Menolong orang sakit dengan meNabur "Covid Cinta" Ilahi
Dalam dekapan malam. Berselimutkan kesunyian. Terdengar rintihan hujan, bersenandung kesedihan. Semilir angin dingin jatuh ke pangkuan. Detak jantung begitu kencang dari balik tembok ratapan.
Keheningan itu membenamkan keresahan. Jiwa kini terancam kehancuran. Badai mulai datang dan mengusik kegelisahan. Hatiku terkoyak oleh keadaan. Mereka hadir tiap malam lewat mimpi atau bisikan.
Mentari pagi membawa sebuah harapan
Awan berarak beriringan menghantarkan sinarnya
Jiwa yang dingin oleh ketakutan
Perlahan-lahan cahaya itu memberikan kehangatan
Burung-burung bernyanyi riang
Pohon-pohon melambai bersorak kegirangan
Daun-daun dan rerumputan memancarkan keceriaan
Bias senyum mulai terlihat dari raut wajahnya
Benih Kasih Sayang dari Covid Cinta Ilahi
Membawa kebahagiaan bagi
aku, dia, kita, kamu, mereka dan seluruh makhluk di Bumi
Menolong orang sakit dengan meNabur "Covid Cinta" Ilahi
Dalam dekapan malam. Berselimutkan kesunyian. Terdengar rintihan hujan, bersenandung kesedihan. Semilir angin dingin jatuh ke pangkuan. Detak jantung begitu kencang dari balik tembok ratapan.
Keheningan itu membenamkan keresahan. Jiwa kini terancam kehancuran. Badai mulai datang dan mengusik kegelisahan. Hatiku terkoyak oleh keadaan. Mereka hadir tiap malam lewat mimpi atau bisikan.
Mentari pagi membawa sebuah harapan
Awan berarak beriringan menghantarkan sinarnya
Jiwa yang dingin oleh ketakutan
Perlahan-lahan cahaya itu memberikan kehangatan
Burung-burung bernyanyi riang
Pohon-pohon melambai bersorak kegirangan
Daun-daun dan rerumputan memancarkan keceriaan
Bias senyum mulai terlihat dari raut wajahnya
Benih Kasih Sayang dari Covid Cinta Ilahi
Membawa kebahagiaan bagi
aku, dia, kita, kamu, mereka dan seluruh makhluk di Bumi
Menolong orang sakit dengan meNabur "Covid Cinta" Ilahi
Dalam dekapan malam. Berselimutkan kesunyian. Terdengar rintihan hujan, bersenandung kesedihan. Semilir angin dingin jatuh ke pangkuan. Detak jantung begitu kencang dari balik tembok ratapan.
Keheningan itu membenamkan keresahan. Jiwa kini terancam kehancuran. Badai mulai datang dan mengusik kegelisahan. Hatiku terkoyak oleh keadaan. Mereka hadir tiap malam lewat mimpi atau bisikan.
Mentari pagi membawa sebuah harapan
Awan berarak beriringan menghantarkan sinarnya
Jiwa yang dingin oleh ketakutan
Perlahan-lahan cahaya itu memberikan kehangatan
Burung-burung bernyanyi riang
Pohon-pohon melambai bersorak kegirangan
Daun-daun dan rerumputan memancarkan keceriaan
Bias senyum mulai terlihat dari raut wajahnya
Benih Kasih Sayang dari Covid Cinta Ilahi
Membawa kebahagiaan bagi
aku, dia, kita, kamu, mereka dan seluruh makhluk di Bumi
Menolong orang sakit dengan meNabur "Covid Cinta" Ilahi
Dalam dekapan malam. Berselimutkan kesunyian. Terdengar rintihan hujan, bersenandung kesedihan. Semilir angin dingin jatuh ke pangkuan. Detak jantung begitu kencang dari balik tembok ratapan.
Keheningan itu membenamkan keresahan. Jiwa kini terancam kehancuran. Badai mulai datang dan mengusik kegelisahan. Hatiku terkoyak oleh keadaan. Mereka hadir tiap malam lewat mimpi atau bisikan.
Mentari pagi membawa sebuah harapan
Awan berarak beriringan menghantarkan sinarnya
Jiwa yang dingin oleh ketakutan
Perlahan-lahan cahaya itu memberikan kehangatan
Burung-burung bernyanyi riang
Pohon-pohon melambai bersorak kegirangan
Daun-daun dan rerumputan memancarkan keceriaan
Bias senyum mulai terlihat dari raut wajahnya
Benih Kasih Sayang dari Covid Cinta Ilahi
Membawa kebahagiaan bagi
aku, dia, kita, kamu, mereka dan seluruh makhluk di Bumi
Menolong orang sakit dengan meNabur "Covid Cinta" Ilahi
Dalam dekapan malam. Berselimutkan kesunyian. Terdengar rintihan hujan, bersenandung kesedihan. Semilir angin dingin jatuh ke pangkuan. Detak jantung begitu kencang dari balik tembok ratapan.
Keheningan itu membenamkan keresahan. Jiwa kini terancam kehancuran. Badai mulai datang dan mengusik kegelisahan. Hatiku terkoyak oleh keadaan. Mereka hadir tiap malam lewat mimpi atau bisikan.
Mentari pagi membawa sebuah harapan
Awan berarak beriringan menghantarkan sinarnya
Jiwa yang dingin oleh ketakutan
Perlahan-lahan cahaya itu memberikan kehangatan
Burung-burung bernyanyi riang
Pohon-pohon melambai bersorak kegirangan
Daun-daun dan rerumputan memancarkan keceriaan
Bias senyum mulai terlihat dari raut wajahnya
Benih Kasih Sayang dari Covid Cinta Ilahi
Membawa kebahagiaan bagi
aku, dia, kita, kamu, mereka dan seluruh makhluk di Bumi
11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)
Kesadaran Kang Utomo ” BATIK MAPAK PULUNG TEJO” Indonesia Internasional Universal.
Purwosari Pasuruan Jawa Timur, 18 September 2020.
Di Pulau Bali Kayu Gaharuh, Dupa Gaharuh dan Pohon Gaharuh serta Kulit Buah Gaharuh memang sudah ada Sejarah Peristiwa Kisah dan Kejadiannya, Kita mendapat rasa pengalaman otentik itoe bersama dengan Nyoman Arthe Ketua Koperasi Tani Bali dan Perancang serta Eksekutor Pasar Rakyat Bali.
Malam itoe,10/09/2020 pukul 23.00 WIB hingga saat saat itoe, telah terjadi Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu “Warisan Seni Budaya Internasional Indonesia”, dari Almarhum Mas Bintang Cahyono Dharmo, berupa MAL BATIK “Mapak Pulang Tejo”, sudah berhasil di tirakati dan di jalani oleh Ki Kasto 40 hari lamanya, dan di serahkan kepada Pak Joko Gaharuh, sebagai penerima amanah MAL “Motif BATIK Indonesia bertaraf Internasional dan Universal tersebut,” dari almarhum Seniman Seni Rupa, Seni Pahat dan Seni Lukis Tingkat Dunia Internasional, yaitu almarhum Mas Bintang Cahyono Dharmo.
Saksi Sejarah Pertama
Tidaklah kebetulan, serah terima “BATIK Mapak Pulung Tejo” tersebut di saksikan oleh Dalang Kondang Ki Ardhi Purbo Antono, Dalang Mbeling Pemangku Padepokan Joglo Singo Alit Singosari, yang di hadirkan oleh Sang Maha Hadir di jadikan Saksi Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah langka dan sungguh menyejarah serta bakal melegenda tersebut.
Saksi Sejarah Kedua
Sebagaimana 40 hari sebelumnya yang menghantar dan mempertemukan Ki Kasto Padepokan BATIK SENDI dengan Pemangku Padepokan Sekar TAJI TALI JIWA; Pak Joko Gaharuh adalah Pak Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua ASJI Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia, yang juga sedang rajin dan tekun mempelajari serta mengkaji “BAKTI KITAB BATIK” Jamu Jamuan Perjamuan Agung Indonesia dari Sejak Jaman Kemerdekaan 17081945 hingga Jaman Suro Kamardhikan 2020 Jagad Renovasi Baru 2020, berkenan hadir dalam hadiratNya untuk menyaksikan moment detik detik bersejarah dan bakal menentukan “Bangunan Nuansa Warna Esensi Substansi Baru bagi Perbatikkan BATIK INDONESIA” di tingkat Dunia Internasional dan Universal seterusnya, adaNya wadahNya.
Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah langka dalam Perjalanan Bangunan Nuansa Manusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total 2020, Jagad Rehabilitasi Total 2020, Jagad Reformasi Total 2020 dan Jagad Re~Kreasi Total 2020 tersebut berdasarkan “BAKTI KITAB BATIK : Mapak Pulung Tejo” dari Ki Kasto Padepokan Batik Sendi Desa Sendi Pandaan Pasuruan Jawa Timur tersebut, adalah dalam Kepemimpinan Manajerial dan Manajerial Kepemimpinan Seni Budaya Spiritual oleh Pak Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua Bamboo Spirit Nusantara ~ Bamboo Spirit Indonesia, Pak De Bu De Bayu Hadi Waluyo Perupa dan Pelukis Aliran BURT INTERNASIONAL dan Manajemen Support System oleh Pak Warno Litbang PT. Skala Media Utama Perwakilan Jawa Timur, adaNya wadahNya.
Malam itu, 10/11/2020, Pak Joko Gaharuh dan Ki Kasto Padepokan Batik Sendi dari Desa Sendi Pandaan, terjadi saling memeluk erat lama sekali, dan sesudahnya saling mengeluarkan air mata satu sama lainnya, Pak Joko Gaharuh terharuh atas pendaman ~ simpanan kehangatan rasa kangen cinta kasih sayang dari sahabat, saudara temu kembar rasa sejati dari almarhum Mas Bintang Cahyono Dharmo, yang mengejawantah dalam Esensi Substansi pada “KAIN BATIK Mapak Pulang Tejo”, dan Ki Kasto juga merasa plong sebab bisa menceritakan perjalanan bangunan nuansa rasanya setiap hari selama 40 Hari lamanya yang sudah mengalami proses pembuatan Batik Indonesia Tingkat Dunia Internasional Universal tersebut, dan betapa merasa bukan dirinya yang mengerjakan Titik Titik Batik dan Rasa Rasa di dalam diri dan Rasa Batik serta Hawa Membatik di dalam dirinya dan di luwar dirinya tersebut, juga betapa seperti orang yang lupa waktu kalok sudah masuk di Alam Batiknya, di Dimensi Batiknya, di dalam Rasa TALI JIWA ” Batik Mapak Pulung Tejo” nya tersebut, ada kalanya tak jarang, sampai lupa waktu hingga larut tengah malam sampai dini hari terahsa cepat berlalu, saat saat waktu massa mengerjakannya.
Membaca tanda tanda bangunan suasana rasa rasaNya di malam itu, langit terang benderang, bulan sabit, seperti bentangan Wilayah Kawasan Bioregion Padepokan SEKAR TAJI Tajinya Gunung Arjuno yang berbentuk Bulan Sabit, langit tak ada mendung sedikitpun, bintang gemintang termasuk Bintang Tzuraya kelihatan bertebaran di mana mana, angin mengalir kencang bergelombang deras mengalun lembut dingin hangat menembus kulit dan tulang hingga sangat besar hawa perbawanya, mengitari seluruh kawasan, bangunan joglo dan sudut sudut atap, sela sela pepohonan gaharuh, pohon jati dan rumpunan Bamboo, desir sir rahsa hawa kosmiknya, kuwat sekali, di penuhi hawa harum aromatika DUPA DIPA Kita Dupa Maharaja, yang semerbak mewanti khas rasa jiwanya, memenuhi ruangan dan bangunan serta halaman Padepokan Sekar TAJI, seperti merayakan rasa bunga bahagia gembira dari almarhum Mas Bintang Cahyono Dharmo dan Pak Joko Gaharuh, serta seluruh mahluk yang kelihatan dan tak kelihatan yang hadir dihadirkanNya dalam hadiratNya di tempat itu.
Proses serah terima yang syahdu, menggetarkan cakra cakra rasa badan, jiwa dan sukma sejati sukma mulia itu, sungguh menyentuh semua dan seluruh dimensi rasa alam alam langsung terhubung, semua tirakat, doa dan dzikir Ki Kasto Padepokan Sendi Desa Sendi Pandaan dan Almarhum Mas Bintang Cahyono Dharmo bersatu padu menyatu di malam Jumat Kliwon tersebut.
Bagi yang berminat dengan “BATIK Mapak Pulung Tejo”, bisa menghubungi media yang meliput Berita Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah langka ini, beserta Ritual dan Aktivasi Wadah Isi untuk yang bersangkutan, sesuai Kebutuhan dan dari Esensi Substansi”Wahyu Batik Mapak Pulung Tejo” yang dibutuhkan dan dipastikanNya oleh Sang Maha Perancang Pembaha-ruh-an dan Per-ruh-bahan Jaman ~Abad sesungguhnya, beserta Penganugerahan Tugas Hidup dan Tugas Kehidupan Kita semua adaNya wadahNya, bagi para peminat dan yang bener bener terpanggil olehNya serta yang berkebutuhan tersebut.
“Tak ada penerima Wahyu Pulung Tejo, mereka bukan berjiwa Manusia Kang Utomo dan Mereka Pasti Berkesadaran Kang Utomo, bagi seluruh Alam Semesta Raya dengan SeisiNya, selaras lahir dan batinnya, Badan Jiwa Rights, adaNya wadahNya.” tegas Ki Gondo Tejo Kusumo.
11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)
Kesadaran Kang Utomo “Siapakah Sosok di Balik Topeng Topeng Gajah Mada” di Jagad Renovasi Total 2020.
Singosari Malang Raya, 18 September 2020.
Perjumpaan dengan Ki Suroso di malam itu untuk yang ke sekian kalinya, membuka kembali Kesadaran Kita, perkara TOPENG dan TOPENG; khususnya TOPENG MALANG, NGALAM ~ NGALAMI Bangunan Nuansa dan Bangunan Sejarah yang sesungguhnya; berangkat dari apa adanya dan ada apanya dari : “SESUATU di dalam dan di balik TOPENG TOPENG ITU, ” khususnya perihal TOPENG GAJAH MADA dan TOPENG ~ TOPENG GAJAH MADA “.
Malam pertemuan itoe, sesungguhnya tak ada yang kebetulan di Acara MEMETRI BHUMI SINGHASARI, dengan acara Pagelaran Ki Suparno, Wayang Pendek Limbuk Cangik, yang di lanjut dengan Doa Lintas Agama dan Doa Lintas Penghayat Kepercayaan, Rabu Kliwon 7~ 8 Angka Pasarannya, 16 September 2020, dimana Para Pendoa Unggul Kasepuhan Singosari Bromo Malang Raya sudah bersedia datang dan berkenan melantunkan doa doa dan arah doa Kasepuhan KautamanNya, menandai Peluang Pelurusan Sejarah dan Munculnya Sejarah Murni sesungguhnya di Jaman Jagad Renovasi 2020 ini.
Kita juga tak kebetulan bertemu dengan Ki Gagah Suasawan salah satu Pendoa Unggul di Acara Memetri Bhumi Singhasari di Pendopo Agung Museum Singhasari yang ada dalam Kandungan serta Binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Pimpinan Made Arya Wedhantara, dimana di Museum Singhasari Malam itu, Kita juga bisa diperkenankanNya untuk melihat dan menyatu bersama Galeri TOPENG TOPENG nya.
Semuanya mengalir menggenapi Terbitnya Kesadaran Kang Utomo ini, Kamis Legi, 17/09/2020, seorang Kawan Pelaku Spiritual asal Probolinggo, yang terus menerus bergerak dari satu titik rasa sedzati sejati ke titik rasa sedzati sejati dalam Kesadaran Kang Utomo lainnya, dimana pertama kali Kita dipertemukanNya di Suro Kamardhikan 20/08/2020, di Titik Temu Candhi Sumberawan dan Pendopo Taman Kasurangganan Singhasari, terus Beliau melanjutkan laku lampahnya ke Kediri sendiri, ke Ponorogo, Lanjut ke Pantai Parangteritis, Borobudur, Gunung Tidar dan kiriman berita terakhir justru di Madakaripura, air terjun besar dari sela sela selo selo batu batu besar, tempat EYANG GAJAH MADA bertapa di Kawasan Probolinggo Jawa Timur tersebut.
“Siapakah SOSOK Di Balik TOPENG GAJAH MADA, Bukan SOSOK Topeng GAJAH MADA yang berwajah Prof Mohammad Yamin, yang di sketsa oleh almarhum Heng Antung, begitulah tandas, ” Mr. Mantje Tapidingan, penulis buku sejarah otentik dan perjalanan data tertulis terlengkap rahasia di balik rahasia, misteri di balik misteri amandemen undang undang dasar dan beragam Amandemen Pancasila serta Hukum Konstitusi ke Tata Negara an Negara Republik Indonesia, dari sejak awal Bangunan Sejarah hingga Bangunan Nuansanya; asal muasalnya Kemerdekaan hingga menuju Konstitusi Baru 1945 di Jagad Renovasi Total 2020, dalam Buku nya yang bakal terbit berjudul HAKEKAT PROKLAMASI dalam KEDAULATAN RUPIAH.
Malam itoe di halaman Pendopo Agung Museum Singhasari tersebut Ki Suroso memberikan Kita Video Tari TOPENG GAJAH MADA; yang pernah di gelarnya di Tahun 2019.
Gajah Mada sejatinya sedzati sesungguhnya ada di balik TOPENG GAJAH MADA tersebut.
Malam itoe di halaman Pendopo Agung Museum Singhasari tersebut juga kita di papar Penampilan Para Tamu Tamu Agung tertutup wajahnya hanya nampak tampilan wajah wajah seputaran 2 biji bola matanya, semua kebanyakan memakai Masker Rapat, siapakah mereka di balik Masker Masker yang terkena Protokol Kesehatan untuk Pandemic Covid 19 [baca : Film Best Office The Mask Three MusKeteer red.] yang secara nyata sudah bisa menunjukkan kepada Kita untuk KemBALI menggunakan KESADARAN UTOMO, yang Kita miliki, Kita bisa bersedia bernalar jernih dan mau belajar pola pikir yang mau berpikir, perihal sesungguhnya: ” ada berapa TOPENG TOPENG GAJAH MADA, yang SOSOKNYA di kenal sebagai SOSOK yang melekat dengan sebutan : Patih Patih Gajah Mada dan Maha Patih Gajah Mada !!!”.
Sebagaimana informasi keren dari Benito Lopulalan Wartawan Senior berbahasa Inggris dari Bali, Denpasar, Surabaya, Malang, Yogya, Bogor dan Jakarta, hingga Paris Perancis, yang menyampaikan kepada Kita adanya, “Makam Makan Patih Patih Gajah Mada”; yang bertebaran di beragam tempat di Bhumi Nusantara ini, semakin menarik khan, Siapakah PATIH PATIH GAJAH MADA dan MAHA PATIH GAJAH MADA, yang bersembunyi di Balik TOPENG TOPENG GAJAH MADA tersebut.
Salah satu yang bisa menjawab Energi Enerjologi Di dalam TOPENG TOPENG tersebut dan sesuatu di balik TOPENG TOPENG tersebut ya KI SUROSO asal Pakisaji Kepanjen Malang Raya adaNya wadahNya.
Dalam Pagelaran Ki Suroso Padepokan Seni Topeng Asmorobangun Kedungmonggo Pakisaji Kepanjen Malang Raya, di Acara Pembukaan Festival Keagamaan Hindu Nusantara di Jawa Timur, 2019, sesungguhnya perkara Kesadaran Kang UTOMO, bahwa Gajah Mada, Patih Patih Gajah Mada dan Maha Patih Gajah Mada itu, bukan keluar dengan WAJAH ASLI mereka, namun sesengguhnya mereka muncul ke dunia publik dengan mengenakan TOPENG TOPENG GAJAH MADA, yang tentunya bisa beragam versi model Seni Budaya TOPENG GAJAH MADAnya, salah satunya, Ada yang tersimpan di Pure Bali Denpasar dan yang disimpan di Museum Purbakala Jakarta atawa Kolektor Seni Kuno, dan Patung Gajah Mada di Madakaripura Probolinggo tersebut, yang sesungguhnya adalah PATUNG TOPENG GAJAH MADA berwajah Prof. Mohammad Yamin reka seni wajah untuk patung dari almarhum Heng Antung, seniman hebat di jaman awal awal Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Penulis : Guntur Bisowarno dan Mbah Jero Sepowarno
11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)
TATA Rahmat Agung MEMETRI BHUMI SINGHASARI untuk Nusantara Indonesia Lahir Baru.
Singosari, Malang Raya, 22 September 2020.
Acara MEMETRI BHUMI SINGHASARI di selenggarakan Malam Kamis Legi, Rabu Kliwon, 16 September 2020 di Pendopo Agung Museum Singhasari, “Kamis Legi jatuh hitungan GUNUNG, BUMI dan Pendeta, ” begitu ungkap Bunda Susy Sri Susmini, Pendoa Nusantara Indonesia Lahir Baru 2020, semua sangat bertepatan, dan bertujuan secara utuh dan berkesinambungan sesuai jadual gerak misteri daya hidup alam, gunung, bhumi dan para manusia yang sadar perihal Jaman Jagad Renovasi Total 2020 ini, baik untuk menemukan tahapan solusi tuntas perkara Pagebluk Pandemic Covid 19 berdasarkan kearifan lokal manusantara dan Negara Bangsa Indonesia Kita semua ini, maupun untuk kebutuhan mendapatkan Rahmat Agung Energi Enerjologi Pangan, Sandang Papan di situasi kondisi seperti ini.
Tata Rahmat Agung Pertama
Acara yang di persiapkan hanya dalam 2 kali rapat dan 10 hari lamanya tersebut; dari 50 undangan yang disebar, yang datang sampai 400 orang, bahkan ada yang datang dari Purworejo, di samping dari Purwosari Pasuruan, Bromo, Pakisaji, Malang Raya dan 3 Lurah & 15 Kepala Desa di Kecamatan Singosari bisa hadir semua di acara tersebut.
Tata Rahmat Agung Kedua
Panitia penyelenggaranya tanggap ing sasmito;
Memetri Bhumi Singhasari [Wabah Pagebluk Sumingkir] dan Doa Lintas Agama Lintas Penghayat Kepercayaan, di Pendopo Agung Museum Singhasari, yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelestari Budaya, Pimpinan Ki Widarto dan Sekretarisnya R. Imam Effendi SE., bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, dibawah Pimpinan Made Arya Wedanthara.
Dari panitia Ki Widarto dan R. Imam Efendi S.E,” perbedaan bukan penghalang untuk bersatu dalam doa, semoga semua doa dan mantra menjadikan berkah untuk Nusantara dan Negara Bangsa Republik Indonesia.”
“Getaran dan Hawa” rasa rasanya menggeletar sungguh menawan hati di Halaman dan Pendopo Agung Museum Singhasari semakin mengental terasha dalam aroma Dipa Dupa Kita yang sudah menyala.
Semuanya tergelar dalam rangkaian yang secara keseluruhan saling mendukung dan melengkapi
Dengan penuh hikmat, dan di lagu kan juga Lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri.
MC: H. M. Zainuri dan Dalang Wayang Limbuk Cangik KRT. Parno Wibagsa, dengan Tembang Dandanggula Ki Winarno dkk, membuka persiapan Kita memasuki alam doa dan arah doa bersinergitas di malam itoe;
Doa Islam: Pak Ismail Hindu Singosari : Mangku Gupta Hindu Tengger : Romo Pandhita Sukarji Kristen: Pdt. Max Radja Katholik : Romo Dimas Penghayat : Ki Gagah Suasawan, Ki Darto, Ki Rusno, Mbah Raden,
Dikuatkan oleh dukungan langsung dari para jajaran Pemerintah dan Muspika Singosari
Camat: Hari Krispianto, S.Sos, M.Si, Danramil : Kapt. Arm.Abd. Qodir; Disparbud Kabupaten Malang : Dr. Made Arya Wedanthara, SH, M.Si; Ketua DPRD Kab. Malang : Drs. H.Didik Gatot Subroto, S.H, M.H
Tanggapan Pak Camat.: “…semoga doa dan mantra yang diucapkan terwujud, tetap menjaga kerukunan umat beragama dan penghayat sekalipun berbeda agama dan keyakinan bagi upaya bersama mengatasi pagebluk nasional.”
Tanggapan Kades dan Lurah sangat bagus “… karena ini merupakan wujud nyata kerukunan umat beragama yang terwujud dalam doa lintas umat beragama dan kepercayaan yang diselenggarakan Kasepuhan Singhasari untuk situasi genting dan mewabah di seluruh dunia terutama bagi negeri Kita semua ini.”
Seluruh doa dan mantra yang beragam di satukan dalam tumpeng dan bunga bunga serta buah buah dengan cok bakal dan para jenang jenangnya
Tata Rahmat Agung Ketiga : Penjelasan Perkara Memetri
Telaah dari Mbah Nangsir Kalibawang Kulon Progo Yogyakarta dan di terjemahkan oleh Ki Warno.
Rahmat Agung Indonesia Punya Acara Sehebat Ini.
“Metri bumi metri wiji metri banyu metri laku sinarengan kalbuning hayu mugi titah tansah manggih rahayu kawitan purwosari mojopahit gerbangsari mataram mbuka mandala andum basuki ”
Metri = Ngaweruhi = Mangerteni = Memahami….
Bumi = Alam Semesta terdiri dari Tanah, udara, air dan panas nya sinar matahari ( kehidupan ) Wiji = Bibit / Awal dlm Kehidupan. Laku = Perjalanan mencapai suatu tujuan, bersamaan kekuatan bathin yang mendalam, demi keselamatan dan ketemtraman masyarakat / umat. Purwo = Awal = Ngawali = Memulai. Sari = Kembang = Berkembang. Singosari dan Majapahit = Bentuk / wujud / implementasi Peradapan dan Budaya Kehidupan. Selalu Sinergi, berinteraksi Alam Kecil ( alam manusia ) dengan Alam Besar ( alam semesta )… dengan segenap isinya, khususnya bagi para manusia nya yang sadar beradab dan berbudi daya budaya luhur adaNya wadahNya.
Hayu, hayu, hayu, hayom, hangayemi… Rahayu……
“Intinya di telenging ati telenging ateleng gogogo golek sego golek swargo berbicara dengan menanam memelihara dan panenan tahun depan baru upacara tumpangan dan makan; 24 september 2020: Hari Tani Nasional dan Hari Pangan sedunia 10 oktober 2020.
Tata Rahmat Agung Keempat : Simpanan Filosofi dan ilmu Kehidupannya.
