Tuesday, March 10, 2020

Lanjutan Novel Ain & Ney_Kisah Cinta Yang Terlarang



Kertas yang sering digunakan itu terbuat dari kayu atau lebih tepatnya dari serat kayu yang dicampur dengan bahan-bahan kimia sebagai pengisi dan penguat kertas. Proses pembuatan plup dimulai dari penyediaan bahan baku, kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan persediaan bahan baku. Seperti Tuhan yang menyimpan sperma papa dalam rahim mamaku. Aku diolah dan diproses dalam rahim tersebut. Proses pembentukan sperma dan telur memberikan informasi kepada tubuh mama, bahwa telah ada aku calon bayi dalam rahimnya. Tuhan mengenal diriku sangat baik. Seperti yang tertulis dalam kitab “Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan,” demikian pula kayu yang siap diolah ini disebut dengan Log. Log yang bersih kemudian diiris menjadi potongan-potongan kecil yang disebut chip. Chip kemudian dikirim ke penyaringan untuk memisahkan chip yang bisa dipakai dengan yang tidak. Begitu juga dengan sperma papa di dalam rahim mama, sel itu berbentuk seperti lingkaran sinar yang menggelilingi matahari. Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan memulai proses pembuahan. Disinilah yang aku rasakan, Tuhan mulai memunculkan resolusi pixel dalam diriku. Kertas HVS itu mulai terpecik warna sedikit demi sedikit.
Mama adalah wanita hebat dan kuat di mataku. Meskipun ia selalu saja disakiti oleh papa, ia tetap menyambut papa ketika pulang ke rumah sebagai istri. Tak sedikitpun dari pancaran wajahnya bersedih, walau ada bekas lembam di mukanya. Papa tidak pernah memberi nafkah pada kami, ia selalu saja menyakiti mama dengan sesuka hati. Terkadang kepalan tangan itu tiba-tiba menghantam wajah mama. Kesalahan-kesalahan kecil yang mama lakukan, menjadi sebuah alasan tepat untuk papa menganiyaya mama. Mama dipukul, ditendang bahkan hampir saja raga mama lepas dari jasadnya. Aku yang melihat adegan itu, menjadi ingatan paling terdalam dan sulit kumenghapusnya. Tak ada tip-x ataupun penghapus, yang dapat menghilangkan ingatan itu dalam hidupku. Meskipun mama tersiksa oleh perlakuan papa, ia selalu tersenyum dihadapan kami semua. Aku tak tahu pasti apa yang ada dalam benaknya. Hanya satu yang kutahu, mamaku adalah wanita yang terhebat untukku. Penderitaan yang dilalui dalam berumah tangga, tak membuat dirinya lemah. Mamaku seorang diri menafkahi kami, ia lalui dengan senyuman. Ia bekerja tanpa mengenal waktu. Tangannya yang penuh kasih sayang, memasukan benang ke dalam jarum  dan menyulam kancing-kancing pada baju. Aku dan kakak-kakakku membantu mama, merapikan baju-baju yang selesai mama jahit dan di antar ke pabrik yang memproduksi baju. Mama mengambil kain ke pabrik dan di bawa ke rumah untuk di jahit.
  Aku sangat senang menemani mama ketika ia sedang membuat pola baju yang akan di jahit. Mama mengambar pola-pola baju tersebut dengan kertas dan ia tempelkan memakai jarum pentul pada kain. Pertama-tama yang mamaku lakukan adalah membuat pola bagian atas adalah pola bagian bahu hingga ke bagian pinggang. Kemudian mama mengambar pola bagian bawah adalah pola bagian pinggang hingga ke lutut atau sampai ke mata kaki. Mama mengukur semua pola dengan teliti. Di lantai terdapat perlengkapan mama untuk menjahit. Gunting, kertas sampul, pensil, skala, meteran, buku pola, karet penghapus, penggarisan, benang serta jarum pentul terletak di bawah mesin jahit. Kain yang sudah ditempel dengan pola yang dibuat oleh mama, barulah dipotong sesuai ukuran pola yang telah digambar. Barulah satu persatu  kain yang sudah dipotong sesuai pola mamaku taruh di mesin jahit. 

Pancaran wajah yang penuh sukacita terlihat olehku ketika mama menjahit semua kain dan menyulapnya menjadi sebuah baju. Mesin itu digerakan oleh kakinya, sementara tangannya mendorong kain dan mengikuti potongan kain tersebut. Mama selalu mengerjakan semuanya tepat waktu, hingga bayaran yang mama dapatkan cukup memenuhi kebutuhan sekolah kami. Tak ia rasakan sakit disekujur tubuhnya akibat pukulan-pukulan yang papa berikan. Seorang peri dikirim Tuhan untuk kami semua. Peri yang selalu menjaga dan melindungi aku dan kakak-kakakku dalam kegelisahan hidup yang dijalani.  Dari semua anak mama hanya akulah yang mirip sekali dengan papa. Tekstur kulit, wajah bahkan cara berjalanku tak buang sama sekali. Aku dan papa seperti pinang yang dibelah dua. Aku seringkali mendapatkan hukuman dari mama, hanya karena sebuah kenakalanku yang seringkali membuat mama marah.
 


1 comment:

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete