Wednesday, April 29, 2020

Corona Covid-19_Adaptasi Mutasi





 11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret  2020 (design By : Ade Dame)


Respon Memang Sangat Penting
Penulis : Ade Dame Kondel

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

"Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi"

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

Mengatasi Kecepatan & Percepatan Adaptasi Mutasi Jero Corona dan Hawa Jero Covid 19.

Narasi 4:
Gelap gulita menutupi tanah hati. Tak ada satupun orang yang dapat meraba ruang hitam menembus nurani. Aku akan tetap bertahan dalam menjalani hidup di ruang gelap ini.

Setitik cahaya tak dapat lagi menyinari. Tapi. Hidup terus berputar bagai roda pedati.

Meskipun dalam kesendirian, aku tak takut menjalani.

Keheningan dalam kamar pun terjadi. Rintik hujan deras, jatuh kepermukaan bumi. Suara detak jantung jam terdengar jelas dan memecahkan kesunyian ruang.

Keputus asaan membuat diri menjadi patah arang.

Dimanakah Tuhan dan tak dengar lagi suara alam. Aku seperti zombie yang berkeliaran, mencari darah yang harus ku hisap untuk bertahan hidup.

Pandanganku telah kosong menatap keluar.  Tak ada harapan maupun impian. Semua gelap, yang terdengar hanyalah suara kematian.

Makna
Dalam hidup selalu ada masalah. Masalah adalah goresan cerita untuk kehidupan kita. Permasalahan yang terjadi saat ini, menjadi sebuah perdebatan dan saling menyalahkan satu sama lain. Banyak pertanyaan yang muncul dan gossip-gosip murahan diperbincangkan.

Semua mulai menerka-nerka penyakit yang mewabah keseluruh dunia berasal dari hewan, yakni kelelawar, dan belakangan, dikabarkan juga muncul dari trenggiling.

Ke longor an mulai bermunculan, virus satu ini  merupakan buatan manusia.

Berita ini menjadi spekulasi yang menyedot atensi masyarakat global, termasuk di Indonesia.

Pikiran bodohku mulai menerka dan menganalisa melalui akal yang tak sehat.

Tuhan memberikan sebuah ide atau mungkin saja salah satu ilmuwan biologis kesurupan.

Hingga terjadilah Covid-19 ini. Ketakutan, kekhawatiran, kecurigaan, kecemasan dan banyak hal yang bermunculan dalam benak jiwa manusia manusia longor dan dilongorin juga mau dan doyan sekali.

Penjara.

Kita semua terbelenggu dalam situasi sebersalah dan menyalahkan.

Ruang gelap yang terbenteng dengan kesombongan dan mengandalkan kepintaran yang dangkal.

Menenggelamkan kita dari satu kelongoran ke longor an yang lainnya,

oleh keserakahan dan ketakutan.

Tanpa kita sadari semua turut campur tangan Tuhan, untuk mendidik dan memperlihatkan derajat kelongoran manusia yang ingin menguasai alam, menindas alam, menggantikan alam dengan produk sintesis kepintarannya yang dangkal.

Otak bodohku kembali bertanya-tanya mengenai wabah ini.

Covid-19 seperti TBC akut yang dapat menular.

Tahukah kita atau mungkin tanpa kita sadari, didalam tubuh manusia sepenuhnya adalah tersebar secara merata terdiri dari element air.

Virus Covid-19,  saat memasuki keseluruh tubuh ia akan menyatu dengan element air tersebut, mempelajari karakter dan pikiran perasaan manusia manusia yang dihinggapi darah dan airnya tersebut, membaca kepintaran yang longor dan kelongoran yang merasa pintar tanpa Alam dan Tuhan semesta alam dan seisinya.

Kecerdasan, kemampuan beradaptasi dan bermutasi dari Virus Covid 19 ya belajar dari air darah air darah yang disusupinya hingga sempurna belajar kepintaran, belajar kecerdasan, belajar kelongoran manusia demi manusia tersebut yang meregang menghembuskan nafas terakhirnya.

Virus Covid 19 itu akan bergerak cepat setepat seiring detak detik denyut pacu jantung yang bersangkutan, yang bakal sungguh sungguh bekerja mempengaruhi kegiatan dari 30 - 40 Trilyun sel sel seluruh tubuhnya, terutama sel-sel darahnya. Sehingga melumpuhkan jaringan yang ada disekujur tubuh. Berhenti, kaku, diam dan tak bekerja semana fungsinya.

Narasi 4 berlanjut :

Mentari hatiku terlihat murung. Tak tampak sinarnya menerangi jiwa. Bias cahayanya tertutup awan mendung. Awan gelap telah membungkus wajahnya. Tak terlihat terang lagi dirinya yang begitu riang. Aku hanya tertunduk sedih merasakan udara dingin dari jiwanya yang telah terhilang. Seburat cahaya mentari menyinari, menyiluakan suasana hati. Kerinduan melanda bumi, merisaukan gelora jiwa, menghantui nurani. Tak dapat ku pungkiri, rasa rindu merasuki kalbu. Akankah semua ini berlalu.

Makna
Kejiwaan akal sehat dan akal waras manusia mulai diuji kebugaran dan daya ketangguhannya, mampukah menghadapi guncangan demi guncangan, tergoyahkankah menemui kelongoran demi kelongoran yang akut dan kronis, kepentingan sosial politik yang menyerang setiap sel sel dan sendi sendi hidup kehidupan, serti daya kerja dan daya serang virus covid 19.

Kekayaan, jabatan, kehormatan tak mampu menghadapi masalah virus Covid 19 ini.

Alam membawa kita pada titik cahaya yang menyinari jagat raya.

Air yang telah hadir sebelum kita ada diciptakan, membawa seluruh makhluk dalam kehidupan yang mengoreskan sebuah cerita dari-Nya.

Prediksi negative mulai berceceran dimana-mana tentang prahara yang bakal cikal cekalnya terjadi di mana saja.

Semua berjaga-jaga dan siap siaga akan ada gejolak social politik dan politik sosial yang melanda, dan mengarah kesuatu sudut ruang prahara tindakan anarkis oleh karena dampak dari pademi Covid-19  yang terus tak jelas dan semakin tidak diperjelas oleh aktor aktor para pemain politik kepentingan dan kepentingan politik di dalam dan di luar negeri, sama sama doyan ber kong kali kong dan pingin menonjol jadi king of the king, quen of the great quen.

Siapkah kita?!!

Perekonomian mana yang digadang gadang paling unggul, ideologi mana yang paling hebat, agama sosial politik mana yang paling terdepan, budaya sosial politik mana yang paling unggul, saat hawa maut datang tak pandang bulu, bulunya siapapun tanpa terkecuali kayak miskin, sipil militer, raja gempel, bergelar dan.tak bergelar, saat maut datang yang melilit kita akan menyentuh liang lahat yang berkaitan dengan aset nyawa human capitak kita, dan energi daya tahan pangan perut kita semua ini.

Keadaan ini membuat seluruh pelosok penjuru negeri dan dunia menjadi kesulitan atas keselamatan nyawa dan kebutuhan perut setiap hari.

Hari demi hari semakin parah, kuatkan semangat biar kita semua tak lemah. Harapan Positip harus ada, Tindakan Positip Harus Tetep Ada, Melakukan Hal Hal yang positip harus selalu ada dan tetap terjaga ada.

Masa-masa sulit ini kita semua tidak mengetahui sampai berhenti kapan.

Jika kita tidak berpikir dengan cepat, barangkali pintu kiamat akan menghampiri kita.

Kebodohan dan Kelongoran mempercepat Takdir.

Kepintaran yang longor dan longor yang sok pintar justru memperparah BENCANA dan mempersempit Ruang Pembelajaran dan Ruang Enerjologi Akal Sehat Kita, Akal Waras Kita yang seharusnya semakin deras cepat kilat melesat hadir bangkit menuju sempurna.

Tapi. Selama kita semua dapat bersatu padu dan bergandeng tangan dalam sinergitas akal sehat, sinkronitas akal waras lintas profesi, lintas agama, lintas budaya, lintas bidang, lintas generasi menuju keobyektivan kepemimpinjan air yang satu dan sama, bumi yang satu dan sama, api yang satu dan sama, tanah yang satu dan sama, udara yang satu tapi sama. semua akan dapat segera teratasi secara perlahan-lahan dan pasti.

Karena sedzatinya sejatinya tak ada air, api, tanah, udara, cahaya yang satu dan sama, tanpa Sang Pencipta yang satu dan Sama.

Tuhan yang satu dan sama inilah yang sering dilupakan dan diabaikan kesedzatian kesejatiannya.

Tuhan yang satu dan sama inilah yang bakal melebur dan merenovasi semua kepentingan politik dan politik kepentingan yang sesungguhnya sumber momok, otak dan sutradara serta pengembala besar di balik aktor aktris maestro sang virus corono covid 19 ini adanya.

Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna
Lihatlah Ibu Pertiwi yang sedang bersedih, saatnya menuju Ibu Pertiwi yang bersenang hati.

Merah Putih yang berkibar di atas tiang berkorban dibakar teriknya matahari dan bertahan di terpa angin dan hujan.

Waktunya menjadi tiang penjuru Indonesia Mengendonesia Lahir Baru 2020.

Jangan kita biarkan seorang ibu itu menangis karena ulah kebodohan kita sendiri.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.

Makna
Ada sebuah gambaran cerita dari seorang tukang cukur rambut. Profesi yang ia kerjakan dalam kesehariannya.

Sebuah kata yang ia ucapkan kepada seorang pelangan. Bahwa dirinya tidak percaya akan adanya Tuhan. Si pelangan cukup terkejut atas ucapan yang dilontarkan oleh si tukang cukur tsb.

Dengan begitu tenangnya ia berkata, jika memang Tuhan ada. Mengapa begitu banyak orang tersakiti…?

Begitu banyak anak yang terlantar dan orang-orang sakit. Tuhan itu tidak ada, kawan. Karena jika Dia ada. Tidak ada penderitaan. Tidak
akan ada kesusahan di Bumi.

Saya tidak bisa mengerti bagaimana bisa kalau ada Tuhan. Dia biarkan semua ini terjadi. Si pelangan terdiam dan tak dapat menjawab apa yang baru saja dikatakan.

Perkataan itu terus tergiang di telinga dan menari-nari gembira dalam otak untuk menjawabnya.

Akhirnya ia keluar dari barber shop dan saat ia berdiri di muka pintu.

Sebuah jawaban itu muncul ketika dirinya menoleh pada seorang pria yang berambut panjang. Ia kembali masuk kedalam Barber shop dengan membawa pria berambut panjang tsb kehadapan si tukang cukur. Dan berkata kepadanya. Apa kamu tahu. Bahwa tidak ada tukang pangkas rambut. Si pemilik Barber shop tersingung atas ucapan pelangannya. Lalu kamu panggil saya apa? Pria yang menjadi langanannya tersenyum atas perkataannya yang membuat kesal pemilik Barber shop. Kembali lagi ia berkata pada si pemilik. Tukang pangkas rambut tidak ada, karena jika mereka ada. Tidak akan ada rambut panjang seperti pria ini. Si tukang cukur semakin kesal. Kekesalannya terulang dan berkata. Tukang pangkas rambut itu ada. Masalahnya dia tidak datang padaku! Tepat. Itulah maksudnya! Tuhan itu ada. Masalahnya mereka tidak mau datang menemui-Nya! Itulah sebabnya kawan. Begitu banyak penderitaan dan kesusahan di Dunia ini. Kunci jawaban dari permasalahan yang terjadi saat ini adalah. Bagaimana caranya kita menemui Sang Ilahi dengan bersatu dari tiap bagian kepercayaan dan keyakinan kita masing-masing.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Makna
Ia tak terlihat. Tapi ia nyata. Virus Covid-19 melanda seluruh Dunia.

Tapi Ingat Secepat Sekilat dirimu nenemui Tuhan Sang Penciptamu, secepat dan seperti kilat itulah

Sang Saka Merah Putih Indonesia Raya Lahir Baru 2020.

Sang Saka Merah Putih Indonesia berkibarlah Mengendonesia Raya Indonesia Lahir Baru 2020.

Sang Saka Merah Putih Ibu Pertiwi Segera Secepat Kilat Segera Bersenang Hati, Ibu Pertiwi sedang berbunga hati, Ibu Pertiwi sedang bersuka hati, Ibu Pertiwi sedang berbahagia hati.

Respon Memang Sangat Penting.

Editor :  Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno

Saturday, April 25, 2020

Respon Enerjologi

 11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret  2020 (design By : Ade Dame)


Bunda Susi Sri Susmini Pendoa Nusantara Indonesia baru 2020


Respon Memang Sangat Penting
Penulis : Ade Dame Kondel

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

"Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi"

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

Fokus pada Maksud Tujuan CiptaanNya dalam Episode Novel Jero Corona dan Jero Covid 19.

Narasi 3:
Angin berhembus sangat kencang, Hampir saja perahu ku tenggelam, Ku tarik layar hingga terkembang, Tak ku biarkan badai menghantam.

Dalam kesesakanku, Kau bri kedamaianMu. Dalam keraguan, ku temukan wajahMu. Kau gores kan penaMu dengan membuat cerita indah untuk hidupku.

Sakit, lelah tak mampu aku terima.

Dalam bait-bait paragraf dan spasi yang di tulis kan dalam bab hidupku. Aku berontak dan mengucapkan "Is not fair." Tuhan menuliskan cerita yang tidak sesuai untuk aku jalani.

Bertubi-tubi konflik batin Tuhan tulis untukku. Aku menjalani peranku sebaik mungkin. Ucapan kesalku terlontar.

Tuhan curang. Kenapa aku selalu diberi peran, untuk memerankan kisah derita dan penderitaan.

Jenuh, bosan.

Tapi. Cerita itu yang Tuhan tulis untuk aku perankan.

Sebuah cerita yang akan dibaca, didengar dan dilihat orang.

Makna
Badai kehidupan menyerang seluruh Dunia dengan adanya wabah ini.

Mungkinkah hal yang terjadi untuk sebatas dan sejauh dunia material dalam satu wadah satu bumi, satu order saja, telekomunikasi patuh dunia, kayak dunia robotikum tanpa jiwa dan nurani, dunia semata mata yang hendak menyatukan peresmian perekonomian Global semata mata antar bangsa bangsa dan negara negara di seluruh bumi dunia ini adanya.

Maka  benarkah Tuhan, alam dan manusia sepakat secara pragmatis dan fatalis hanya sekedar untuk memutuskan satu system pemerintah atau satu system peradaban baru (mata uang baru, system keuangan antar pemerintah yang baru di seluruh dunia, system komputerisasi terpusat di seluruh dunia red.) yang dipromosikan dan dipropagandakan sebagai System One World Order menjadikan yang nampak pada pertumbuhan pengernalan dan aplikasi system komputerisasi IT Informasi Teknologi Milenial Global 4.0.

Atawa Tuhan, Alam dan Manusia secara Esensi Substansi bersedia terbuka untuk menyelaraskan semua dimensi multi dimensi berfungsi dan bermanfaat utuh total komprehensip holistik di jagad besar jagad kecil beroperasional sesuasi maksud tujuan diciptakanNya atau memilih bencana global dan jaman semesta raya dengan ambisi naluri hasrat untuk menguasai peradaban Dunia demi segelintir bangsa dan kelompok kelompok elite, ecclusive, paranoid dan steril terhadap makhluk ciptaan Tuhan lainnya di luar system dan diri kelompok mereka sendiri adanya.

Seperti pada permainan perebutan balon, yang dirancang untuk mereka yang paling banyak memiliki balon yang paling menang dan berkuasa, yang ujung ujungnya semua cakar cakaran babak belur, tak ada balon yang di dapat dan tak ada yang menang tak ada yang memperoleh balon terbanyak, semua hancur meletus tanpa sisa dan sia sia.

Permainan Balon tersebut adalah gambaran kepemimpinan dunia fatalis pragmatis materialis yang pernah kita mainkan dan sekarang sedang kita alami kita pilih untuk kita agung agungkan di seluruh lini hidup kehidupan kita.

Mungkin kalian lupa atau pura-pura lupa akan permainan ini.

Dalam kondisi seperti sekarang ini bukanlah saatnya unjuk gigi yang lemah mudah digoyahkan dan yang kuat akan bertahan.

Tapi bagaimana kita berperan untuk mengambil sikap dalam ruang waktu  massa saat ini, yang membuat kita keluar dari kesesatan permainan balon novel jero corona dan jero covid 19, memilih terus menerus tersesat atawa segera keluar belajar cepat berubah dan beradaptasi secara merdeka dewasa dan menjadu manusia seutuhNya mengerti dengan mengkondisikan imun untuk Iman kita secara universal, lintas agama lintas budaya, lintas bangsa dan negara.

Sebagai Bangsa makhlukNya yang termulia dan tersempurnakanNya dengan adanya seperangkat alat keberakalan yang sempurna di seluruh aspek dalam wujud manusia yang dapat menembus semua dimensi dan antar dimensi hingga multidinensi semua lapisan alam ciptaanNya.

Baik lewat udara, air, tanah  dan api abadi kekal langgengNya, sekalipun kita berdiam dalam satu tempat.

Dengan cara meraga sukma dan karena Kita bangsa Manusia Adam ini sudah memiliki sifat Tuhan dalam diri manusia itu sendiri.

Kita mampu Mengikuti cahaya maha cahayaNya, yang bisa menembus batas yang menghalang alam apapun.

Saat kita bersatu dengan Tuhan dan alam, maka kita akan menjadi manusia seutuhnya.

Untuk itu fungsikan dirimu di tempat yang tepat secara arif dan bijaksana.

Apakah kita harus melupakan Tuhan dan alam? yang sedemikian utuh terhubung dan hadir tersedia, sesederhana dan secanggih itu, mereka semua sudah ada di sana dan untuk itulah mereka ada, berfungsi bermanfaat sesuai maksud tujuan Tuhan menciptakan mereka semuaNya.

Pertanyaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, melainkan seluruh makhluk di muka Bumi serta Alam semesta beserta seisiNya.

Mungkinkah wabah yang terjadi ini untuk memusnahkan bahkan mengurangi sebagian makhluk yang sudah terlalu padat memenuhi Bumi atau seutuhnya jagad sedang merenovasi manusia dan semuaNya tanpa terkecuali setiap jagad kecil dan jagad besarNya, adaNya, wadahNya.

Kembali lagi kepada kita.

Kita harus dapat memilih untuk menjadi seseorang yang total berenerjologi atau muter muter tersesat dan terjebak longorjologi.

Tuhan meletakan ku selam 9 bulan lebih dalam lorong kehidupan tubuhmu.

Mungkin aku adalah anak paling bahagia atas semua coretan luka yang Dia buat untukku.

Aku mejalani semua ini atas seizinNya.

Karena sang Ilahi lebih mengetahui isi hatiku, daripada semua makhluk di bumi.

Bahwa aku mengasihimu…mama.

Makna
Saat Jagad Renovasi, Isi dan Esensi secara total sedang teruji, menguji dan dibuktikan dalam paparan visualitas yang nyata, mana yang semu dan mana yang sejati, mana yang munafik dan mana yang berkebaikan murni, mana yang sintesis mana yang murni, mana yang pragmatis fatalis mana yang komprehensip holistik. Saat Jagad Renovasi, Kebenaran Sejati dan Kedamaian Sejati, Rejeki yang murni, akal sehat yang berisi, kemampuan belajar dan beradaptasi yang mumpuni, nalar yang jernih, kecerdasan yang suci, jalan dharma bakti kebaikan yang lurus, investigasi yang akurat, data yang tajam terpercaya, akurat dan membuka kesadaran seutuhNya, siapa yang malas belajar, siapa yang asal-asalan, siapa yang mengabaikan alam dan Allah sumber petunjuk pengarah pembimbing jawaban dan hikmah yang terbaik dalam situasi tersulit hingga terburuk.

Saat Jagad Renovasi, Kebenaran Multi Dimensi muncul secara bertahap dan Kedamaian yang berlapis menemui mereka yang sungguh mencari dan menggali kedalaman hati dan kehadiran sang ilahi, jero corona mendesak Kita menemui Sang Hyang Karuna, jero covid 19 memaksa kita menemui Esensi dan Substansi mau kemana diri Kita saat ini, "Koen Rono", Kamu mau kemana, terminologi Adat Jawa Kuno dalam menyingkapi sastra sasmita, pernyataan dan pertanyaan nya, wangsulan tur wangsalan nya, gambaran dari petunjuk petunjukNya di dalam dan di luar jagad ingsun jagad engsunNya, di bentangan bumi semesta semesra raya, di jalan panjang Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah di Bumi Persada Bentangan Katulustiwa dan Katulistiwa Kita Bangsa dan Negara Republik Indonesia tercinta neki.

Bunda Susi Sri Susmini Pendoa Nusantara Indonesia baru 2020 berkata inilah saatnya Jagad Renovasi Total, Kebenaran Ingsun Sejati dan Kedamaian Engsun Sejati sedang berjalan dan sedang berlangsung, setiap insan yang terpanggil, di harap memasuki rumah kediriannya, menyembah manekung, memasuki ruang peribadahan yang paling suci murni sakral, untuk bertemu dengan Sang Hyang Ingsun Sejati, Sang Hyang Hidup Sejati, untuk mendapat arahan petunjuk perkara proses terselenggaranya Jagad Renovasi, Kebenaran Sejati, Kedamaian Sejati yang ada di dalam Jagad Diri dan Jagad Semesta Raya Ini, sesudah kelalaian, kesombongan, keserakahan, kemunafikan manusia atas sesama dan alam bumi pertiwi sedemikian parah dan fatalnya merajalela di mana mana, kaum kurawa merajalela di seluruh dunia, sengkuni memimpin di semua lini kebijakan dunia dan negara," begitulah sari rasha yang kita dapatkan dalam perbincangan 2 hari 2 malam itu.

"Semua orang suci dari lintas agama dan bangsa budaya, berdatangan pada nya dalan alam meditasi, alam doa, alam tafakur Bunda Susi, untuk mengingatkan Kita, dalam upaya doa bersama lintas agama dan lintas aliran kepercayaan dalam Arah Doa Penyelamatan Bumi dan Bangsa Manusia serta Keseimbangan Murni Tulus Sejati antara seluruh makhluk ciptaanNya dan seluruh anasir langit dan bumi semesta alam raya, jagad besar dan jagad kecil ingsun engsun, Sang Hidup di seluruh Jagad Kita dalam dan luar adaNya, wadahNya."

Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.
Makna
Bumi adalah tempat kita berpijak pada sebuah harapan untuk kehidupan. Tempat dimana kita memiliki hati nurani yang murni dan menyikapi semua yang terjadi saat ini. Ungkapkan rasa syukur pada Tuhan dan alam yang sudah membuat cerita yang indah pada Dunia.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.
Makna
Kini saatnya kita banyak belajar untuk menangkap sebuah pesan Tuhan melalui alam.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.


Respon Memang Sangat Penting
Makna
Setan Jero Corona dan Setan Jero Covid 19 sudah mengajarkan kita banyak hal.

Wednesday, April 22, 2020

PASAR RAKYAT







Sinegitas Pasar Rakyat On Line &  Off Line : Kebangkitan Kecerdasan Multidimensional Lokal for Global Milenial 2020.

PASAR RAKYAT BALI TO GO

23 April 2020.
Seruan Nyoman Artha Ketua Koperasi Tani Bali Jagadhita dan Penggerak Komunitas Gerakan Peduli 4 Juta Masker for Bali dan sungguh sungguh mendrive adanya Pasar Pangan Rakyat Bali," Mari Kita support, petani, peternak dan nelayan lokal kita. Juga pedagang pedagang kecil di sekitar kita.

Pandemic Corona Covid 19 ini sungguh sungguh luar biasa, sudah berhasil membangkit daya kecerdasan multidimensional Kita, Manusia Bumi Bumi Manusia 2020, sehingga daya ungkit responsibilitas Kita terarahkan secara khusus terfokuskan secara nyata; pada ejawantah kreativitas inovasi, terlebih lebih transformasi dalam cara cara baru, model model baru, terobosan terobosan baru, support system baru. era zaman peradaban baru, bersama sama dalam persatuan kekokohan teruji relasi terasah asih asuhkan antara sesama makhluk yang hidup dan sesama makhluk yang tumbuh secara natural dan nurtural enerjologi, energi bejo logi; secara nyata sekarang pasti kita memasuki era jagad renonasi yang lebih luar biasa lagi," sebuah kajian kebersamaannya narasi dari Nyoman Artha [baca : lokalitas utama Denpasar Bali red.] tersebut dengan Sugi Lanus [baca : lokalitas utama Museum Lontar Karangasem Kabupaten Karangasem red.]: budayawan dan penjelajah pembaca penerjemah aksara 400 lontar kuno Bali dan Jawa Kuno, terhubung dengan sasmito, pawisik, wangsit yang sudah dan sedang diterima Bunda Susi Sri Susmini [baca: lokalitas Malang Kota Selatan Jawa Timur red.] Pendoa "Gering Agung dan Jagad Renovasi Agung" Manusantara Indonesia, dan Rally Tarigan, Duta Pariwisata dan Kebudayaan dari perutusan khusus Ibu Cory Sriwaty Sebayang 68 thn, Wakil Bupati Karo Sumatera [baca : lokasi utama Sumatera Utara red.]: perihal daya linuwih dan enerjologi penyembuhan serta extra superfood manutrisi multidimensional dari "ndaru jero" air hujan dan air sumber dari rumah griya omah bumi pertiwi, air terjun, mata mata air, sumur murni Kita semua di situasi kondisi saat momentum besar jagad renovasi ini, selaras sefrekuensi dengan gerakan kebangkitan Pasar Rakyat Bali secara off line & on line di era global milenial 4.0 saat tahun rahmat keluhuran jalan.dharma yang lurus, nalar yang jernih, kecerdasan yang suci, serta investigasi yang nyata, faktual, tajam, terpercaya.

"Semoga semua makhluk berbahagia," terejawantah secara aktual, tajam, terpercaya, teruji dan terselenggarakanNya serta aman, sehat, terakses dan terdistribusi sesuai kapasitas kebutuhan rakyat apa adaNya, apa wadahNya, daya linuwih multidimensional enerjologiNya.

Sebuah system distribusi pangan sehat, hasil dari para petani, peternak dan nelayan lokal kita.

Dalam upaya untuk ikut berpartisipasi mengatasi masalah pandemic corona convid 19 ini, kami bersama-sama dengan jaringan petani, peternak dan nelayan lokal, berinisiatif untuk membangun system distribusi PANGAN SEHAT yang kami produksi, yang akan dilakukan secara bertahap.

Dalam system ini, kami berupaya menjaga keberadaan jaringan distribusi tradisional yaitu, petani, peternak, nelayan, pengumpul, pun warung-warung kecil di sekitar rumah kita, yang nantinya akan berfungsi sebagai tempat pengambilan pesanan anda.

Waktu pengambilan pesanan akan kami atur, sehingga sosial distancing, sebagai upaya pencegahaan virus corona covid 19, bisa kita jaga.

Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk kami, serta layanan terbaik secara berkelanjutan.

Bagi teman-teman yang ingin membuka warung sebagai pick up point, silahkan hubungi kami lewat WA 087800154888

Soft Opening kami lakukan esok hari, Kamis 23 April 2020, melalui platform FB, IG dan WA, untuk wilayah pick up point Kerobokan, Sanur, Brawa, Seminyak, Legian, Kuta, Ubud dan Renon.

Selanjutnya dalam waktu dekat, Pasar Rakyat akan berevolusi menuju system Applikasi berbasis mobile/smartphone.

Mohon dukungan teman-teman semua, agar masyarakat bisa mendapat pangan yang bergizi, segar, sehat dan harga murah, juga petani, pedagang dan warung-warung di sekitar kita tetap bisa bertahan serta kita semua bisa mendapat manfaat dari kegiatan ini.

Salam Gotong Royong dan Merohyong Rakyat berEnerjologi Semesta Semesra Raya 2020.

Mari Kita segera berbenah, belajar, bekerja, berbuat nyata dan berjuang bersama sama dengan sama sama bekerja, sesuai keahlian kebisaannya masing masing; untuk mengatasi pandemic corona covid 19 ini.

Semoga kita semua bisa selamat, cerdas, bersyukur, berbahagia dan berenerjologi menembus dan menempuh era baru, zaman baru, peradaban baru, esensi dan susbtansi yang lebih berisi, bermutu, terelasikan Utuh Sepuh Tangguh, Tuhan, Manusia dan sesama yg hidup serta sesama yang tumbuh hingga seluruh alam semesta semesra raya beserta segenap isi makhluk ciptaan sang Pencipta Kita semua.

Liputan : Mbah Openi Bukan Opini 2020

PERANG MELAWAN CORONA






Respon Memang Sangat Penting
Penulis : Ade Dame Kondel

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniman novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

"Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi"

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

Misteri 19 dan Mastery Covid 19 ' 20

Narasi 2:
Malam yang dingin menghampiri kulit ariku. Gigi bergeretak mengadu pada nasib, ruang dan  waktu yang bermassa. Berpacu cepat dengan akal yang tak dimengerti. Tapi aku harus menanggapi. Ada sebuah pesan yang tersembunyi. Sang Ilahi membuat kebodohan yang menghancurkan kepintaran nurani.

Raga 19 ku menghadapi sebuah misteri.

Membawa aku dalam kegelapan dan diambang kehancuran. Otak bersandar pada kepintaran, yang kudapati hanya kebodohan.

Makna
Langit menceritakan dan cakrawala meberitakan kebesaran Tuhan untuk Dunia. Setiap hari kita mendengarkan berita yang mengintimidasi membuat imun ketakutan merasuki diri. Semua makhluk berkeliaran pada malam hari, mencari pengetahuan tentang semua ini. Saat ini di era wabah penyakit virus corona covid 19; yang menimpa keseluruh Dunia, membuat kebahagiaan terkekang. Kemana senyum, dimanakah tawa, hilang sudah kebahagiaan, tak ada lagi suka cita. Semua terjerembab dalam lembah dan jurang ketakutan. Akankah ada masa depan didepan mata. Semua ilmu pengetahuan yang terkotak kotak telah sirna dalam sekejap. Indonesia dan rakyat haruslah ikhlas untuk menghadapi keadaan ini. Apakah kita tidak menyadari bahwa alam ini sangat ingin kita menjadi relasi termesra dan relasi yang terbaik baginya. Supaya kita bercengkraman dan memiliki frekuensi yang bersinergitas dan bersinkronasi yang sesungguhnya dalam segala dimensi multinya bersama dengan alam. Kenal lah alam mu yang berbentuk lahan atas dan lahan bawahmu yang banyak menghasilkan kesembuhan jasmani dan batiniah secara komprehensip holistik.

Bersekutulah dan menyatulah dengan alam sekitarmu, maka kau akan mengalami kecerdasan multidimensional yang tersucinya, nalar yang terjenihkan, jalan dharma yang terluruskan dalam wabah jagad renovasi ini.

Takkan kau takuti semua yang terjadi, karena ada imun didalam Imanmu, ada amin dalam sistem keamanan semesta yang alamiah, ilmiah dan amaliah di seluruh tata sistem enerjologi alam semesta raya beserta isinya dalam kebangkitan kesadaran semesta manusia yang terpanggil seutuhNya menjadi wadahNya, mitraNya, Co creatorNya serta wakilNya di muka bumi manusia ini.

Aku bukanlah orang suci. Tapi aku selalu berusaha untuk tetap tegar berdiri. Walau badai datang merintangi. Takkan membuat goyah suasana hati. Jangan pernah kamu mempelajari Hidup secara dangkal dan pragmatis statis kaku fanatik cenderung bodoh. Karena kehidupan sewaktu-waktu dapat Berubah. Tapi pelajarilah Kematian Maka kamu Akan Mengerti Artinya Hidup sesungguhNya. Ketika aku memiliki hati yang tegar tengkuk (dan Kepala Keras), Maka aku akan terus berputar - putar di dalam Labirin Hidup Tanpa menemukan Jalan Keluar.

Makna
Orang yang duduk diam dan bermalam dalam pengharapan pada Tuhan. Mampu berkata bahwa Tuhan akan melindungi. Meskipun tak terdengar suara adzan berkumandang dan tak terdengar pujian yang dinyanyikan lagi dengan cara menutup serta mengembok semua tempat ibadah. Memampukan kita untuk tetap berdiri dengan iman, pengharapan dan kasih sang Ilahi yang selalu bersama dan berada nyata dalam segenap intisari kekuatan seluruh Bumi beserta isinya.

Covid 19 atau Corona sungguh sungguh berhasil mengajarkan kita pada sebuah misteri kematian tubuh 19 kitq. Wabah Corona menjadikan suatu berita yang mengemparkan Dunia. Tidak ada kata, apalagi terdengar kedatangan. Reaksinya begitu cepat sekali menyebar terpancar ke seluruh Dunia dan sampai ke ujung Bumi. Dari ujung langit Covid itu terbit dan ia beredar sampai ke ujung yang lain, seolah-olah tidak ada yang dapat melindungi kita. Saat kita dihantui dengan ketakutan dan kepercayaan diri terhadap Tuhan luntur luluh lantak, maka situasi kondisi kesadaran sedangkal itu, justru berhasil menahan dan membungkam respon agung utama kita untuk tetap teguh kukuh secara terus berputar bergerak berupaya berikhtiar, dalam mencari jalan keluar demi terselamatkan secara ghoib nyata, bumi seisiNya dan manusiaNya adanya wadahNya dalam situasi kondisi peristiwa saat saat kritis seperti ini. Alam mengajari kita untuk tetap menginjakkan kaki dan berdiri tegak di atas keimunan tanah keimanan, angin membawa berita sukacita dengan duduk diam menikmati sapuan sayup lembut suara sang Ilahi. Air yang menyegarkan jiwa oleh karena kita ‘Stay at Home’ melalui pembacaan kitab suci sabdaNya, sesuai kepercayaan kita. Sinar sang Ilahi terpancarkan melalui matahari dan membentuk ketahanan pada tubuh. Bakar semangatmu dengan api kepercayaan pada alam dan biarkanlah Dia bekerja untuk pemulihan Dunia, Jagad besar kecil sedang direnovasi total. Sebab keilmu pastian tak bisa kita jawab sampai berhenti pada titik mana, semua berproses dinamis dan tersinkronkan terkonektivitaskan serta tersinergitaskan.

Karena Jalan Tuhan membuat diriku BODOH. Sebab aku tidak mengerti dibalik kebodohan otakku, Tuhan mengajarkan JalanNya padaku, Hingga membuat aku Pintar dan Paham Mengerti JalanNya.
Makna terdalam, nalar terjernih, kecerdasan tersuci, jalan dharma terlurus
Dalam menghadapi wabah Dunia saat iji, hanya ada satu kunci jawaban yang dapat menenangkan jiwa. Adakah Imun di dalam Iman mu atas jaminan sumber keamanan dari alam semesta raya seisinya, khususnya 5 unsur abadi di bumi, air, tanah, udara, api, kayu beserta semua flora dan fauna ciptaanNya semua. Karena Iman lah yang akan menghancurkan Logika. Dan jangan biarkan kondisi yang terjadi di Dunia ini menggucangkan suasana hatimu dan menjadikan zombie dalam keimananmu terhadap Tuhan dan alam semestanya serta para manusia yang berkehendak baik dimanapun mereka berada.

Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna
Seorang ibu yang sedang hamil, menyatakan suatu tanda lahirnya seorang bayi untuk 20 tahun kedepan. Akan selalu ada jaminan cahaya maha cahaya untuk generasi muda, sementara ketakutan menghantui kita semua. Seolah-olah tak ada cahaya yang bersinar menghampiri Dunia. Kenapa bayi harus lahir pada situasi seperti ini. Apakah kejadian yang menimpa Dunia dapat kembali menyongsong esensi dan substansi fajar di pagi hari.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.
Makna
Kita tidak perlu takut terhadap kedahsyatan wabah yang mengemparkan dan mengguncang Dunia ini dan terhadap penyakit yang menular begitu cepat itu. Walau sekitar dan sekililing kita diintai oleh kematian yang begitu cepat menghampiri dan merengut setiap korbannya. Itu tidak akan menimpamu, selama imun di dalam Imanmu  ada dan aman amin terjaga selalu.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Respon Memang Sangat Penting

Makna
Setan Jero Corona dan Setan Jero Covid 19 sudah mengajarkan kita banyak hal.

Tuesday, April 21, 2020

Lanjutan Novel_CCTV Surga Tidak Pernah Mati Lampu



Terhilang
     Gelap. Awan gelap menutupi semua kenangan yang pernah aku lalui. Beberapa mesin kedokteran berada di sisi jendela kamar. Mataku terpejam. Tubuhku terbaring tak berdaya di atas ranjang. Tangan yang terpasang oleh selang infuse dan selang oksigen berada disela-sela lubang hidung untuk membantu pernafasaan ku yang tertidur dalam ruangan ICU. Jari jemari bergerak, menandakan diriku masih terjaga walau terlihat tak berdaya. Suara bising terdengar dari mesin pendektesi jantung yang memberikan tanda bahwa aku masih hidup. Hari-hariku kelabu selama 12 tahun, meski aku menjalani aktifitas yang ku lewati setiap hari. Tubuh berpijak pada bumi, tapi ragaku tak kembali. Dari luar kehidupan aku terlihat indah, mempunyai pekerjaan yang baik, melanjutkan kuliah dan sebuah keluarga yang bahagia. Aku mencoba menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan dan pekerjaan.
     Lorong yang begitu panjang kulalui dengan mendorong kereta yang dipenuhi alat-alat kerja. Mungkin saja seseorang melihat diriku menelusuri lorong panjang ini, tubuhku akan semakin mengecil. Karena begitu panjang perjalanan untuk menyisir lorong tersebut. Bukan perjalanan yang datar saja kulalui. Jalan menurun dan menanjak harus kutempuh. Lorong yang ku telusuri mengarahkan ke sebuah bangunan yang lain. Aku memanglah dipekerjakan sebagai Office Boy di tempat ini. Tapi aku tak tahu mengapa aku merasa sangat senang melakukan pekerjaan yang diberikan.
     “Apa kabar, Key?“
     “Kabar baik.” Jawabku. Salah satu karyawan menyapa. Ketika kami saling berpapasan di areal lorong penghubung gedung.
     Kupalingkan wajah melihat sekitar bangunan yang indah dan megah. Menikmati bangunan yang ada dan membawa hati penuh dengan sukacita. Sambil kutetap mendorong kereta yang beriringan dengan derap langkah kaki menelusuri lorong panjang. Taman yang indah terletak di sisi lorong penghubung. Bunga-bunga cantik memberikan kesegaran di sekitar gedung. Harum dari bunga terbawa oleh angin dan hinggap sejenak dalam penciumanku. Warna-warna bunga menghiasi seluruh taman mengantarkan ketenangan dalam jiwa. Terapi alam kurasa. Seluruh karyawan yang lelah seharian bekerja dapat menikmati aroma terapi dari taman. Akhirnya aku tiba juga berada di gedung ini. Setelah melewati lorong panjang yang kutelusuri. Kuletakkan kereta dorong peralatan kerja di pinggir dan mempersiapkan alat-alat yang akan kupakai.
     “Selamat siang, Key.”
     “Selamat siang.” Balasku menyapanya. Para pekerja di tempat ini, mereka semua sangatlah ramah sekali dan saling menyapa bila bertatap muka dengan karyawan lainnya. Seperti semut yang bertemu semut lain, selalu bersapaan.
     Kuraih sapu dari kereta dorong yang kubawa tadi. Untuk memulai bekerja di gedung yang cukup memakan waktu menuju kemari. Perusahaan ini gedungnya sangatlah luas dan memiliki lorong yang sangat panjang. Rasa lelah dan letih tak terasa olehku. Tak sedikitpun debu maupun sampah yang terlewatkan untuk dibersihkan. Seluruh gedung sangatlah terawat, tak ada manusia yang berkeliaran.  Sepi, tenang dan teduh kurasakan. Para pegawai semua berada di tempat yang sudah ditentukan dan semuanya disiplin serta bertanggung jawab setiap tugas yang diberikan.
     Aku diantar kemari. Aku terlibat kecelakaan dan kondisiku koma. Aku tidak tahu sudah berapa lama berada di tempat ini. Hanya yang teringat olehku, kedua anak laki-laki membawaku berada disini. Aku berdiri di depan gerbang, seperti berlapiskan emas murni. Daun pintunya terbuat dari perak. Dinding tembok yang indah terdapat batu permata yang mahal. Ada batu Zambrud, Musafir, Ruby, Berlian dan batu-batu mahal yang tak dapat kusebutkan satu persatu. Bahkan lantai yang kupijak pun berasal dari batu kali. Ciut nyaliku, karena kemegahan rumah yang kumasuki. Kedua pria kecil itu mengantarku menghampiri seseorang di ujung sana. Ia duduk di kursi yang sangat indah. Aku hanya menerka dalam hati, ia seperti seorang Raja yang duduk di singasana. Berkat merekalah, aku diizinkan tinggal di sini dan dipekerjakan sebagai Office Boy.
      Hari pertama aku bekerja, mendapatkan jadwal tugas pagi. Sebelum seluruh karyawan memulai aktifitas melakukan pekerjaan. Kami semua berkumpul di aula dan memulai pekerjaan dengan doa. Aku bingung dan risih. Untuk pertama kalinya, aku menjumpai sebuah perusahaan mengawali kegiatan melalui doa. Doa. Iya, menjalani aktifitas dengan sebuah doa.
     Tak kusangka perusahaan yang sebesar ini dengan jumlah karyawan yang begitu banyak, hingga tak dapat kuhitung melalui jari tangan. Mengawali aktifitas dengan doa. Aula ini adalah tempat seluruh karyawan berkumpul untuk memulai akitifitas sebelum bekerja. Mereka berbaris sangat teratur. Seperti sedang mengikuti upacara bendera. Seseorang berdiri di podium memberi arahan untuk seluruh karyawan yang hadir.
     “Terima kasih saya ucapakan untuk kehadirannya. Sebelum kita memulai aktifitas dalam bekerja. Baiknya kita memulai kegiatan hari ini dengan doa. Karena hanya doalah yang akan melindungi kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.” Sang pemilik duduk tenang di singasana kebesarannya. Beliau pun taat mengikuti tiap arahan yang diberikan. Para hadirin yang berada dalam aula ini, hikmat mendengarkan suara yang berasal dari atas podium.
     Hati kecilku memuji sang pemilik perusahaan. Ia sungguh mulia mengarahkan seluruh karyawan dan mengajarkan untuk memulai aktifitas melalui doa. Tak pernah kutemukan seorang pimpinan maupun pemilik perusahaan yang membimbing seluruh karyawannya untuk mengawali aktifitas dengan berdoa.
     Tak terbayangkan olehku. Perusahaan ini sangatlah lengkap sekali. Kantor yang megah dengan management yang tertata rapih. Pabrik khusus untuk produksi pun ada, bahkan sebuah rumah sakit disediakan oleh pemilik perusahaan tersebut. Keamanan dan kenyamanan bagi karyawan disediakan. CCTV terpasang di setiap pojok ruangan dan mungkin saja terpasang juga di areal yang tersembunyi. Begitu perdulinya beliau terhadap seluruh karyawan yang bekerja di perusahaannya.
     Semua bangunan saling berhubungan. Ada sebuah lorong yang menghubungkan antara bangunan satu ke bangunan lainnya. Bukan seorang arsitek biasa yang memikirkan sedemikian rupa detail bangunan tersebut. Aku sangatlah bersyukur dapat diizinkan bergabung menjadi salah satu karyawan di tempat ini. Meskipun aku hanya seorang Office Boy yang bekerja membersihkan seluruh ruangan di bangunan megah dan mewah.
     Ritual yang sangat indah. Tapi meresahkan jiwa yang tak terbiasa. Hati tenang dan damai sejahtera melingkupi. Namun ragaku tak berdiam dalam tubuh. Pikiranku melalang buana berkelana membantah keadaan yang ada. Mataku berkeliaran kesana kemari dan kepala berpaling arah kanan kiri melihat mereka semua yang berdiam diri sungguh-sungguh dalam permohonan doa. Sementara aku. Aku hanya mengawasi mereka semua dalam kebodohan yang tak pernah kulakukan.
     Aku tidak sendiri membersihkan gedung sebesar dan seluas ini. Ada beberapa team yang dibentuk dan terbagi dalam tiga shift. Hari ini aku mendapatkan jadwal pagi. Menurut cerita dari salah satu temanku. Mengawali aktifitas berdoa sebelum bekerja, tidak hanya dilakukan setiap pagi saja. Melainkan shift dua dan tiga pun memulai kegiatannya dengan doa.
     Tanpa ada pengecualian ataupun alasan menolak untuk ikut mengawali kegiatan dengan berdoa. Ada banyak hal yang kudapatkan dan pelajari di tempat ini. Tugasku selanjutnya, setelah membersihkan gedung seberang. Kini aku membersihkan gedung yang terdapat lorong yang begitu panjang. Disisi lorong ada kamar yang bertuliskan sebuah nama pemiliknya. Pintu itu terkunci dan tertutup rapat. Kembali ku memuji sang pemilik perusahaan ini. Sungguh bijaksana sekali dalam memperhatikan karyawan. Beliau menyiapkan tempat untuk seluruh karyawan dan kamar-kamar tersebut, hanya satu orang pemiliknya.
     “Apakah ada kamar untukku?” Hatiku mengharapkan ada kamar yang tertera namaku di depan pintu. Tersenyum sendiri dan membayangkan kamar bertuliskan namaku. Sedikit berharap, walaupun tak banyak yang kuharapkan. Aku menyadari. Bahwa aku baru bergabung di perusahaan ini. Aku tak dapat memasuki areal tersebut. Tugasku hanya membersihkan areal lorong depan pintu kamar yang tertera nama di pintunya.
     Namaku Keyndi. Aku menimba ilmu di salah satu Universitas di kota ini. Aunty Handsomeku yang selalu hadir dan menutupi segala kenakalan yang aku perbuat. Mommy dan Daddy tidak pernah mengetahui permasalahanku. Aku bukan hanya si Penakluk Hati wanita, tapi juga seorang yang suka berkelahi maupun tawuran. Aku selalu berada di barisan depan demi membela teman-temanku.
     Tak pernah aku memikirkan diriku sendiri dengan resiko yang aku hadapi. Ketika teman maupun sahabatku bahagia itu adalah sebuah kesenangan untukku. Bagi mereka aku adalah seorang sahabat yang senang menolong orang lain dan tempat curhat yang paling asyik. Mereka merasa nyaman bersamaku dan semua berpikir bahwa aku adalah seorang pembela untuk mereka. Aku sangat dikenal kejam, galak, bandel, jagoan sekolah dan sangat susah diatur.
     Ada satu hal yang sangat mereka pahami dalam diriku, bahwa aku manusia yang tidak pernah takut pada siapapun. Karena itulah banyak hati wanita yang berlomba-lomba untuk jadi kekasih. Walau semua gadis tahu, kalau aku adalah player heart women. Tapi mereka tidak memperdulikan sikapku yang suka gonta-ganti pacar, dan banyak hati wanita yang terluka.
     Panasnya terik matahari hingga menusuk ke ubun-ubun kepala. Halaman parkir yang cukup luas untuk menjejerkan kotak beroda empat dan roda dua tertata rapih. Pohon-pohon  yang terlihat sombong berdiri tegak dengan daunnya yang rimbun mengisi kekosongan tempat ini. Dengan gembiranya debu bertebaran tersapu oleh angin dan berlabuh di wajah, menyisakan serpihannya di mata.
     Patung Buto yang tak pernah pindah, selalu setia menyambut kedatangan para tamu dan melintasinya memasuki halaman. Suasana siang ini begitu riuhnya dan ramai oleh segerombolan masa yang menyerbu kantin. Dari kejauhan terlihat sang penjaga tempat ini, tertidur lelap dan menyisakan sebatang rokok di tangan yang masih menyala. “Hmm...kebiasaan. Paling bentar lagi bangun..” Aku menggelengkan kepala melihatnya. Tanpa sengaja parodi kecil muncul dalam otakku terlintas begitu saja. Adegan yang paling aku sukai, ketika ia tertidur dan lupa membuang rokok yang masih tertinggal di tangan. Aku tersenyum sendiri, seolah-olah aku meledek tanpa sepengetahuan ia.
      Gedung ini cukup menampung banyak masa untuk mencari ilmu. Salah satunya adalah diriku. Iya. Aku terdampar di kota ini. Kota yang menurut ku asing untuk di tinggali. Tapi di sinilah semua kenangan itu terukir. Aku dan sebuah kenangan. Tempat favoritku untuk menikmati pemandangan dari kejauhan. Banyak cerita yang aku temui dan dapatkan. Mataku liar menjelajah ke setiap sudut, berharap menemukan sosok yang kucari. Cerita. Iya, cerita yang membuat aku berimajinasi dan membuat sesuatu drama dalam otak dan menghibur diri ketika aku penat.
     “Hai...Key. Koen ngelamun ae. Awan iki koen onok kelas, ngak?! Lek, ngak onok kelas. Melok aku, yo.  Cangkruk nang omah e koncoku.” Aku terkejut. Tiba-tiba pundakku di tepuk. “Sial”  Umpatku dalam hati. Nih...bocah demen banget die, yak...ganggu khayalan gw.
     “Kagak. Emang nape, dah...” Sejak aku menginjakkan kaki di kota ini. Dialah sahabatku yang selalu menganggu dan memperkenalkan keindahan kota ini padaku.
     Kota yang bersih dan sangat terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan. Kota yang memiliki catatan penting di negeri ini. Bukan saja untuk negeri. Tapi untuk diriku pun menjadi suatu catatan utama dalam hidup. Kendaraan di jalan tidak terlalu padat dan tak ada sedikitpun kemacetan dimana-mana. Ruas-ruas jalan tertata rapih, sehingga memikat hati untuk kembali ke kota ini.
     Ku abaikan laju kencang motor yang di kendarai Bagus. Tak kudengar ia bercerita tentang keindahan kota asalnya. Suara dan logat kental yang ia ucapan terbawa oleh angin. Aku meringis kecil melalui kaca spion yang ditujukan padaku.  Karena aku kurang mengerti akan bahasanya. Mulutnya tak pernah berhenti dan lelah bercerita, meskipun aku tak mengerti apa yang ia sampaikan.  Perjalanan panjang telah kami lalui. Dari satu lampu merah ke lampu merah lainnya.
***

Monday, April 20, 2020

CCTV Surga Tidak Pernah Mati Lampu



Cermin Retak
     Angin berhembus membawa kesejukkan, menyapa dedaunan yang terdiam. Dalam kelam aku tenggelam, mengharapkan cinta menebarkan kebahagiaan. Sekeping hati dikehidupan, meluluhkan diri dalam ketakutan. Aku berlari meraih mimpi untuk mendapatkan kedamaian dan kenikmatan cinta dikehidupan. Tangan lembut membelai aku penuh kasih sayang. Mengajak diriku menatap awan terang menuju Surga. Terpesona aku dalam kedamaian, meninggalkan sejenak ketakutan yang membayang. Ketika kuterjaga di kala fajar, namun cinta itu tak kudapati. Penderitaan dari kelembutan cinta, merobek hati hingga terluka. Bias cinta itu sirna bersama awan gelap yang mengiringi suasana jiwa.
     “Papa, Mama. Papa, Mama, Kakak.”  Aku memanggil dengan suara lantang. Mencari sesosok yang kusayang. Sambil berlari berteriak memanggil seseorang yang telah hilang.
     Dalam kamar yang remang oleh cahaya. Lihatlah koleksi tokoh-tokoh kartun yang lengkap, seperti : Lucky Luke, Bart Simpson, Tin Tin dan tokoh-tokoh kartun lain yang terpajang di atas lemari dan tertata rapi di kamarku. Dan beberapa mobil mainan berada disisi ranjang. Dari sekian banyak koleksi kartun yang aku miliki. Hanya kartun Tin Tinlah yang paling kusuka. Bahkan aku pun memiliki tokoh boneka kesayangan, untuk menghantar diriku terlelap setiap malam. Sebuah selimut bergambar mobil McQueen menutupi tubuh mungilku yang terbaring dalam kegelapan. Mata yang terpejam, sementara hati penuh kegelisahan. Tubuhku bergerak ke kanan dan ke kiri, keresahan menyelinap masuk kedalam.
     Malam yang kelam membuat suatu kesunyian menghantar tidur yang tak dapat terlelap. Buaian mimpi indah dengan memiliki keluarga harmonis dalam cinta telah sirna. Pecahan kaca yang terjatuh ke lantai, membuat suatu keributan di tengah malam. Suara keras itu membuat diriku terjaga. Terdengar dari dalam papa dan mama sedang bertengkar. Tak tahu apa yang sedang terjadi di luar kamar.
     “Apa yang sudah kau lakukan?” Suara mama yang sangat keras, hingga terdengar ke dalam.
     “Aku tidak perduli. Aku akan menceraikanmu.” Suara papa begitu lantang menjawab. Terdengar pukulan sampai mama menjerit ke sakitan.
     Serpihan barang pecah belah bertaburan. Suasana malam yang tenang menjadi suatu ketegangan bagiku. Aku terduduk di bawah samping ranjang, sambil memegang tokoh boneka kesayangan di tangan. Ketakutan hadir menghinggap dalam tubuh. Kututup kedua teliga dengan tangan. Seolah-olah tak ingin mendengarkan pertengkaran mereka. Sebuah rumah impian. Rumah yang sempurna yang aku dambakan. Lambang kebahagaian.
     “Jaga ucapanmu. Anak-anak sedang tidur di kamar.” Bantah mama keras. Bukan sekali ini saja aku mendengar mereka bertengkar. Terlintas di mata ada lebam biru, serta darah yang mengalir dari bibir. Sudah pasti terkena hantaman keras. Tak ada lagi kegembiraan, tak ada lagi tawa canda yang tersisa, hanyalah luka. Sebuah luka yang tergores dari peristiwa malam ini. Kusembunyikan wajah di balik boneka dan cucuran airmata yang berlinang.
     Aku tak dapat melakukan apa-apa. Lampu kamar yang remang menutupi kecemasan. Suara keras terdengar dari celah-celah lubang angin di dinding kamar. Bergema seperti harimau yang mengaum dalam goa dan siap menerkam sang lawan.
     Tak berapa lama kemudian mama yang hanya terdengar suaranya saja, membuka pintu kamar dan menyalakan lampu. Ia menghampiri ku yang bersandar di tepian ranjang. Dengan menyembunyikan wajah dari ketakutan yang menari-nari. Mukaku menampakkan guratan kesedihan saat dirinya menghampiri. Pelukkan erat diiringi airmata. Hatiku penuh dengan kekecewaan dan dendam terhadap papa yang sudah menyiksa tanpa ada belas kasihan, hingga membuat luka disekujur tubuh wanita yang kusayang. Betapa sakitnya hati ini melihat perlakuan makhluk buas seperti monster kejam dan tak memiliki belas kasihan.
Mentari  pagi mulai tampak gagah melalui sinarnya. Cahaya itu mengisyaratkan, pagi ini adalah sebuah dunia yang baru untuk dituliskan dalam lembar kehidupan. Aku pria kecil yang terlihat sangat menikmati tokoh mainan kesayangan. Dan meletakan tokoh-tokoh tersebut di atas meja ruang tamu sambil memainkan. Kakak menghampiri ku yang sedang asyik bermain dan membawakan sebungkus biscuit serta segelas susu. Sepotong biscuit disodorkan kedalam mulut. Tanpa membantah sedikit pun, mulut ini terbuka menyambut biscuit yang sudah berada di pinggir bibir. Setelah ia menyuapi sepotong biscuit, berlalu pergi dan membiarkan diriku kembali bermain.
Begitu sibuknya mama pagi ini dan berlalu keluar dari kamar dengan berpakaian rapi. Ia menghampiri telepon yang tergeletak di atas meja. Tangan halus penuh cinta meraihnya. Jari-jari lentik dengan lincah memencet nomor telepon yang ia tuju. Aku yang sedang bermain dengan koleksi tokoh kesayangan, memalingkan wajah dan mengarahkan salah satu koleksi mainan ke dirinya. Pikiran ku mencoba menerka, salah satu jagoan dari koleksi mainan yang aku miliki dapat melindunginya yang selalu tersakiti.
“Baiklah. Saya sudah mempersiapkan semua. Nanti saya akan kabari secepatnya, saat saya sudah di tempat.” Begitu serius ia berbicara dengan seseorang melalui telepon. Sambil tersenyum, aku kembali meletakan tokoh jagoan yang berdampingan dengan mainan yang lain. Setelah selesai ia berbicara lewat telepon dan kembali menghubungi seseorang.
 Pagi yang terlihat sibuk. Sampai-sampai ia tidak menyadari diriku telah menyiapkan seorang jagoan untuk melindunginya. Kakak menghampiri keseruan yang aku lakukan. Dirinya  begitu penuh kasih dan bertanggung jawab untuk mengurusku sebagai jagoan kecil yang asyik bermain dalam dunianya.
“Apa yang sedang kau lakukan dengan semua jagoanmu itu?” Keingintahuannya, membuat diriku semangat untuk memperlihatkan semua apa yang aku miliki.
“Ini adalah jagoanku. Namanya Lucky Luke. Ia akan melindungi mama dan kakak dari orang jahat.” Aku menyerahkan tokoh jagoan kepadanya. Dan menceritakan satu persatu prihal seluruh jagoan yang berada di atas meja tamu. Ia pun mendengar keseruanku bercerita. Keakraban dan kemesraan diantara kami terlihat di pagi ini. Kakakku  kagum akan cerita seru yang didapatkan dari adik laki-lakinya. Ia pun memegang tanganku yang mungil tersebut dan tawa kecil yang kami keluarkan.
“Kamu sangat pintar sekali dengan menceritakan seluruh tokoh jagoanmu.” Sambil membelai rambutku. Sungguh begitu senang ia kubuat melalui cerita yang didengarkannya. Pelukan hangat diberikan sebagai tanda terima kasih untuk ceritaku. Mama telah selesai dengan urusannya. Ia menghampiri kami yang dilapisi kebahagian kecil pagi hari. Tawa riang itu terhenti. Aku menoleh kearah mama.
“Ini untukmu mama. Mama harus membawanya kemanapun. Sebab ia akan menjaga mama dari orang-orang yang akan melukaimu.” Sambil menyerahkan tokoh jagoanku. Senyum penuh cinta terpancar dari wajah polosku untuk sang mama. Wajah ini terbias cahaya kebahagiaan. Aku pria kecil berusaha menunjukkan perlindungan untuknya. Kakak perempuanku yang sejak tadi menemani diriku bermain, tersenyum senang.
“Apa yang harus kulakukan dengan jagoanmu ini?” Ia menerima pemberian dari anak laki-laki kecilnya. Bentuk kasih sayang yang aku berikan. Mereka tak mengetahui kehancuran hati yang kurasakan. Peristiwa semalam merobek luka dalam diri.
Di samping halaman rumah dengan tanah yang cukup luas untuk bermain. Meskipun ada jemuran yang bergelantungan membuat pemandangan alam menjadi tidak indah, dan terdapat dua keranjang di bawah pohon yang rindang, untuk menaruh hasil ladang serta tampah di atasnya. Di sisi tembok sebelah kanan ada sebuah mobil mainan terpakir tenang dan di sisi tembok sebelah kiri pun ada juga sepeda beroda empat yang terdiam seperti tanpa ada pemiliknya. Aku duduk di tengah dua kendaraan yang berdiam di sisi tembok.
Semua mainan kesayanganku ada di atas meja kayu kecil dan di hadapanku ada sebuah bangku kayu yang tak berpenghuni. Selain diriku ada seorang laki-laki yang seusia denganku sedang asyik bermain bola. Ia menedang dan mengejar kemana arah bola itu pergi. Tak sedikit pun aku menghiraukannya. Sama-sama menikmati permainan dengan dunia kami. Bola mengelinding tepat di samping kakiku. Aku yang asyik bermain dengan tokoh mainanku, berpaling focus dengan kehadiran bola yang menghampiri. Tubuhku tertunduk meraih bola dan memberikan kepada pemiliknya.
“Kita main bola, yuk.” Ia memantul-mantulkan bola ke tanah dan melemparkan berulang-ulang ke tembok untuk mencari perhatian, agar bisa bermain bersamaku. Aku hanya menggelengkan kepala, menolak secara halus dan beralih ke mainan yang  kumiliki.
Matahari telah mulai pudar sinarnya, menandakan gelap akan datang. Pergeseran waktu telah hampir tiba. Diriku masih terlena dalam dunia tokoh jagoan, sehingga tak kuhiraukan hari hampir gelap. Aroma masakan terbawa oleh angin dan menembus ke indra penciuman. Menandakan saatnya makan malam telah disiapkan. Wangi itu mengusik dan mulai merasuk. Membangunkan organ-organ tubuh yang tertidur lelap. Rasa lapar kini mulai bergejolak  dan memberikan sebuah nada keras hingga terdengar di telinga.  Makan malam pun tiba. Aku berada di tengah keluarga yang tak dikenal. Hidangan telah tersedia di meja makan.
Piring telah tertata, nasi dan lauk ikan serta sayuran meramaikan meja makan malam ini.  Mereka dengan lahap menikmati santapan yang berada di atas meja. Sementara aku, hanya melahap nasi putih yang dihidangkan oleh tuan rumah. Miris, sedih hatiku. Tapi tetap kunikmati makanan tersebut. Aku menyadari, bahwa diriku hanyalah orang asing yang tinggal sesaat saja di tempat ini.
“Kamu harus makan yang banyak, yah…nak.” Seorang ibu yang ada dihadapanku, memberikan lauk pada anaknya. Mereka begitu harmonis terlihat berada di meja makan. Tak satu pun diantara mereka yang menghiraukan diriku.
Dalam pembaringan yang remang sedikit cahaya yang menerangi kamar. Aku menangis teringat akan kakak yang begitu sangat mengasihiku. Mama yang sangat sibuk dengan segala macam urusan mengenai pekerjaan. Dan aku harus dikorbankan untuk berpindah-pindah rumah untuk dititipkan ke tetangga. Masa yang kurindukan, ketika mama dan aku berjalan bersama ke sebuah super market.
“Apa kamu ingin mainan ini.” Mama memberikan sebuah mainan yang aku sukai. Tapi aku menolaknya. Tak diduga oleh mama, aku langsung memeluknya.
“Aku tak inginkan apapun. Aku hanya menginginkan selalu bersama mama dan kakak.” Air mataku membasahi bajunya. Ia pun menangis dan memelukku dengan erat. Rasa bersalah hadir dalam dirinya. Tapi ia pun tak berdaya akan situasi yang saat ini.
Ia memisahkan seorang adik dengan kakak, sementara dirinya tak dapat mengurus pria kecil yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Mama pun harus bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan. Dengan berat hati dan terpaksa, menitipkan buah hatinya ke tetangga dan sering kali berpindah-pindah rumah. Hatinya pun terkoyak mendengar tangisan dari anak laki-laki yang ia sayangi. Tak bisa dihindari keadaan yang telah terjadi dalam hidup. Tak sedikit pun ia mengetahui apa yang terjadi pada pria kecil yang dititipkan kepada tetangga.
     Kutelusuri anak tangga menuju loteng rumah. Tempat aku bersemayam dalam kesepian dan kesedihan.  Loteng yang kotor dan berdebu, tak seorang pun yang datang untuk menyentuh. Ada sebuah lukisan yang terpajang di dinding ruang yang gelap, ku nyalakan beberapa batang lilin. Tampak terlihat aku sedang melakukan sebuah ritual permintaan. Menatap sebuah lukisan yang mulai terlihat kusam oleh debu.
     “Apakah Kau benar Tuhan?” Wajah polos tetap menatap lukisan yang berada dihadapanku. Api lilin meliak liuk kesana kemari mengikuti arah angin yang singgah dalam baranya api.
     “Kalau Kau benar Tuhan, bisa janji satu hal padaku?
Angin bertiup kencang, memadamkan bara api yang berasal dari batang lilin. Gelap. Kegelapan kini telah datang.
***