna bersama
awan gelap yang mengiringi suasana jiwa.
“Papa,
Mama. Papa, Mama, Kakak.” Aku memanggil
dengan suara lantang. Mencari sesosok yang kusayang. Sambil berlari berteriak
memanggil seseorang yang telah hilang.
Dalam
kamar yang remang oleh cahaya. Lihatlah koleksi tokoh-tokoh kartun yang
lengkap, seperti : Lucky Luke, Bart Simpson, Tin Tin dan tokoh-tokoh kartun
lain yang terpajang di atas lemari dan tertata rapi di kamarku. Dan beberapa
mobil mainan berada disisi ranjang. Dari sekian banyak koleksi kartun yang aku
miliki. Hanya kartun Tin Tinlah yang paling kusuka. Bahkan aku pun memiliki tokoh
boneka kesayangan, untuk menghantar diriku terlelap setiap malam. Sebuah
selimut bergambar mobil McQueen menutupi tubuh mungilku yang terbaring dalam
kegelapan. Mata yang terpejam, sementara hati penuh kegelisahan. Tubuhku
bergerak ke kanan dan ke kiri, keresahan menyelinap masuk kedalam.
Malam
yang kelam membuat suatu kesunyian menghantar tidur yang tak dapat terlelap.
Buaian mimpi indah dengan memiliki keluarga harmonis dalam cinta telah sirna.
Pecahan kaca yang terjatuh ke lantai, membuat suatu keributan di tengah malam.
Suara keras itu membuat diriku terjaga. Terdengar dari dalam papa dan mama
sedang bertengkar. Tak tahu apa yang sedang terjadi di luar kamar.
“Apa
yang sudah kau lakukan?” Suara mama yang sangat keras, hingga terdengar ke
dalam.
“Aku
tidak perduli. Aku akan menceraikanmu.” Suara papa begitu lantang menjawab.
Terdengar pukulan sampai mama menjerit ke sakitan.
Serpihan
barang pecah belah bertaburan. Suasana malam yang tenang menjadi suatu
ketegangan bagiku. Aku terduduk di bawah samping ranjang, sambil memegang tokoh
boneka kesayangan di tangan. Ketakutan hadir menghinggap dalam tubuh. Kututup
kedua teliga dengan tangan. Seolah-olah tak ingin mendengarkan pertengkaran
mereka. Sebuah rumah impian. Rumah yang sempurna yang aku dambakan. Lambang
kebahagaian.
“Jaga
ucapanmu. Anak-anak sedang tidur di kamar.” Bantah mama keras. Bukan sekali ini
saja aku mendengar mereka bertengkar. Terlintas di mata ada lebam biru, serta
darah yang mengalir dari bibir. Sudah pasti terkena hantaman keras. Tak ada
lagi kegembiraan, tak ada lagi tawa canda yang tersisa, hanyalah luka. Sebuah
luka yang tergores dari peristiwa malam ini. Kusembunyikan wajah di balik
boneka dan cucuran airmata yang berlinang.
Aku
tak dapat melakukan apa-apa. Lampu kamar yang remang menutupi kecemasan. Suara
keras terdengar dari celah-celah lubang angin di dinding kamar. Bergema seperti
harimau yang mengaum dalam goa dan siap menerkam sang lawan.
Tak
berapa lama kemudian mama yang hanya terdengar suaranya saja, membuka pintu
kamar dan menyalakan lampu. Ia menghampiri ku yang bersandar di tepian ranjang.
Dengan menyembunyikan wajah dari ketakutan yang menari-nari. Mukaku menampakkan
guratan kesedihan saat dirinya menghampiri. Pelukkan erat diiringi airmata.
Hatiku penuh dengan kekecewaan dan dendam terhadap papa yang sudah menyiksa tanpa
ada belas kasihan, hingga membuat luka disekujur tubuh wanita yang kusayang.
Betapa sakitnya hati ini melihat perlakuan makhluk buas seperti monster kejam
dan tak memiliki belas kasihan.
Mentari
pagi mulai tampak gagah melalui sinarnya. Cahaya itu mengisyaratkan,
pagi ini adalah sebuah dunia yang baru untuk dituliskan dalam lembar kehidupan.
Aku pria kecil yang terlihat sangat menikmati tokoh mainan kesayangan. Dan
meletakan tokoh-tokoh tersebut di atas meja ruang tamu sambil memainkan. Kakak
menghampiri ku yang sedang asyik bermain dan membawakan sebungkus biscuit serta
segelas susu. Sepotong biscuit disodorkan kedalam mulut. Tanpa membantah
sedikit pun, mulut ini terbuka menyambut biscuit yang sudah berada di pinggir
bibir. Setelah ia menyuapi sepotong biscuit, berlalu pergi dan membiarkan
diriku kembali bermain.
Begitu sibuknya mama pagi ini dan berlalu
keluar dari kamar dengan berpakaian rapi. Ia menghampiri telepon yang
tergeletak di atas meja. Tangan halus penuh cinta meraihnya. Jari-jari lentik
dengan lincah memencet nomor telepon yang ia tuju. Aku yang sedang bermain
dengan koleksi tokoh kesayangan, memalingkan wajah dan mengarahkan salah satu
koleksi mainan ke dirinya. Pikiran ku mencoba menerka, salah satu jagoan dari
koleksi mainan yang aku miliki dapat melindunginya yang selalu tersakiti.
“Baiklah. Saya sudah mempersiapkan semua.
Nanti saya akan kabari secepatnya, saat saya sudah di tempat.” Begitu serius ia
berbicara dengan seseorang melalui telepon. Sambil tersenyum, aku kembali
meletakan tokoh jagoan yang berdampingan dengan mainan yang lain. Setelah
selesai ia berbicara lewat telepon dan kembali menghubungi seseorang.
Pagi yang terlihat sibuk. Sampai-sampai ia
tidak menyadari diriku telah menyiapkan seorang jagoan untuk melindunginya. Kakak
menghampiri keseruan yang aku lakukan. Dirinya
begitu penuh kasih dan bertanggung jawab untuk mengurusku sebagai jagoan
kecil yang asyik bermain dalam dunianya.
“Apa yang sedang kau lakukan dengan semua
jagoanmu itu?” Keingintahuannya, membuat diriku semangat untuk memperlihatkan
semua apa yang aku miliki.
“Ini adalah jagoanku. Namanya Lucky Luke.
Ia akan melindungi mama dan kakak dari orang jahat.” Aku menyerahkan tokoh
jagoan kepadanya. Dan menceritakan satu persatu prihal seluruh jagoan yang
berada di atas meja tamu. Ia pun mendengar keseruanku bercerita. Keakraban dan
kemesraan diantara kami terlihat di pagi ini. Kakakku kagum akan cerita seru yang didapatkan dari
adik laki-lakinya. Ia pun memegang tanganku yang mungil tersebut dan tawa kecil
yang kami keluarkan.
“Kamu sangat pintar sekali dengan
menceritakan seluruh tokoh jagoanmu.” Sambil membelai rambutku. Sungguh begitu
senang ia kubuat melalui cerita yang didengarkannya. Pelukan hangat diberikan
sebagai tanda terima kasih untuk ceritaku. Mama telah selesai dengan urusannya.
Ia menghampiri kami yang dilapisi kebahagian kecil pagi hari. Tawa riang itu
terhenti. Aku menoleh kearah mama.
“Ini untukmu mama. Mama harus membawanya
kemanapun. Sebab ia akan menjaga mama dari orang-orang yang akan melukaimu.”
Sambil menyerahkan tokoh jagoanku. Senyum penuh cinta terpancar dari wajah
polosku untuk sang mama. Wajah ini terbias cahaya kebahagiaan. Aku pria kecil
berusaha menunjukkan perlindungan untuknya. Kakak perempuanku yang sejak tadi
menemani diriku bermain, tersenyum senang.
“Apa yang harus kulakukan dengan jagoanmu
ini?” Ia menerima pemberian dari anak laki-laki kecilnya. Bentuk kasih sayang
yang aku berikan. Mereka tak mengetahui kehancuran hati yang kurasakan.
Peristiwa semalam merobek luka dalam diri.
Di samping halaman rumah dengan tanah yang
cukup luas untuk bermain. Meskipun ada jemuran yang bergelantungan membuat
pemandangan alam menjadi tidak indah, dan terdapat dua keranjang di bawah pohon
yang rindang, untuk menaruh hasil ladang serta tampah di atasnya. Di sisi
tembok sebelah kanan ada sebuah mobil mainan terpakir tenang dan di sisi tembok
sebelah kiri pun ada juga sepeda beroda empat yang terdiam seperti tanpa ada
pemiliknya. Aku duduk di tengah dua kendaraan yang berdiam di sisi tembok.
Semua mainan kesayanganku ada di atas meja
kayu kecil dan di hadapanku ada sebuah bangku kayu yang tak berpenghuni. Selain
diriku ada seorang laki-laki yang seusia denganku sedang asyik bermain bola. Ia
menedang dan mengejar kemana arah bola itu pergi. Tak sedikit pun aku
menghiraukannya. Sama-sama menikmati permainan dengan dunia kami. Bola
mengelinding tepat di samping kakiku. Aku yang asyik bermain dengan tokoh
mainanku, berpaling focus dengan kehadiran bola yang menghampiri. Tubuhku
tertunduk meraih bola dan memberikan kepada pemiliknya.
“Kita main bola, yuk.” Ia
memantul-mantulkan bola ke tanah dan melemparkan berulang-ulang ke tembok untuk
mencari perhatian, agar bisa bermain bersamaku. Aku hanya menggelengkan kepala,
menolak secara halus dan beralih ke mainan yang
kumiliki.
Matahari telah mulai pudar sinarnya,
menandakan gelap akan datang. Pergeseran waktu telah hampir tiba. Diriku masih
terlena dalam dunia tokoh jagoan, sehingga tak kuhiraukan hari hampir gelap.
Aroma masakan terbawa oleh angin dan menembus ke indra penciuman. Menandakan
saatnya makan malam telah disiapkan. Wangi itu mengusik dan mulai merasuk.
Membangunkan organ-organ tubuh yang tertidur lelap. Rasa lapar kini mulai
bergejolak dan memberikan sebuah nada
keras hingga terdengar di telinga. Makan
malam pun tiba. Aku berada di tengah keluarga yang tak dikenal. Hidangan telah
tersedia di meja makan.
Piring telah tertata, nasi dan lauk ikan
serta sayuran meramaikan meja makan malam ini.
Mereka dengan lahap menikmati santapan yang berada di atas meja.
Sementara aku, hanya melahap nasi putih yang dihidangkan oleh tuan rumah.
Miris, sedih hatiku. Tapi tetap kunikmati makanan tersebut. Aku menyadari,
bahwa diriku hanyalah orang asing yang tinggal sesaat saja di tempat ini.
“Kamu harus makan yang banyak, yah…nak.”
Seorang ibu yang ada dihadapanku, memberikan lauk pada anaknya. Mereka begitu
harmonis terlihat berada di meja makan. Tak satu pun diantara mereka yang
menghiraukan diriku.
Dalam pembaringan yang remang sedikit
cahaya yang menerangi kamar. Aku menangis teringat akan kakak yang begitu
sangat mengasihiku. Mama yang sangat sibuk dengan segala macam urusan mengenai
pekerjaan. Dan aku harus dikorbankan untuk berpindah-pindah rumah untuk
dititipkan ke tetangga. Masa yang kurindukan, ketika mama dan aku berjalan
bersama ke sebuah super market.
“Apa kamu ingin mainan ini.” Mama
memberikan sebuah mainan yang aku sukai. Tapi aku menolaknya. Tak diduga oleh
mama, aku langsung memeluknya.
“Aku tak inginkan apapun. Aku hanya
menginginkan selalu bersama mama dan kakak.” Air mataku membasahi bajunya. Ia
pun menangis dan memelukku dengan erat. Rasa bersalah hadir dalam dirinya. Tapi
ia pun tak berdaya akan situasi yang saat ini.
Ia memisahkan seorang adik dengan kakak,
sementara dirinya tak dapat mengurus pria kecil yang membutuhkan perhatian dan
kasih sayang. Mama pun harus bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan. Dengan
berat hati dan terpaksa, menitipkan buah hatinya ke tetangga dan sering kali
berpindah-pindah rumah. Hatinya pun terkoyak mendengar tangisan dari anak
laki-laki yang ia sayangi. Tak bisa dihindari keadaan yang telah terjadi dalam
hidup. Tak sedikit pun ia mengetahui apa yang terjadi pada pria kecil yang
dititipkan kepada tetangga.
Kutelusuri
anak tangga menuju loteng rumah. Tempat aku bersemayam dalam kesepian dan
kesedihan. Loteng yang kotor dan
berdebu, tak seorang pun yang datang untuk menyentuh. Ada sebuah lukisan yang
terpajang di dinding ruang yang gelap, ku nyalakan beberapa batang lilin.
Tampak terlihat aku sedang melakukan sebuah ritual permintaan. Menatap sebuah
lukisan yang mulai terlihat kusam oleh debu.
“Apakah
Kau benar Tuhan?” Wajah polos tetap menatap lukisan yang berada dihadapanku.
Api lilin meliak liuk kesana kemari mengikuti arah angin yang singgah dalam
baranya api.
“Kalau
Kau benar Tuhan, bisa janji satu hal padaku?
Angin bertiup kencang, memadamkan bara api
yang berasal dari batang lilin. Gelap. Kegelapan kini telah datang.
***

PinoQQ
ReplyDeleteMAINPINOQQ.COM | MAINPINOQQ.ORG | MAINPINOQQ.INFO |
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID terbaik nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 9 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsasusun
• Domino99
• Poker
• BandarPoker
• Sakong
• Bandar66
• PerangBaccarat
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA : +855 96 978 7541
• LINE : pino_qq
Daftar PinoQQ
PinoQQ
PinoQQ
Agen BandarQ
Kartu Online
PinoQQ
Judi Online
AgenSakong
BandarQ
kelinci99
ReplyDeleteTogel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
yukk daftar di www.kelinci99.casino
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
ReplyDeleteDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny