Tuesday, March 3, 2020

Lanjutan Novel Ain & Ney_Kisah Cinta Yang TERLARANG




02A. Kenakalanku
Aku seperti seorang jagoan ketika berhadapan dengan lawan. Seringkali aku diteriaki oleh mama, saat kami akan bertengkar. Sepertinya yang terlihat kami adalah penguasa lapangan, tapi sebenarnya tidaklah seperti itu. Hanya ada sedikit peraturan yang dibuat, ketika kami bermain bersama jangan ada sebuah pertengkaran.
“Ney. Masuk.”
            Suara mama sangat keras, memecahkan pusat perhatian diantara kami. Aku dan seluruh pasukan bubar berbalik arah dan menghindarkan barisan serta berlalu pergi. Sambil melihat suasana kembali aman. Kami kembali berkumpul di tengah lapangan dan membuat suasana berbeda bermain bersama dengan layang-layang. Aku dan teman-temanku yang hampir saja membentuk barisan menyerang musuh dan menimbulkan sebuah pertempuran hebat. Dengan layang-layanglah kami memulaikan suatu areal tempur di atas langit dan menunjukkan diri, siapa yang jadi juaranya.
“Ney, Tarik benangnya. Jangan sampai mereka dapat duluan.” Teriak salah satu temanku. Aku dan temanku berlari untuk mendapatkan sebuah layangan. Lari dengan begitu kencang menyelusuri bebatuan serta aliran air yang mengalir. Tanpa memperdulikan ada bahaya yang setiap saat akan menghampiri. Teman-temanku menyukaiku. Aku sangat dikenal sebagai seorang pembuat layangan. Aku akui. Aku tidak mampu untuk membeli layangan. Dengan berbagai macam cara supaya aku memiliki dan tidak membuat hati mama bersedih. Karena mama tidak memiliki uang untuk membelikanku sebuah layangan. Papa jarang sekali pulang dan setiap kali papa pulang, sedikit sepeser uang tak pernah ia berikan pada mama. Aku seringkali memperhatikan tukang layangan dekat rumah. Teman-temanku yang memiliki uang jajan yang diberikan oleh orangtuanya dengan mudah mereka memiliki. Sementara aku. Hanya duduk manis memperhatikan si pembuat layangan. Dengan menyiapkan selembar kertas dan menyatukan empat potongan kertas tersebut menggunakan selotip. Terlebih dahulu aku menyatukan dua lembar potongan kertas untuk membentuk bagian atas. Kemudian hal yang sama aku lakukan untuk membuat bagian bawah. Aku harus memastikan potongan-potongan kertas itu terpasang kencang. Setelah semua menjadi satu dan terpasang kencang. Langkah selanjutnya yang aku lakukan adalah memotong keempat sudut menjadi  bentuk layangan. Barulah aku ikat layang yang aku buat dengan disanggah oleh bamboo tipis.
Ney, aku buatin layangan yah. Aku senang bisa membuatkan temanku sebuah layangan. Bahkan terkadang mereka memberikan aku uang karena sudah membuatkannya. Uang yang aku terima, meskipun jumlahnya tak cukup banyak. Tak pernah aku nikmati, aku memberikannya kepada mama untuk dapat membantu membeli lauk  yang akan kami makan. Aku hanyalah sebatang kayu pohon yang diproses untuk menjadi sebuah kertas. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dilakukan dengan kertas. Misalnya untuk membungkus cabai atau bawang. Kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas , bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Peradaban ini pernah dipakai oleh bangsa Sumeria, prasasti dari batu, kayu, bamboo, kulit atau tulang binatang, sutra bahkan daun lontar dirangkai seperti yang pernah kulihat pada naskah-naskah Nusantara tempo dulu.

1 comment:

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete