Wednesday, February 17, 2021

Enerjologi Tuhan Dalam Jagat Renovasi “Covid Cinta”

 

Enerjologi Tuhan Dalam Jagat Renovasi “Covid Cinta”

11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)

Respon Memang Sangat Penting

Penulis : Ade Dame Kondel

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

Enerjologi Tuhan Dalam Jagat Renovasi “Covid Cinta”

Narasi 08:

Kamu tahu ngak, kenapa ada Covid…?!!

Supaya hatiku ke lockdown di hatimu.

Semilir angin menyapa wajahku dengan kelembutannya. Semakin malam kian terasa larut dan dingin, aku terbuai dalam gejolak lautan asmara.

Terombang ambing oleh gelombang cinta yang menyeretku ke dalam lembah kehancuran. Badai itu datang sangat mengerikan hingga menenggelamkan jiwa. Kegelapan perlahan-lahan menghampiri, mencoba menghasut hasrat untuk mencintai. Cinta, Kasih dan Sayang terlebur satu membentuk ambisi ingin memiliki sesuatu yang belum pasti.

Makna

Cinta yang hampir terlupakan oleh wabah yang melanda dan menjadi sebuah boomerang bagi diri. Perubahan segenap terjadi dalam sekejap, sehingga merubah keadaan jadi sunyi.

Gelak tawa yang tersirat dari wajah-wajah riang tak lagi terlihat oleh mata. Redup, lemah dan tak berdaya. Muka pucat berselubung dibalik rias wajah dan tertutup masker rapat-rapat. Makhluk kecil yang halus menjadi sorotan mata dunia.

Dirinya berperan begitu kokoh, ia mampu menguasai serta melumpuhkan segala panggung drama ditiap aspek yang ada. Kembali kita melihat sistem  cara kerjanya Tuhan. Sepenuh-penuhnya melampaui semua yang penuh, sedetail-detailnya melampaui semua yang detail.

Hadirnya wabah Corona Covid 19 membumi hanguskan dan menolkan keegoisan, kesombongan, kekuatan, kekuasaan. Sifat dasar itu  dalam sekejap saja diratakan.

Penderitaan itu hadir dan menyakitkan bahkan menghantui pikiran yang menekan hati nurani. Saat kita menyadari sesungguhnya pemikiran manusia itu terbatas. Oleh karena itu terjadilah keraguan dalam diri dan tanpa disadari bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini sudah ada jalan ceritanya. Sifat paling dasar yang menyertai kehidupan adalah manusia itu berpikir dengan caranya sendiri dan tanpa mengandalkan apa yang sedang Tuhan perbuat dalam diri. Maka manusia itu sendiri terus berputar-putar dengan pola pikir yang salah, sehingga ia tidak menemukan jalan keluar dari persoalan yang ada. Dunia terasa gelap, mati, kosong dan hampa. Maka yang timbul dari lubuk jiwa sebuah ketakutan, emosi, kekhawatiran serta ketegangan hinggap mengguncangkan kejiwaan diri. Harapan yang tak terlihat itu menjadikan kita menjauh dari Sang Pencipta. 

Mencintai, Menyayangi dan mengasihi seseorang itu benar-benar mendebarkan, sehingga membuat jantung hampir saja terhenti. Seperti wabah Covid19 yang melanda dunia, ia begitu mendebarkan dan dalam sekejap merasuk ke jantung dan menghentikan semua peredaran darah dalam tubuh. Corona adalah sebuah makhluk yang mengerikan. Tapi saat Corona telah pergi, ia akan kita rindukan. Sebab cuman Makhluk Ganas itu yang membuat seseorang terasa jauh jadi lebih dekat. Seseorang yang dekat menjadi terasa jauh.

Lanjutan Narasi 08

Setiap cinta punya waktu. Waktu bukanlah milik kita. Tapi bukanlah berarti itu bukan cinta. Aku percaya akan cintaku. Jika Tuhan saja bisa tunduk dihadapan cinta. Bagaimana mungkin waktu punya kesempatan? Waktu pasti berubah. Seperti yang aku rasakan saat ini. 20 tahun lamanya aku menyimpan rasa cinta padamu. Waktu. Iya, waktulah yang merubah keadaan ini semua. Takkan pernah aku lukai orang yang aku cintai setelah menunggu sekian puluh tahun lamanya.

Makna

Covid19 mengajarkan banyak hal tentang Cinta.  Saat hal kecil yang sering diabaikan, dengan kehadiran Corona Covid19 membuka mata yang tertutup melihat apa namanya kepedulian.

Demikian juga Cinta Kasih dan Kasih Sayang sedzati sejati mengajarkan apa namanya kesabaran. 

Cobalah kalian mengerti arti sebuah kematian. Kematian itu sangatlah indah, ketika kamu mengalaminya. Apa arti maksud kematian?!!  Mengerti dan memahami sebuah kematian memanglah terlihat Ambigu buat kita yang kurang memahami kematian tsb. Mulut-mulut yang terbungkam tak dapat menyuarakan wabah yang menghentikan jantung dunia. Dengan begitu cepatnya undang-undang darurat dikeluarkan, melalui PSBB serentak seluruh dunia membentengi segala aktivitas yang seharusnya terus bergerak. Namun sangat disayangkan, peraturan itu tidaklah semua berjalan baik. Stay at Home hanyalah sebuah gambaran menyempitnya penyebaran. Terkadang memang baik untuk melupakan masa lalu. Meski kita tidak banyak bicara, disaat kita mengingat apapun. Sadar atau tidak sadar bahwa dengan adanya Corona Covid19 memberikan tanda pada kita semua. Alam. Iya, alam membawa sebuah tanda cinta yang Dia kirim kepada umat Nya. Covid19 bukti kasih sayang dan cinta yang dimiliki oleh Sang Pencipta mengajarkan banyak hal atas peristiwa yang saat ini terjadi. Sedikit aku menjelaskan pada kalian semua arti sebuah perbedaan tentang Cinta, Kasih, Sayang. Tiga kata dengan makna yang sama namun tiga arti yang berbeda.

Cinta.

Cinta adalah Tubuh, dimana cinta itu yang memiliki sifat dasar manusia seutuhnya yaitu cinta akan harta, uang, sek, kekuasaan, pamor dll.

Sayang.

Sayang adalah Jiwa, dimana sayang itu memiliki sifat mengistimewakan, membutuhkan, memiliki, mengutamakan pasangannya.

Kasih.

Kasih adalah Ruh/Roh, dimana memiliki sifat dasar dalam Ruh itu sendiri adalah Lemah Lembut, Sabar, mengampuni, memberikan kenyamanan, keteduhan, melindungi.

Seluruh sepasang kekasih di dunia ini mengikat janji dan sangat sering kali mengucapkan dua kata yang diucapkan.

Dua kata itu selalu terdengar di telinga yaitu ”Aku mencintaimu,” “Aku menyayangimu,” kata-kata itu adalah kata umum yang sering diungkapkan manusia. Sejak terjadinya PSBB banyak hal yang aku dapatkan dengan hadirnya wabah Corona Covid 19. Sosok Makhluk kecil tsb mengajarkan arti sebuah Cinta. Virus Covid19 hampir sama dengan Virus Cinta. Hanya system kerjanya yang berbeda. Mereka sama-sama mematikan. Tapi kembali lagi, apakah ada Imun dalam Imanmu.

IMAN IMUN KASIH ILAHI dalam Badan, Jiwa, Ruh di sepanjang keberadaan kehidupanmu.

Jadi jika seseorang yang berkata “aku menyanyagimu atau aku mencintaimu,” dua kata itu adalah KEBOHONGAN. Disini sedikit saya menjelaskan kedua kata tsb. Seorang kekasih yang mengucapkan kata Cinta atau Sayang, ia akan terselubung dan terbungkus dengan rasa cemburu yang ditutupi oleh kesalahan yang diperbuat tanpa diketahui pasangannya. Karena Cinta dan Sayang hanya mengenal luar dari sosok pasangannya.

Lain halnya dengan kata Kasih. Kasih menutupi semua kesalahan yang dilakukan pasangannya. Karena seseorang yang memiliki Kasih, ia menutupi kecemburuannya. Sebab ia begitu sangat mempercayai pasangan yang ia pilih menjadi pendamping hidup dan matinya. Kasih sangat mengenal luar dan dalam yang ada didalam diri pasaangannya tsb.

Terima kasih KASIH mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna

Kekuatan cinta seorang ibu dapat mengalahkan segalanya. Ibu memiliki Kasih Cinta dan Kasih Sayang ;  yang tak terbatas ruang dan waktu. Ibu adalah seorang pahlawan yang rela berkorban dan memperjuangkan hidupnya, demi mengeluarkan seorang nyawa yang dititipkan dalam rahim tubuhnya. Tapi Kasih ibu pun dapat merubah diri menjadi seorang Monster Ganas yang dapat membunuh dan membinasakan anaknya sendiri.

Hanya seorang ibu yang memiliki dan mengerti bahasa Kasih sajalah yang mau melindungi dan menjaga anaknya dari kejahatan di dunia ini.

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.

Menemukan Cara Bereaksi dengan KasihNya di manapun kita berada, Sang Saksi ada di sekitar kita.

Makna

Apakah kita pernah berpikir dan bertanya. Kenapa harus ada dan diadakan rumah ibadah?!! Aku hanya sedang berpikir dengan pikiran bodoh yang baru saja terlintas tentang rumah ibadah yang tak lagi menggumandangkan suara adzan dan nyanyian pujian tak terdengar. Covid Cinta membuka mata hatiku yang telah tertutup lama. Pengertian ini aku temukan saat kita  berjamaah atau beribadah, yang aku maksud adalah dua atau tiga orang saat kita memanggil nama Nya. Maka Ia akan hadir. Alasannya mengapa Sang Pemilik Jagat Raya menginginkan kita datang ke rumah ibadah. Yang aku temukan adalah Tuhan butuh saksi, saat Kasih Nya itu menyentuh hati seseorang di dalam rumah Nya. Maka beberapa orang yang ada di tempat ibadah tsb, mereka akan menyuarakan dan mencerita kebesaran Kasih Nya.

Lahirlah cara beribadah yang lebih mendalam dalam kesaksian KasihNya yang tersembunyi di seluruh peristiwa duka, derita, pahit sakit, menderita hampa nestapa itu.

Hubungan Tuhan dengan kita seolah-olah terputus oleh Makhluk kecil yang tak terlihat tsb.

Dibuat seolah olah Putus Relasi Kita dengan KasihNya.

Tanpa kita sadari , keterbatasan ini membuat hati semakin melekat karena Covid19.

Ruang kosong yang selama ini terabaikan begitu saja,

Itulah RUANG KECERDASAN TERSEMBUNYI, Ruang Kasih Ilahi.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Makna

Seluruh dunia saling menyakiti. Dari sekian banyak yang kamu cintai, pasti akan ada salah satu yang tersakiti. Rasa takut kehilangan seorang yang kita cintai itu akan terwujud saat cinta mulai pudar.

Corona Covid19 akan pudar, tapi dirinya takkan punah begitu saja,

PEMBELAJARAN Kecil Berdampak Sistemik.

Tak Ada yang sepele dalam Penyelenggaraan Kasih Ilahi.

Seperti cinta yang mulai ranum dalam benak hati dan menjadi buah dilema di hidup. Dilema untuk siap memasuki keseimbangan kasihNya, sesederhana dan pelembut sepasti itu adaNya.

Allah adalah KASIH SEJATI.

Kita sedang berperang bukan melawan senjata atau pun manusia. Tapi peperangan yang terjadi saat ini. Melawan makhluk halus, kecil, tipis seperti butiran debu yaitu Covid19.

Butuh kelembutan dan kelenturan untuk menghadapi dan belajar tentang virus cinta, menuju sayang jiwani hingga murni ruh roh kasih, ya kasihNya yang super murni, selalu ada, tak di halangi ruang dan waktu, umur badan dan jiwa kita.

Respon Memang Sangat Penting

Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno


Fenomena Nomena Jero Corona Covid-19

 

NASIONAL

Fenomena Nomena Jero Corona Covid-19

11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret  2020 (design By : Ade Dame)

Respon Memang Sangat Penting

Penulis : Ade Dame Kondel

Lukisannya Sugeng Santoso dari Narasi Novel Ade Dame Kondel yang mana sudah mampu mewakili esensi dan substansi ini, ada 5 buah hasil dari perkawinan seniwati novelita dengan seniman lukisan enerjologi pada 11 Maret 2020.

“Perkawinan Ener Jo logi VS Longor Jo logi”

(Sebuah Maha Karya dari Sang Pencipta dengan memandukan Dua Talenta dalam Lahir Kelahiran Jari Menari menjadi keajaiban Karya, Novelita Ade Dame dan Pelukis Enerjologi Ekspresionis Impresionis Sugeng Santoso)

Fenomena Nomena Jero Corona Covid-19

Narasi 5:

Bingkai lukisan itu terlihat indah.

Bersandar di dinding yang megah. Tak Nampak seraut wajah. Ada jalan yang melintasi arah. Bulan  tersimpan dalam kelam. Goresan luka bercampur dendam.

Lukisan diri terlihat kusam. Matahari sinarnya telah padam. Langit di luar terlihat mendung. Mentari bersembunyi di balik awan gelap yang tergoncang. Enggan dirinya memancarkan bias cahaya untuk ku.

Tunduk ku dalam kegelapan. Tak dapat ku berkata pada dirinya.

Berikanlah setitik cahaya mu untuk diriku. 

Daun yang melambai ke kanan dan ke kiri, diiringi pancuran air di tengah taman.

Membawaku ke dalam dunia dimensi waktu yang tak pernah berhenti.

Jiwaku menyendiri saat ini dan senja berbisik mengusik ketenangan hati.

Musik syahdu terdengar lembut menyampaikan sebuah pesan yang tersembunyi. 

Makna

Rangkaian peristiwa yang sedang dipantau dunia saat ini.

Akankah datang masa dimana semua makhluk berteriak lapar.

Dan kelaparan dengan ramah tamahnya menghampiri seluruh Dunia saat Jero Corona Covid-19 sedang meraja lela dan mengenggam sangat kuwat dan erat erat kekuasaan Dunia.

Pemeran Utama sang tokoh yang bernama Jero Corona Covid-19 mengentarkan jiwa dan menari-nari riang dibawah alam sadar kita, sehingga memunculkan kekhawatiran bagi seluruh umat di muka Bumi ini.

Kita semua menjadi panic dan kalang kabut perkara pandemic Jero Corona Covid-19 ini.

Dalam hal yang terjadi saat ini, semua Negara dalam keadaan sama. Banyak berita yang memperdebatkan dan merekayasa untuk perang atau bahkan membunuh warga Negara itu sendiri.

Waktu terus berputar mengintari hari, tak terasa bulan telah berlalu.

Ketegangan ini membuat arus dan gerak gejolak aliran emosi jiwa manusia diseluruh dunia terganggu.

Kehidupan seperti dipermainkan oleh makhluk kecil yang tak terlihat, sangat tepat dan cepat beradaptasi serta bermutasi.

Ia seperti mengintai dan mengawasi ke setiap sudut ruang lingkup kepentingan dan sasaran politik kekuasaan yang mendukungnya dan berselancar, sembunyi bekerja menikam dan menghisap anggaran kematian sesamanya sendiri, keluarga dan bangsa mereka sendiri, terpaksa terjebak sadar dan tak sadar.

Musik kematian bergaung di telinga kita melalui ambulance, ruang gerak tarian ia pertontonkan melewati jantung detak detik phikiologis yang tertekan.

Sentuhan kasih telah menjauh, tangan itu tak dapat saling bergenggaman, udara telah tercemar hawa pembunuhan secara halus sistemik, manipulatif, konspiratif dan bau anyir darah haram serta hawa kematian tercium dimana-mana.

Jero Corona Covid 19 dengan wajah sinis skeptis apatisnya dan mata yang tajam seolah-olah ingin mengubur kita dalam-dalam tanpa belas kasihan.

Lanjutan Narasi 05

Lubang hitam membawa kita lebih tinggi.

Nyatanya kita berada di dasar lembah.

Santapan haram berdarah aroma pengkianatan atas nama nikmat berketakutan dan nikmat berkehampaan, nikmat berkenikmatan yang tak mampu memenuhi rasa perasaan ingin dan ingin terus menerus, rasa kehausan kenikmatan dangkal yang sistemik akut kronis, tanpa kesediaan menemukan jati diri, rasa kebersyukuran yang tulus agung dan mendamaikan, sangat jauh sekali pelarian berkenikmatan dangkal, alih alih kebersyukuran yang sejati tak bisa di dapatkan tanpa kesediaan menerima keterlibatan alam. Allah dan para sesama yang berkesyukuran secara sedarhana, pilihan berkenikmatan mencuri rejeki orang lain, merusak alam dan menghancurkan panggilan budi pakarti sedzati sejati, telah membuat kita lupa diri.

Sementara hidangan tak  menyenangkan kita tak ingat. Asupan Perlindungan sepanjang massa, Ki Pahit di abaikan keberadaannya yang murni memurnikan. Silau berlian merusak penglihatan.

Di saat saat super kritis dan mega kritis itu, sekelebat Cahaya mutiara memperbaiki mata.

Keberuntungan yang aneh dan unik antik, menik menik serta manik manik.

Ternyata diriku baru bangun dari pingsan yang berputar putar, sesudah air degan hijau itu mengguyur bibir dan membasah mulut dan tenggorokanku

Anugerah dan Hidayah Mata Makripat itu, datang dalam cahaya enerjologiNya.

3 buah pisang emas menggenapi keajaiban dan kelegaan di mulut tenggorokanku, sungguh sungguh tersadarlah diriku dari pingsan sekelebat di gigit serangga ulat bromo yang sungguh sungguh mematikan itu.

Ternyata klop kelopo kelapa adegan hijau ijo dan pisang emas, lapisan gesang, lapisan gesang hidup bercahaya keemasan itoe itoe.

Membawaku untuk melanjutkan tugas hidupku lebih bercahaya keimunan dan keimanan padaNya.

Biarkan diriku tetap memberikan terang buat semua orang.

Bersinar di pagi hari, bercahaya di malam hari.

Makna

Apakah dengan menjaga kebersihan, jaga jarak, cuci tangan dapat menundukkan sang tokoh?!!

Iya. Tapi, itu hanya sebagai pencegahan saja supaya dirinya tidak menjalar dan berkuasa atas Bumi. 

Para ahli ilmuwan seluruh dunia harus bersatu mencari jalan keluar dengan cara menemukan vaksin sehingga dapat melumpuhkan Jero Corona Covid-19.

Supaya makhluk yang tak terlihat tersebut benar-benar tak berdaya dan tak mampu lagi berkeliaran dengan bebasnya.

Tugasnya segera selesai sempurna.

Segala daya upaya haruslah dilakukan. Kini saatnya kita tidak harus memikirkan keuntungan maupun harta ataupun kerugian sesaat alih alih apa yang lebih berharga dari segalanya, di bandingkan HARGA JIWA NYAWA ASLI kita.

Fokus pada tujuan yang terjadi menghampiri kita semua dan bersama-sama melalui ruang waktu dengan kondisi saat ini. 

Kita bukan sedang berperang dengan tentara manusia atau Negara lain.

Selama peperangan berlangsung, kita tidaklah harus menuntut kebebasan, berteriak lapar, mengeluh kerugian.

Perang yang sedang kita hadapi, bukanlah peperangan genjatan sejata dan peluru, peperangan tanpa medan tempur, peperangan yang tanpa batas.

Makhluk kecil yang tak terlihat ini tidak memiliki belas kasihan.

Dirinya tidak memandang orang kaya, miskin, pejabat, gembel, politikus, ilmuwan, ahli kesehatan atau apapun itu. Ia memangsa siapa saja yang ada dihadapannya.

Kotor. Bumi ini telah kotor oleh keserakahan, kesombongan, kejayaan dan keras hati, hingga kita melupakan Tuhan yang berkuasa atas Bumi dan seluruh makhluk yang Dia ciptakan.

Tuhan tidak lagi menurunkan hujan dan seluruh Bumi terendam Air Bah untuk membersihkan setiap Negeri maupun Bangsa Manusia.

Manusia itu sendiri yang menghancurkan, dengan egoisme yang tercipta dan yang terbentuk didalam dirinyalah telah menjadikan bala tentara perang makhluk virus senjata biologis jero corona covid 19, yang sangat mematikan serta mengerikan ini.

Apakah para pembesar negeri ini terlalu sibuk atau menyibukkan diri dengan membahas Undang-undang.

Mungkin saja mereka tidak melihat atau pura-pura tak melihat pademic Jero Corona Covid-19 yang melanda Bumi. Atawa justru aji mumpung dan berselancar kelihaian kemunafikan kejahatan sistemiknya di atas penderitaan sesama dan rakyatnya.

Apakah kita tidak mencoba berdamai pada diri sendiri dan merendahkan hati, bersujud serta tersungkur pada alam dan Tuhan, memohon belas kasihan-Nya, meminta petunjuk dan jawabannya, memurnikan dan menyucikan diri dari karma karma jahat dan kotoran residu kehidupan, lebih lebih tak mau ikut ikutan mazab hipocratesan seluruh sistem kesehatan dan pengobatan Modern Konvensional, yang mengharapkan serta menyangkal keterlibatan Sang Pencipta.Tuhan seru sekalian alam dalam proses pengobatan sakit penyakit manusia di seluruh dunia bumi kita ini.

Waham dan Mazab yang sudah waktunya berakhir dan berhenti di medan perang jero corona covid 19 ini.

Terima kasih mamaku yang terhebat, sudah memberikan tempat untukku yang terindah, dalam rahimmu.

Makna

Ibu Pertiwi yang sedang hancur hati membutuhkan kelembutan cinta kasih dan kepedulian kita terhadap tanah air. Ibu Pertiwi menunggu kita untuk bersatu tanpa memandang ras, suku budaya maupun agama atau harta yang kita punya.

Kekayaan Ibu Pertiwi di tanah air dimana kita tinggal saat ini begitu melimpah.

Ibu Pertiwi hanya mengharapkan kerendahan hati kita untuk dirinya tidak dilupakan dan melupakannya.

Kita harus bersyukur dan berterima kasih pada Ibu Pertiwi yang masih setia mengasihi kita dengan menjaga alam yang hidup di Negeri ini.

Sehingga dari Ibu Pertiwi sedang bersusah hati menjadi Ibu Pertiwi sedang bersenang hati, karena putra putrinya bersedia berbakti kembali dan menjaga kekayaan sedzati sejati Ibu Pertiwi

Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.

Makna

Ada sebuah gambaran cerita nyata dari seorang ibu yang membutuhkan pertolongan.

Kira-kira sekitar pkl 08:00 ketika anaknya yang menderita asma    mengalami komplikasi.

Anak itu harus dilarikan ke rumah sakit terdekat yang berjarak sekitar 1 km jauhnya jika tidak maka akan berakibat fatal..dia memanggil seorang tetangga yang memiliki mobil tapi tetangga mengatakan mobilnya tidak memiliki bahan bakar…dia menelepon pendetanya tetapi pendetanya mengatakan sedang menerima kunjungan pendeta dari Amerika dan tidak bisa meninggalkan mereka sendirian.

Akhirnya dia memutuskan untuk membawa sendiri anaknya ke rumah sakit; dia tidak bisa membayangkan kehilangan anak satu-satunya untuk penyakit yang sama yang telah membunuh suaminya beberapa tahun sebelumnya…dia memiliki masalah dengan kakinya dan tidak bisa bergerak cukup cepat dan anak itu juga terlalu berat baginya untuk bergerak lebih cepat.

Ditengah perjalanan ia bertemu orang-orang yang bergegas pulang dari kerjaan mereka namun mereka hanya menatapnya saja. Dia coba  memohon pertolongan dari mereka, tetapi mereka hanya mengacuhkannya. Dia juga mencoba untuk menghentikan kendaraan yang lewat tapi tidak ada satupun yg meresponinya. Dia jatuh berkali-kali tapi dia terus berusaha bergerak.

Kemudian seorang pria yang kurang waras yang selalu berkeliaran disekitar situ dan berpakaian tidak karuan menatap kearahnya.

Pria itu berlari ke arahnya dan mengambil anak itu darinya.

Ibu itu tidak sanggup berbicara tetapi hanya menunjuk ke arah rumah sakit. Pria yang pakaiannya tidak karuan itu dan agak gila bisa memahami dengan baik apa yang ia maksud karena ia melihat anak yang sedang sekarat dan berjuang untuk bernapas.

Ditempatkannya anak itu di bahunya dan berkata kepada wanita itu “semua akan baik” sambil berlari menuju rumah sakit.

Para dokter ketika melihat orang yang tidak waras itu…. tahu bahwa ada yang salah, mereka datang mendapatkan anak itu dengan segera.

Sepuluh menit kemudian ibu tiba dan dokter menyampaikan kabar  “jika anaknya terlambat lima menit saja dibawa, dia akan mati”.

TUHAN tidak harus memakai* hamba Tuhan, pendeta, keluarga, politisi & orang-orang kaya dengan mobil untuk menyelamatkan atau memberkati kita.

Tidak peduli apa yang mungkin datang dihadapanmu, tidak peduli apa yang sedang anda lalui saat ini, hidup Anda ada di dalam tangan Tuhan & Dia memiliki rancangan yang baik untuk kita semua.

Tapi ingat. Jangan pernah lupakan setan. Jika tidak ada setan. Maka tidak ada PROSES dalam hidup kehidupanmu secara utuh penuh nan menuju sempurna.

Makna

Tangan yang tak terlihat itu sedang bekerja dengan lembut menyentuh hati kita melalui wabah Jero Corona Covid-19 yang terjadi saat ini. Supaya kita dapat belajar dan mengerti makna atas Peristiwa yang melanda Dunia.

Respon Memang Sangat Penting

Editor : Guntur Bisowarno Mbah Jero Sepo Warno