Kertas yang sering digunakan itu terbuat
dari kayu atau lebih tepatnya dari serat kayu yang dicampur dengan bahan-bahan
kimia sebagai pengisi dan penguat kertas. Proses pembuatan plup dimulai dari
penyediaan bahan baku, kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan
persediaan bahan baku. Seperti Tuhan yang menyimpan sperma papa dalam rahim
mamaku. Aku diolah dan diproses dalam rahim tersebut. Proses pembentukan sperma
dan telur memberikan informasi kepada tubuh mama, bahwa telah ada aku calon
bayi dalam rahimnya. Tuhan mengenal diriku sangat baik. Seperti yang tertulis
dalam kitab “Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau,
dan sebelum engkau keluar dari kandungan,” demikian pula kayu yang siap diolah
ini disebut dengan Log. Log yang bersih kemudian diiris menjadi
potongan-potongan kecil yang disebut chip. Chip kemudian dikirim ke penyaringan
untuk memisahkan chip yang bisa dipakai dengan yang tidak. Begitu juga dengan
sperma papa di dalam rahim mama, sel itu berbentuk seperti lingkaran sinar yang
menggelilingi matahari. Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan memulai
proses pembuahan. Disinilah yang aku rasakan, Tuhan mulai memunculkan resolusi pixel
dalam diriku. Kertas HVS itu mulai terpecik warna sedikit demi sedikit.
Mama adalah wanita hebat dan kuat di mataku.
Meskipun ia selalu saja disakiti oleh papa, ia tetap menyambut papa ketika
pulang ke rumah sebagai istri. Tak sedikitpun dari pancaran wajahnya bersedih,
walau ada bekas lembam di mukanya. Papa tidak pernah memberi nafkah pada kami,
ia selalu saja menyakiti mama dengan sesuka hati. Terkadang kepalan
tangan itu tiba-tiba menghantam wajah mama. Kesalahan-kesalahan kecil yang mama
lakukan, menjadi sebuah alasan tepat untuk papa menganiyaya mama. Mama dipukul,
ditendang bahkan hampir saja raga mama lepas dari jasadnya. Aku yang melihat
adegan itu, menjadi ingatan paling terdalam dan sulit kumenghapusnya. Tak ada tip-x
ataupun penghapus, yang dapat menghilangkan ingatan itu dalam hidupku. Meskipun
mama tersiksa oleh perlakuan papa, ia selalu tersenyum dihadapan kami semua.
Aku tak tahu pasti apa yang ada dalam benaknya. Hanya satu yang kutahu, mamaku adalah wanita yang terhebat
untukku. Penderitaan yang dilalui dalam berumah tangga, tak membuat dirinya
lemah. Mamaku seorang diri menafkahi kami, ia lalui dengan senyuman. Ia bekerja
tanpa mengenal waktu. Tangannya yang penuh kasih sayang, memasukan benang ke
dalam jarum dan menyulam kancing-kancing
pada baju. Aku dan kakak-kakakku membantu mama, merapikan baju-baju yang
selesai mama jahit dan di antar ke pabrik yang memproduksi baju. Mama mengambil
kain ke pabrik dan di bawa ke rumah untuk di jahit.
Aku sangat senang menemani mama ketika ia sedang membuat pola baju yang
akan di jahit. Mama mengambar pola-pola baju tersebut dengan kertas dan ia
tempelkan memakai jarum pentul pada kain. Pertama-tama yang mamaku lakukan
adalah membuat pola bagian atas adalah pola bagian bahu hingga ke bagian
pinggang. Kemudian mama mengambar pola bagian bawah adalah pola bagian pinggang
hingga ke lutut atau sampai ke mata kaki. Mama mengukur semua pola dengan
teliti. Di lantai terdapat perlengkapan mama untuk menjahit. Gunting, kertas sampul,
pensil, skala, meteran, buku pola, karet penghapus, penggarisan, benang serta
jarum pentul terletak di bawah mesin jahit. Kain yang sudah ditempel dengan
pola yang dibuat oleh mama, barulah dipotong sesuai ukuran pola yang telah
digambar. Barulah satu persatu kain yang
sudah dipotong sesuai pola mamaku taruh di mesin jahit.
Pancaran wajah yang penuh sukacita
terlihat olehku ketika mama menjahit semua kain dan menyulapnya menjadi sebuah
baju. Mesin itu digerakan oleh kakinya, sementara tangannya mendorong kain dan
mengikuti potongan kain tersebut. Mama selalu mengerjakan semuanya tepat waktu,
hingga bayaran yang mama dapatkan cukup memenuhi kebutuhan sekolah kami. Tak ia
rasakan sakit disekujur tubuhnya akibat pukulan-pukulan yang papa berikan.
Seorang peri dikirim Tuhan untuk kami semua. Peri yang selalu menjaga
dan melindungi aku dan kakak-kakakku dalam kegelisahan hidup yang dijalani. Dari semua anak mama hanya akulah yang
mirip sekali dengan papa. Tekstur kulit, wajah bahkan cara berjalanku tak buang
sama sekali. Aku dan papa seperti pinang yang dibelah dua. Aku seringkali
mendapatkan hukuman dari mama, hanya karena sebuah kenakalanku yang seringkali
membuat mama marah.

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
ReplyDeleteDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny