Friday, June 17, 2022

Stunting


 “Stunting”

Penulis : Ade Dame

Udara Mengakibatkan Stunting

Dampaknya dari sampah yang menumpuk akan kita rasakan pada saat musim hujan tiba, tanah tidak bisa menyerap air dengan baik dan akhirnya terjadilah pengikisan tanah yang tidak sanggup menahan tekanan air dan lalu menguap mencari daratan, sehingga pada akhirnya  menyebabkan banjir. 

   Pembuangan sampah yang dilakukan menyebabkan pencemaran terhadap air, maka mengakibatkan terhambatnya proses air tanah. Tak hanya membawa dampak buruk bagi lingkungan, polusi sampah dan lingkungan yang kotor juga dapat membawa dampak buruk pada manusia.

 Begitupun dampak dari sampah yang langsung dibakar. Sampah yang dibakar dipekarangan rumah memang lebih praktis, tetapi terbayangkah apabila dalam jangka waktu panjang cara seperti ini akan merugikan individu berbagai pihak. Maka terjadilah lingkungan yang telah tercemar oleh polusi yang dihasilkan oleh pembakaran sampah tersebut. Pengaruh buruk yang diakibatkan asap dari pembakaran sampah berujung pada gangguan pernafasan. 

Tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan masih tergolong rendah. Meskipun mereka telah berhasil menjaga kebersihan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga, tak sedikit orang yang mengabaikan kebersihan dalam lingkungan masyarakat. Patut kita pahami betapa pentingnya menjaga kebersihan. Udara yang tercemar meracuni jutaan anak dan menghancurkan hidup mereka. Setiap anak harus dapat menghirup udara bersih, sehingga mereka dapat tumbuh dan mencapai potensi penuh untuk masa depan mereka. 

Pengetahuan inilah yang harus dipahami oleh kita semua. Bahwa begitu sangat berpengaruh sekali bahaya sampah untuk pertumbuhan kembang bagi si buah hati. Lalu apa hubungannya dengan permasalahan tumbuh kembang anak atau yang lebih dikenal yaitu Stunting. Dari tulisan sebelumnya, penulis sudah menjelaskan air, air tanah yang mengakibatkan Stunting. Kali ini penulis akan membahas udara yang mengakibatkan Stunting pada anak.

Tujuan penulis menyampaikan masalah ini untuk mengajak seluruh masyarakat harus peduli akan lingkungan. Salah satu alasan penting mengapa anak sangat rentan terhadap efek polusi udara adalah bahwa mereka bernapas lebih sering, sampai 50 kali per menit daripada orang dewasa yang hanya 30 kali per menit, dan menyerap lebih banyak polutan. Apa itu Polutan? Polutan atau bahan pencemaran adalah bahan/benda yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sampah. 

Selain itu, mereka juga hidup lebih dekat ke tanah, di mana beberapa polutan mencapai konsentrasi puncak di permukaan tanah, justru pada saat otak dan tubuh mereka sedang berkembang. Dan juga berpengaruh pada sistem pernapasan. Organ paru-paru merupakan salah satu bagian penting dalam sistem pernapasan manusia. Sistem pernapasan manusia memiliki fungsi utama untuk melakukan pertukaran gas yang ada di dalam tubuh.

 Pertukaran gas terjadi antara gas oksigen yang dihirup dengan gas sisa yaitu karbondioksida dari dalam tubuh untuk dihembuskan keluar. Pembakaran sampah juga dapat menghasilkan gas rumah kaca dan dihasilkan cukup lebih tinggi dibandingkan emisi gas lainnya. Akibat sampah yang mencemari lingkungan sangat mempengaruhi otak, paru-paru dan tumbuh kembang anak. Stunting pada anak bukan hanya berpengaruh pada tubuhnya saja melainkan pada otak serta paru-paru.

Diketahui bahwa setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan yang namanya oksigen untuk tetap bertahan hidup. Oksigen dapat masuk dalam tubuh ketika seseorang menghirup gas disekitarnya. Begitu oksigen berada di paru-paru, oksigen akan dipindahkan ke aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh. Setiap sel dalam tubuh, oksigen akan ditukar dengan gas buangan yang disebut karbondioksida. Karbondioksida akan dikeluarkan dengan cara dihembuskan keluar oleh hidung. Paru-paru dan sistem pernapasan akan bekerja secara otomatis untuk melakukan proses pertukaran gas tersebut.

Bayi baru lahir dan anak juga lebih rentan terhadap polusi udara rumah tangga, khususnya yang menggunakan bahan bakar dan teknologi pencemar untuk memasak, pemanasan ruang dan pencahayaan kamar. Polusi udara mampu mengerdilkan otak anak (stunting our children’s brains) dan mempengaruhi kesehatan mereka dengan cara yang lebih ganas dari yang kita duga. 

Namun demikian, sebenarnya ada banyak cara langsung untuk mengurangi emisi polutan berbahaya. Dampak polusi udara di dunia makin mengerikan. Setiap hari sekitar 93 persen anak di dunia, yaitu 1,8 miliar anak menghirup udara yang sangat tercemar, sehingga menempatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan mereka pada risiko yang serius.

Udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup. Udara sendiri mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas, di antaranya mengandung gas yang amat penting bagi kehidupan, yaitu oksigen. Sementara itu, pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan kualitas udara. 

Masuknya polutan ke dalam atmosfer yang menjadikan terjadinya pencemaran udara bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan factor manusia. Faktor alam tidak dapat kita cegah untuk menjaga keseimbangan udara. Namun factor lain atau manusia inilah yang dapat kita cegah, dengan cara memilah sampah organik dan anorganik. Ini salah satu bagian pengurangan sampah yang tertumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah menggunung. Bayangkan, jika di lingkungan kita berdiri dengan sombongnya Gunung Sampah. Gambaran yang sangat menakutkan untuk kita yang hidup dan tinggal dalam lingkungan kurang sehat. 

Polusi udara adalah partikulat debu yang melayang yaitu campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik di udara dengan diameter yang sangat kecil. Polusi udara adalah salah satu dari ancaman utama terhadap kesehatan anak, terhitung hampir satu dari sepuluh kematian pada anak balita. Mengurangi polusi udara untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan anak.

 Pengelolaan sampah yang lebih baik, dapat mengurangi jumlah limbah yang dibakar di dalam masyarakat dan dengan demikian mengurangi polusi udara. Jika kita peduli terhadap lingkungan dan kesehatan Anak , disamping kita harus tahu mengenai dampak-dampak buruk tersebut. Dampak yang diakibatkan sampah  menjadi ancaman untuk kita dan generasi penerus ke depannya nanti. Pengelolaan sampah yang baik tak diragukan lagi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan lingkungan, mengingat pengelolaan sampah yang buruk akan berakibat pada kotornya lingkungan serta polusi sampah yang tentu saja membawa banyak dampak buruk bagi makhluk hidup maupun lingkungan.

Saya ingin berjanji pada kalian, pembaca. Dan saya tidak tahu apa bisa menepatinya besok atau bahkan sehari setelahnya. Tapi saya ingin memperingatkan, bahwa Sampah sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan anak. Tanpa kita sadari dengan lingkungan yang tidak sehat mengakibatkan Stunting pada anak. Saya tidak benar-benar mengetahui, apa ketertarikan kalian yang paling dalam tentang “Lingkungan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.” Saya hanya mencoba dan berbicara dengan pembaca saya. Itu janji saya. Dan ini akan menjadi suara yang terbuat dari tinta kepedulian saya terhadap lingkungan.


https://aliansisuaranusantaranews.com/news/udara-mengakibatkan-stunting/

https://papuajaya.com/udara-mengakibatkan-stunting/

https://www.lead.co.id/udara-mengakibatkan-stunting/

https://www.posjakartaraya.com/udara-yang-kotor-bisa-mengakibatkan-stunting/

https://beritafakta.id/udara-mengakibatkan-stunting/

https://citranewsindonesia.com/2022/06/16/stunting-part-3-udara-mengakibatkan-stunting/


Wednesday, June 8, 2022

*Stunting*


 “Stunting”

Penulis : Ade Dame


Air Tanah Mengakibatkan Stunting 

Akibat dari tanah yang rusak dan terkontaminasi oleh limbah, maka banyak sekali tanaman yang kekurangan nutrisi. Pencemaran tanah yang terjadi terus-menerus akan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Kondisi tanah yang rusak dikarenakan limbah, maka tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam. Sampah menjadi contoh pencemaran tanah yang masuk ke dalam kategori permasalahan untuk kita. Apabila hal tersebut dibiarkan berlama-lama akan menyebabkan pencemaran tanah dan efek yang terjadi akan menimbulkan berbagai dampak. Sampah menjadi problem yang serius untuk ekosistem Dunia. 

Kita semua mengetahui bahwa perkembangan manajemen sampah yang tidak sebanding dengan laju timbunan sampah, menjadikan problem yang harus segara dipecahkan. Salah satu kelemahan dari sistem pembuangan sampah adalah tidak adanya pengolahan sampah. Sehingga sampah tertimbun dan menimbulkan air lindi. Air lindi belum ditangani secara baik dan berpotensi besar mencemari lingkungan. Kuantitas air lindi yang dihasilkan sampah dapat mencemari air tanah, jika tidak segera ditangani akan mencemari lingkungan sekitarnya. Air lindi yang dijumpai di lokasi tempat pembuangan akhir sampah, hanya dibiarkan tergenang begitu saja. Disinilah yang harus kita perhatikan, bahwa sampah yang menumpuk dan tidak dikelola dengan benar akan  terinfiltrasi ke dalam tanah sehingga dapat mencemari tanah. 

Kali ini penulis kembali melanjutkan penulisannya membahas Stunting. Apa hubungannya air dan air tanah mengakibatkan Stunting? dan keterkaitan penyebab Stunting pada anak dari sejak dalam kandungan hingga lingkungan. Asupan gizi melalui makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil, terkadang tanpa kita sadari makanan atau tumbuhan yang berasal dari tanah yang sudah tercemar. Jadi mengapa Stunting pada anak berpengaruh pada lingkungan yang tidak sehat. Tanah yang tercemar akan merusak unsur-unsur dari tanah tersebut. Tanaman, seperti halnya makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi yang cukup memadai dan seimbang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.  Sampah yang tidak dikelola akan kita rasakan dan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup kita dan generasi penerus. Pada akhirnya dampak negatif akibat sampah berujung kematian dengan rusaknya habitat. 

Pencemaran lingkungan kotor serta polusi sampah bisa membawa dampak buruk baik itu terhadap manusia maupun terhadap lingkungan. Ada beberapa hal dampak buruk pada lingkungan kotor serta polusi sampah terhadap lingkungan. Pencemaran air dan air tanah. Selain mencemari air sungai, pembuangan limbah atau sampah juga dapat menghambat proses air tanah. Ini merupakan sebuah kabar buruk bagi kita, mengingat air, tanah sangatlah penting bagi manusia. Selain mencemari sungai dan menghambat proses air tanah, sampah juga dapat mencemari tanah dan menjadikannya tidak sehat. Kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan berusaha mengatasi permasalahan terhadap sampah, haruslah dimiliki oleh warga masyarakat untuk membantu pemerintah menanggulangi masalah sampah bersama.

Kenapa terjadi Stunting pada tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak diakibatkan gizi yang kronis atau kekurangan gizi. Dan ternyata bukan hanya gizi yang mengakibatkan Stunting pada anak. Ada beberapa penyebab membuat anak menjadi Stunting yaitu :

- Air yang terkontaminasi oleh Sampah plastik. Karena sampah plastik mengandung mikroplastik. Sampah plastik yang tidak didaur ulang namun dibuang ke aliran sungai, kali, laut akan merusak biota pada air

- Air tanah yang terkontaminasi oleh Sampah pun dapat merusak lahan. Sehingga kebutuhan tanaman tidak tercukupi dan kandungan gizi pada tanaman berkurang. Tanah yang tercemar akan merusak Unsur Hara pada tanah dan pertumbuhan pada tanaman berkurang.

Sampah Yang tidak diolah dengan baik dan membiarkan Sampah tersebut menumpuk. Akan merusak ekosistem lingkungan yaitu : Air, Tanah, Udara

Dari beberapa  sumber artikel yang penulis baca, bahwa begitu kuatnya pengaruh Sampah terhadap manusia dan lingkungan.  Sampah yang dibuang dan ditimbun di tanah akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi. Selama terjadi proses pembusukan sampah, maka menghasilkan air lindi (air sampah) dan apabila tidak diolah dapat mencemari tanah secara langsung. Selain mencemari kualitas tanah, air lindi secara langsung juga mencemari kualitas air, baik air permukaan maupun air tanah. Di mana senyawa organik di dalam air lindi memiliki konsentrasi yang sangat tinggi, hal ini berdampak pada turunnya kadar oksigen terlarut dalam air. Air yang terkontaminasi melalui air tanah, sangat membawa dampak buruk bagi anak. Stunting pada anak bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Lalu apa hubungannya Stunting dengan air tanah yang terkontaminasi oleh limbah.

Pengetahuan ini setidaknya dibutuhkan pada kita sebagai masyarakat yang kurang mengerti dan memahami bahaya sampah terhadap pertumbuhan anak. pH tanah atau tepatnya pH larutan tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti nitrogen (N), Kalium (K), Phospor (P), dan unsur lain yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah tertentu untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan dari penyakit. Karena kekurangan unsur hara dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak optimal.  Secara garis besar, tanaman atau tumbuhan memerlukan 2 (dua) jenis unsur hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.  Dua jenis unsur hara tersebut disebut Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Salah satu penyebab hilangnya unsur hara pada tanah adalah terjadinya erosi. Kesuburan tanah sebagian besar terletak pada lapisan organik di atas tanah, yaitu humus. 

Air Lindi yang dihasilkan dari sampah domestik umumnya mempunyai karakteristik kandungan bahan organik yang tinggi. Air lindi dapat diproses menjadi gas bio, pupuk cair atau starter mikroba. Selama ini penanganan air lindi dari sampah domestik adalah dengan cara ditampung dan diolah di sistem pengolahan. Air lindi mempunyai potensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung berbagai macam bahan organik seperti nitrat, mineral dan mikroorganisme. Oleh karena dua hal itu air lindi tersebut maka sangat bermanfaat untuk hal yang berguna sebagai alternatif pupuk organik. Pemberian air lindi yang berlebihan dapat mematikan tanaman dan memberikan dampak yang buruk pada air tanah, karena dalam air lindi terdapat zat organik yang bersifat racun apabila diberikan dalam jumlah yang berlebih. 

Usia air lindi juga berpengaruh pada karakteristik air lindi itu sendiri, air lindi yang masih segar mempunyai nilai COD dan pH tinggi dibanding yang telah lama tersimpan dalam bak penampung sehingga kandungan bahan organik serta bahan pencemar pada air lindi yang masih baru lebih tinggi dibandingkan dengan air lindi yang telah lama dalam bak penampungan. Air lindi kaya akan kandungan bahan organik, anorganik dan mikroorganisme selain itu air lindi juga mengandung logam berat cukup tinggi, sehingga apabila air lindi tersebut tidak diolah dan langsung dibuang kedalam tanah dapat mencemari tanah dan air tanah. 

  Patut kita ketahui bahwa tanah memiliki lapisan penting, oleh karena itu tanah merupakan lapisan yang terletak di posisi paling atas menutupi permukaan bumi dan terbentuk dari pelapukan batu-batuan. Penyebab pencemaran tanah disebabkan limbah anorganik. Limbah ini adalah sejenis limbah yang tidak bisa terurai secara alami dan mengotori kandungan tanah. Lapisan tanah terdiri dari partikel mineral, bahan organik, udara, air, dan organisme hidup. Semuanya berinteraksi secara perlahan namun terus-menerus. Sebagian besar tanaman mendapatkan nutrisi dari tanah dan merupakan sumber makanan utama bagi manusia, hewan, dan burung. Jika kita memahami mengenai tanah dan mengelola sampah dengan benar, kita akan terhindar dari kerusakan salah satu elemen penting dari lingkungan dan ketahanan pangan kita. Dengan konsep 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycler, maka tanah tidak akan tercemar atau terkontaminasi dengan limbah. 

Mari kita sama-sama menjaga lingkungan dengan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

https://beritafakta.id/air-tanah-mengakibatkan-stunting/

https://papuajaya.com/air-tanah-mengakibatkan-stunting/

https://aliansisuaranusantaranews.com/sosial/air-tanah-mengakibatkan-stunting/

https://www.lead.co.id/kenapa-terjadi-stunting-pada-anak/

https://www.posjakartaraya.com/stunting-gejala-gizi-buruk-berawal-dari-lingkungan-yang-kotor/

https://citranewsindonesia.com/2022/06/08/stunting-part-ii-air-tanah-terkontaminasi-limbah-mengakibatkan-stunting/



*Stunting*


 “Stunting”

Penulis : Ade Dame


Air Mengakibatkan Stunting

 Lingkungan adalah salah satu factor yang paling besar pengaruhnya bagi pertumbuhan anak. Yang patut kita ketahui ada beberapa factor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Factor Pertama adalah Factor Edogen faktor bawaan atau keturunan (hereditas). Factor Kedua adalah Factor Eksogen, yaitu factor yang datang dari luar individu merupakan pengalaman dari alam sekitar serta pendidikan dan sebagainya. Pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari berat badan, tetapi juga tinggi. Permasalahannya, tinggi badan anak termasuk salah satu factor yang menandai "Stunting" dan menjadi penanda apakah nutrisi anak sudah tercukupi atau belum.  
 
Lalu, apa itu Stunting dan apa penyebabnya? Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah Stunting. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting adalah masalah gizi kronis dan mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek. Selain pertumbuhan terhambat, Stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal. Akibat asupan gizi yang tidak sampai untuk menyuplai otak, maka yang terjadi daya tangkap anak-anak atau kecerdasan anak menurun (keterbelakangan).
  
Patut diketahui oleh orang tua efek psikiologis anak yang menderita Stunting, Anak Stunting terdeteksi memiliki kepercayaan diri yang rendah, risiko disfungsi psikososial lebih tinggi, mudah cemas dan rentan mengalami depresi. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak yakni pertumbuhan tubuh dan otak, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Hanya saja, perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu Stunting, sedangkan anak Stunting pasti terlihat pendek. 
 
Lingkungan yang tidak bersih akan membawa dampak bagi kesehatan kita. Sampah tidak hanya merusak kelestarian lingkungan, tapi juga mengganggu kesehatan masyarakat. Pencemarannya bisa melalui udara, air, tanah, maupun kontak dengan organisme lain dan dapat menimbulkan penyakit. Terutama pada air, dapat meningkatkan water borne disease seperti diare, hepatitis, keracunan logam berat, serta alergi. Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor utama penyebab Stunting. Namun Stunting pada anak bukan hanya karena asupan makanan yang dimakan maupun gizi. Salah satu yang menyebabkan Stunting tumbuh kembang anak adalah air. 
 
Untuk itu kita harus lebih mengetahui bahwa air mengakibatkan Stunting. Mengapa air berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Di dalam tubuh manusia terdapat kandungan air sekitar 60% – 70% dari berat tubuh. Tubuh manusia membutuhkan Air untuk organ-organ dalam tubuh bekerja dengan baik.  Namun sangat disayangkan karena berbagai kegiatan manusia tersebut ekosistem yang ada pada air sangatlah kurang diperhatikan. Salah satu Penyebab Pencemaran Air adalah sampah. Padahal air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh kita juga hewan dan tumbuhan. Sulitnya air bersih dan Sanitasi yang buruk dapat menyebabkan Stunting pada anak. Sadar atau tidak sadar air adalah salah satu Factor penting yang berperan dalam tumbuh kembang anak. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu itu sendiri.
 
Ekosistem sungai mulai tercemari akibat aktivitas manusia serta ketidakpeduliannya terhadap lingkungan. Sehingga perubahan kualitas air jadi menurun dan tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya. Kebiasaan buruk membuang Sampah botol plastik maupun popok ke sungai menyebabkan limbah ini mencemari biota dan ekosistem air. Sampah Non-organik seperti mikroplastik dan sampah Residu yang umum didengar adalah Pampers, Pembalut serta Masker dapat merusak hormon biota air yang dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil dan kita semua. Limbah atau sampah yang ada di dalam air akan diuraikan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme patogen membutuhkan pasokan oksigen untuk menguraikan limbah sampah tersebut. 

Apakah kita akan membiarkan Sampah berserakan di seluruh Dunia? yang perlu kita ingat, bahwa sampah sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan anak.

https://www.posjakartaraya.com/stunting/#.YqCAfkwv3e8.whatsapp

https://beritafakta.id/stuntingair-mengakibatkan-stunting/

https://aliansisuaranusantaranews.com/kesehatan/stunting/

https://citranewsindonesia.com/2022/05/17/dunia-kesehatan-air-mengakibatkan-stunting/

https://www.lead.co.id/stunting/

#dinaskesehatan #dinaslimgkunganhidup #dinaskelautan #kementriankehutanandanlingkungan