Penulis Novel, Design Grafis, Motion Grafik, Kamera Person, Copy Writer, Story Line, Penulisan Naskah, Editting Video, Photografer Produk, Layout (Buku, Majalah, Koran, Tabloid), Dokumenter, Dokumentasi, dll Contact : 0813 1046 3820
Katagori
Advertising HURUF TIMBUL
(2)
Event
(26)
Narasi 08
(1)
Narasi 09
(2)
NOVEL Ain & Ney
(17)
Novel_CCTV Surga Tidak Pernah Mati Lampu
(2)
Perjalanan PenuhLisan Narasi 10
(18)
Tuesday, March 10, 2020
Lahir Kelahiran Jari Menari
Pameran Lukisan Sugeng Santoso dengan mengawinkan Penulis Novel Ade Dame dalam "Lahir Kelahiran Jari Menari" telah lahir 3 Lukisan dari hasil Praweding 10 Maret 2020
Lanjutan Novel Ain & Ney_Kisah Cinta Yang Terlarang
Kertas yang sering digunakan itu terbuat
dari kayu atau lebih tepatnya dari serat kayu yang dicampur dengan bahan-bahan
kimia sebagai pengisi dan penguat kertas. Proses pembuatan plup dimulai dari
penyediaan bahan baku, kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan
persediaan bahan baku. Seperti Tuhan yang menyimpan sperma papa dalam rahim
mamaku. Aku diolah dan diproses dalam rahim tersebut. Proses pembentukan sperma
dan telur memberikan informasi kepada tubuh mama, bahwa telah ada aku calon
bayi dalam rahimnya. Tuhan mengenal diriku sangat baik. Seperti yang tertulis
dalam kitab “Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau,
dan sebelum engkau keluar dari kandungan,” demikian pula kayu yang siap diolah
ini disebut dengan Log. Log yang bersih kemudian diiris menjadi
potongan-potongan kecil yang disebut chip. Chip kemudian dikirim ke penyaringan
untuk memisahkan chip yang bisa dipakai dengan yang tidak. Begitu juga dengan
sperma papa di dalam rahim mama, sel itu berbentuk seperti lingkaran sinar yang
menggelilingi matahari. Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan memulai
proses pembuahan. Disinilah yang aku rasakan, Tuhan mulai memunculkan resolusi pixel
dalam diriku. Kertas HVS itu mulai terpecik warna sedikit demi sedikit.
Mama adalah wanita hebat dan kuat di mataku.
Meskipun ia selalu saja disakiti oleh papa, ia tetap menyambut papa ketika
pulang ke rumah sebagai istri. Tak sedikitpun dari pancaran wajahnya bersedih,
walau ada bekas lembam di mukanya. Papa tidak pernah memberi nafkah pada kami,
ia selalu saja menyakiti mama dengan sesuka hati. Terkadang kepalan
tangan itu tiba-tiba menghantam wajah mama. Kesalahan-kesalahan kecil yang mama
lakukan, menjadi sebuah alasan tepat untuk papa menganiyaya mama. Mama dipukul,
ditendang bahkan hampir saja raga mama lepas dari jasadnya. Aku yang melihat
adegan itu, menjadi ingatan paling terdalam dan sulit kumenghapusnya. Tak ada tip-x
ataupun penghapus, yang dapat menghilangkan ingatan itu dalam hidupku. Meskipun
mama tersiksa oleh perlakuan papa, ia selalu tersenyum dihadapan kami semua.
Aku tak tahu pasti apa yang ada dalam benaknya. Hanya satu yang kutahu, mamaku adalah wanita yang terhebat
untukku. Penderitaan yang dilalui dalam berumah tangga, tak membuat dirinya
lemah. Mamaku seorang diri menafkahi kami, ia lalui dengan senyuman. Ia bekerja
tanpa mengenal waktu. Tangannya yang penuh kasih sayang, memasukan benang ke
dalam jarum dan menyulam kancing-kancing
pada baju. Aku dan kakak-kakakku membantu mama, merapikan baju-baju yang
selesai mama jahit dan di antar ke pabrik yang memproduksi baju. Mama mengambil
kain ke pabrik dan di bawa ke rumah untuk di jahit.
Aku sangat senang menemani mama ketika ia sedang membuat pola baju yang
akan di jahit. Mama mengambar pola-pola baju tersebut dengan kertas dan ia
tempelkan memakai jarum pentul pada kain. Pertama-tama yang mamaku lakukan
adalah membuat pola bagian atas adalah pola bagian bahu hingga ke bagian
pinggang. Kemudian mama mengambar pola bagian bawah adalah pola bagian pinggang
hingga ke lutut atau sampai ke mata kaki. Mama mengukur semua pola dengan
teliti. Di lantai terdapat perlengkapan mama untuk menjahit. Gunting, kertas sampul,
pensil, skala, meteran, buku pola, karet penghapus, penggarisan, benang serta
jarum pentul terletak di bawah mesin jahit. Kain yang sudah ditempel dengan
pola yang dibuat oleh mama, barulah dipotong sesuai ukuran pola yang telah
digambar. Barulah satu persatu kain yang
sudah dipotong sesuai pola mamaku taruh di mesin jahit.
Pancaran wajah yang penuh sukacita
terlihat olehku ketika mama menjahit semua kain dan menyulapnya menjadi sebuah
baju. Mesin itu digerakan oleh kakinya, sementara tangannya mendorong kain dan
mengikuti potongan kain tersebut. Mama selalu mengerjakan semuanya tepat waktu,
hingga bayaran yang mama dapatkan cukup memenuhi kebutuhan sekolah kami. Tak ia
rasakan sakit disekujur tubuhnya akibat pukulan-pukulan yang papa berikan.
Seorang peri dikirim Tuhan untuk kami semua. Peri yang selalu menjaga
dan melindungi aku dan kakak-kakakku dalam kegelisahan hidup yang dijalani. Dari semua anak mama hanya akulah yang
mirip sekali dengan papa. Tekstur kulit, wajah bahkan cara berjalanku tak buang
sama sekali. Aku dan papa seperti pinang yang dibelah dua. Aku seringkali
mendapatkan hukuman dari mama, hanya karena sebuah kenakalanku yang seringkali
membuat mama marah.
Thursday, March 5, 2020
Lahir Kelahiran Jari Menari
Sebuah catatan Sejarah dalam Dunia Seni yang belum pernah terjadi selama masa perjalanan Dunia Kesenian dan Dunia Novel. "Lahir Kelahiran Jari Menari" Membuat satu Inovasi dan gebrakan dalam Dunia Seni dan Novel.
Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta denagn memadukan Dua Talenta antara Penulis Novel dengan Pelukis yang tidak melukiskan karyanya dengan Kuas, melainkan melukis melalui jari. Selama ini Masyarakat hanya melihat bahwa melukis menggunakan jari melalui Media Pasir. "Lahir Kelahiran Jari Menari" merubah pandangan Masyarakat.
Seorang Pelukis yang bernama Sugeng Santoso diAnugerahi Talenta yang sangat luar biasa. Sugeng Santoso jarinya menari di atas Media Canvas dan cat untuk menceritakan Karya seorang Penulis Novel dengan nama Pena "Ade Dame Kondel" 3 Buku Novel dari Ade Dame akan di lukis oleh Sugeng Santoso pada tanggal 11 Maret 2020.
Seorang Pelukis yang bernama Sugeng Santoso diAnugerahi Talenta yang sangat luar biasa. Sugeng Santoso jarinya menari di atas Media Canvas dan cat untuk menceritakan Karya seorang Penulis Novel dengan nama Pena "Ade Dame Kondel" 3 Buku Novel dari Ade Dame akan di lukis oleh Sugeng Santoso pada tanggal 11 Maret 2020.
Team : "Lahir Kelahiran Jari Menari"
Penulis : Ade Dame, Guntur Bisowarno dan Sukoco
Lahir Kelahiran Jarri Menari
Perkawinan Enerjologi Vs Longorjologi dalam Novel Ade Dame Dilukis Maestro Sugeng Santoso.
Purwosari Tangerang Selatan,
5 Maret 2020
Edisi 5 Faktor Keberuntungan yang ada dalam Pagelaran Pertunjukan Gelaran Getaran Perpaduan Energi Novel Ade Dame vs Energi Serapan Responsibilitas Maestro Pelukis Expresionisme Impresionisme Sugeng Santoso, yang menggunakan teknik jari jari tangan di atas kanvas dengan cat tube, cat air art fine painting [ baca : selanjutnya disebut dan di komunikasikan sebagai Seni Bidang Karya dengan Sumber Bidang Garap Alam Semesta Semesra Raya sebagai "Lahir Kelahiran Jari Menari" red.]
5 Faktor Keberuntungan itu adalah aspek aspek satuan kehadiran hadiratNya dalam wujud EJA~wantah terjadinya Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah terselenggarakannya acara Perkawinan Energi Energiologi Energi Bejo Logi, Enerjologi dari Novel Novelita Ade Dame dalam Pertunjukkan Pembacaan Satu Persatu Sinopsis 3 Novel Ade Dame di.hadapan Ruang Massa Waktu Maestro Sugeng Santoso dan Inilah sesungguhnya PertunjukkanNya dari Ejawantah Enerjologi Maestro Sosok Bayangan Sugeng Santoso ke dalam Lukisan dari Pembacaan Satu Per Satu Sinopsis 3 Novel Novelita Ade Dame, dengan di kerjakannya dari Pembacaan Satu Sinopsis ke Sinopsis berikutnya, di Kerjakan langsung dalam lukisan oleh Maestro Sugeng Santoso, satu demi satu adegan di ulangi dengan hikmat, cermat dan elegan, inilah 3 Poros Utama Pertunjukkan "Seni Art Healing ~ Healing Art" dan Seni Bidang Karya Sinkronitas 3 Bauran Energi Menjadi Satu Wujud Lukisan yang prosesnya bisa di pertunjukkan dan di dokumentasikan saat itu.
Penonton dan para tamu yang hadir membayar harga tiket menonton sebesar 100 ribu rupiah, dan dikenai harga 100 ribu untuk pertanyaan khusus kepada siapa mereka akan bertanya [baca : Ade Dame, bisa Sugeng Santoso, Bisa Mbah Openi Bukan Opini, dlll, satu subyeks Narasumber harga pertanyaannya sebesar 100 ribu rupiah red.], dengan cataran tanpa mendapat makanan dan minuman, dengan cara membawa makanan dan minuman sendiri sendiri seperti nonton sineplex di studio 21, selama durasi 3 jam, mengingat satu karya lukisan rata rata di bawah 1 jam dengan proses pergantian narasi sinopsis dan pertunjukkan dari satu novel ke novel berikutnya sampai terjadinya 3 lukisan di kanvas drawing painting yang sudah tersedia apa adanya.
Sampurasun... Kulonuwon... Assalamu'alaikum..
Semangat SUGENG RAHAYU
Pagi Siang Sore Malam
Sehat Bahagia Penuh Rahmat Berkah Barokah untuk Kita Semua...
Alhamdulillahirrobbil Alamin
Aamiin Yaa Robbal Alamin
_Just Sharing info menarik nich Guys... Bro Sister Om² Ganteng dan Tante² Cantik yg slalu Baik, Mulia dan Penuh Keberkahan... Info Terkait Novel Yang Menarik dan ditulis oleh seorang saudari terkasih kita semua yaitu ADE DAME sang MULTI TALENTA diberbagai Bidang dan Profesi akan mengadakan Pameran Lukisan hasil dari Pertunjukan dan Pagelaran Enerjologi 3 Novel Cerita Karya Ade Dame yang berhasil di tuangkan di dalam dan di Lukis langsung oleh mas Sugeng Santoso... yang akan di selenggarakan pada Tanggal 11 Maret 2020, di Rumah Joglo "Toko Kramat."
Mulai Jam 07.00 - 08.00 pagi sampai selesai 13.00 WIB
Dengan diawali Upacara Bendera dan Pembacaan Pancasila serta Lagu Indonesia Raya.
Kehadiran teman-teman semua sangat di harapkan oleh kami dan untuk mendukung semua Karya yang terlahir dari Sang Ilahi.
Terima Kasih
Toko Kramat (Antik)
Jl. Jombang Astek, Lengkong Gudang Tim., Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310 kontak
0852-8757-7888
Penulis : Ade Dame, Guntur Bisowarno dan Sukoco
Purwosari Tangerang Selatan,
5 Maret 2020
Edisi 5 Faktor Keberuntungan yang ada dalam Pagelaran Pertunjukan Gelaran Getaran Perpaduan Energi Novel Ade Dame vs Energi Serapan Responsibilitas Maestro Pelukis Expresionisme Impresionisme Sugeng Santoso, yang menggunakan teknik jari jari tangan di atas kanvas dengan cat tube, cat air art fine painting [ baca : selanjutnya disebut dan di komunikasikan sebagai Seni Bidang Karya dengan Sumber Bidang Garap Alam Semesta Semesra Raya sebagai "Lahir Kelahiran Jari Menari" red.]
5 Faktor Keberuntungan itu adalah aspek aspek satuan kehadiran hadiratNya dalam wujud EJA~wantah terjadinya Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah terselenggarakannya acara Perkawinan Energi Energiologi Energi Bejo Logi, Enerjologi dari Novel Novelita Ade Dame dalam Pertunjukkan Pembacaan Satu Persatu Sinopsis 3 Novel Ade Dame di.hadapan Ruang Massa Waktu Maestro Sugeng Santoso dan Inilah sesungguhnya PertunjukkanNya dari Ejawantah Enerjologi Maestro Sosok Bayangan Sugeng Santoso ke dalam Lukisan dari Pembacaan Satu Per Satu Sinopsis 3 Novel Novelita Ade Dame, dengan di kerjakannya dari Pembacaan Satu Sinopsis ke Sinopsis berikutnya, di Kerjakan langsung dalam lukisan oleh Maestro Sugeng Santoso, satu demi satu adegan di ulangi dengan hikmat, cermat dan elegan, inilah 3 Poros Utama Pertunjukkan "Seni Art Healing ~ Healing Art" dan Seni Bidang Karya Sinkronitas 3 Bauran Energi Menjadi Satu Wujud Lukisan yang prosesnya bisa di pertunjukkan dan di dokumentasikan saat itu.
Penonton dan para tamu yang hadir membayar harga tiket menonton sebesar 100 ribu rupiah, dan dikenai harga 100 ribu untuk pertanyaan khusus kepada siapa mereka akan bertanya [baca : Ade Dame, bisa Sugeng Santoso, Bisa Mbah Openi Bukan Opini, dlll, satu subyeks Narasumber harga pertanyaannya sebesar 100 ribu rupiah red.], dengan cataran tanpa mendapat makanan dan minuman, dengan cara membawa makanan dan minuman sendiri sendiri seperti nonton sineplex di studio 21, selama durasi 3 jam, mengingat satu karya lukisan rata rata di bawah 1 jam dengan proses pergantian narasi sinopsis dan pertunjukkan dari satu novel ke novel berikutnya sampai terjadinya 3 lukisan di kanvas drawing painting yang sudah tersedia apa adanya.
Sampurasun... Kulonuwon... Assalamu'alaikum..
Semangat SUGENG RAHAYU
Pagi Siang Sore Malam
Sehat Bahagia Penuh Rahmat Berkah Barokah untuk Kita Semua...
Alhamdulillahirrobbil Alamin
Aamiin Yaa Robbal Alamin
_Just Sharing info menarik nich Guys... Bro Sister Om² Ganteng dan Tante² Cantik yg slalu Baik, Mulia dan Penuh Keberkahan... Info Terkait Novel Yang Menarik dan ditulis oleh seorang saudari terkasih kita semua yaitu ADE DAME sang MULTI TALENTA diberbagai Bidang dan Profesi akan mengadakan Pameran Lukisan hasil dari Pertunjukan dan Pagelaran Enerjologi 3 Novel Cerita Karya Ade Dame yang berhasil di tuangkan di dalam dan di Lukis langsung oleh mas Sugeng Santoso... yang akan di selenggarakan pada Tanggal 11 Maret 2020, di Rumah Joglo "Toko Kramat."
Mulai Jam 07.00 - 08.00 pagi sampai selesai 13.00 WIB
Dengan diawali Upacara Bendera dan Pembacaan Pancasila serta Lagu Indonesia Raya.
Kehadiran teman-teman semua sangat di harapkan oleh kami dan untuk mendukung semua Karya yang terlahir dari Sang Ilahi.
Terima Kasih
Toko Kramat (Antik)
Jl. Jombang Astek, Lengkong Gudang Tim., Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310 kontak
0852-8757-7888
Penulis : Ade Dame, Guntur Bisowarno dan Sukoco
Tuesday, March 3, 2020
Lanjutan Novel Ain & Ney_Kisah Cinta Yang TERLARANG
02A. Kenakalanku
Aku seperti seorang jagoan ketika
berhadapan dengan lawan. Seringkali aku diteriaki oleh mama, saat kami akan
bertengkar. Sepertinya yang terlihat kami adalah penguasa lapangan, tapi
sebenarnya tidaklah seperti itu. Hanya ada sedikit peraturan yang dibuat,
ketika kami bermain bersama jangan ada sebuah pertengkaran.
“Ney. Masuk.”
Suara
mama sangat keras, memecahkan pusat perhatian diantara kami. Aku dan seluruh pasukan
bubar berbalik arah dan menghindarkan barisan serta berlalu pergi. Sambil
melihat suasana kembali aman. Kami kembali berkumpul di tengah lapangan dan
membuat suasana berbeda bermain bersama dengan layang-layang. Aku dan teman-temanku
yang hampir saja membentuk barisan menyerang musuh dan menimbulkan sebuah
pertempuran hebat. Dengan layang-layanglah kami memulaikan suatu areal tempur
di atas langit dan menunjukkan diri, siapa yang jadi juaranya.
“Ney, Tarik benangnya. Jangan sampai
mereka dapat duluan.” Teriak salah satu temanku. Aku dan temanku berlari untuk
mendapatkan sebuah layangan. Lari dengan begitu kencang menyelusuri bebatuan
serta aliran air yang mengalir. Tanpa memperdulikan ada bahaya yang setiap saat
akan menghampiri. Teman-temanku menyukaiku. Aku sangat dikenal sebagai seorang
pembuat layangan. Aku akui. Aku tidak mampu untuk membeli layangan. Dengan
berbagai macam cara supaya aku memiliki dan tidak membuat hati mama bersedih.
Karena mama tidak memiliki uang untuk membelikanku sebuah layangan. Papa jarang
sekali pulang dan setiap kali papa pulang, sedikit sepeser uang tak pernah ia
berikan pada mama. Aku seringkali memperhatikan tukang layangan dekat rumah. Teman-temanku
yang memiliki uang jajan yang diberikan oleh orangtuanya dengan mudah mereka
memiliki. Sementara aku. Hanya duduk manis memperhatikan si pembuat layangan.
Dengan menyiapkan selembar kertas dan menyatukan empat potongan kertas tersebut
menggunakan selotip. Terlebih dahulu aku menyatukan dua lembar potongan kertas
untuk membentuk bagian atas. Kemudian hal yang sama aku lakukan untuk membuat
bagian bawah. Aku harus memastikan potongan-potongan kertas itu terpasang
kencang. Setelah semua menjadi satu dan terpasang kencang. Langkah selanjutnya
yang aku lakukan adalah memotong keempat sudut menjadi bentuk layangan. Barulah aku ikat layang yang
aku buat dengan disanggah oleh bamboo tipis.
“Ney, aku buatin layangan yah.” Aku senang bisa
membuatkan temanku sebuah layangan. Bahkan terkadang mereka memberikan aku uang
karena sudah membuatkannya. Uang yang aku terima, meskipun jumlahnya tak cukup
banyak. Tak pernah aku nikmati, aku memberikannya kepada mama untuk dapat
membantu membeli lauk yang akan kami
makan. Aku hanyalah sebatang kayu
pohon yang diproses untuk menjadi sebuah kertas. Kertas dikenal sebagai media
utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang
dilakukan dengan kertas. Misalnya untuk membungkus cabai atau bawang. Kertas
merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar
dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas , bangsa-bangsa dahulu
menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Peradaban ini pernah
dipakai oleh bangsa Sumeria, prasasti dari batu, kayu, bamboo, kulit atau
tulang binatang, sutra bahkan daun lontar dirangkai seperti yang pernah kulihat
pada naskah-naskah Nusantara tempo dulu.
Subscribe to:
Comments (Atom)