Intinya berada dalam qolbu / ati / niat, yang paling dalam memenuhi kebutuhan lahir ( sandang, papan lan pangan ). Kebutuhan bathin ( ketentraman dan kedamaian ). Dalam kehidupan selalu mendapatkan hasil dari perbuatan yang dilakukan. Bibit / mbedeng bakal thukul / tumbuh… Nandur / menanam bakal panen / memanen / menghasilkan… Niat kang becik bakal oleh kabahagian lan kamuluaan… Niat kang olo wahyune bakal sirno….semua Memetri Singhasari ini Sinergitas dengan Energi Enerjologi Hari Tani Nasional Indonesia 24/09/2020 dan Hari Pangan Sedunia 16/10/2020.
Tata Rahmat Agung Kelima : Kelengkapan Tumpengnya dengan keseluruhan ubo rampainya.
tumpeng megana, emas. robyong. gurih. punar. kendit. kabuli. tumpeng sewu. polo pendem. polo gemantung. polo kesampar. gebogan. tumpeng ketan unti/ketan biru. kolak kencono. cok bakal. pejati. bubur suro. bubur merah. putih. kalacakra. sengkala. piyak. kendit. kelapa gading kuning. klapa hijau.
Tata Rahmat Agung Keenam : Kelengkapan Kembang Upacara Adat Memetri Singhasari
Tata Rahmat Agung Ketujuh Pusaran dan Putaran Energi Endokrinologi Dampak Perwujudannya.
Putaran energi para kembang, tumpeng dan sinergitas doa doa terpadu ini berdampak pada hadirnya hujan deras istimewa 4 sd 5 hari kemudian di Malang Raya, Lawang, Singosari, Blitar dan beberapa daerah di Indonesia, bertepatan dengan energi enerjologi bonus khatulistiwa sinar matahari dan matahari berada paling dekat dengan garis kathulistiwa 21 sd 23 September 2020.
Rapat Team Lintas Sinergitas Penanganan Jero Corona Covid bersama Vaksin Herbal Murni Terstandar secara Tuntas Komprehensip Holistik, 4/4/2020. Pendopo Sekar Taji Purwosari Pasuruan JATIM.Team Layak Daun Lauk Daun Naik Daun Griya Detoks dan Rumah Totok Punggung Ida Nurmala, DPC ASPETRI Batu Malang, 5/5/2011Bersama Posko Siaga Penyakit dan Bencana, Pertigaan Raya Purwosari Pasuruan Mas Sairin dan Guntur Bisowarno S.si. Apt Ketua Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia, bagi bagi VAKSIN HERBAL Virus Covid 19. 15.15 WIB sejak 19 April 2020 hingga hari ini dan seterusnya sampai lewat kasus covid 19 ini.11 Pintu Keberuntungan Bangsa Indonesia, 11 Maret 2020 (design By : Ade Dame)
Tanaman MURNI 100 % Asupan PeNUHbuat Rantai NutriSI Negara Republik Indonesia For The World Jagad Renovasi Indonesia Mengendonesia Indonesia Baru 2020.
Purwosari Batu Malang Jawa Timur¦ 14 – 17 Mei 2020
Berkat Asupan Perlindungan RUMAH TOGA LESTARI RTL ~ 21 dan superfood serta extra superfood Rumah Toga Lestari 2020, kita tetap stabil dan dinamis bergerak berenerjologi untuk melakukan tugas pelayanan kesehatan masyarakat dan kesehatan bumi serta tindakan aplikatif implementatif oksigenasi ozonisasi atmosfir ibu pertiwi Kita semua ini.
dan Kerja Kinerja Team Lintas Sinergitas 2020: Sudah Terbukti Mampu Menyembuhkan Covid 19 Total.
Program Terdekat : Jero Shinning BATU [Baca : BATU singkatan Biji Awal Tumbuh red.]
Saat Kita menandur dan menanam Jero BIJI, Jero BUAH dan Jero Bunga serta Jero Tanaman apapun: Itu sangat menentukan, derajat bion bion enerjologi: energi bejo logi dari zat hara terbaik dan terlengkap dalam biji yang menjadi dzat serta enerjologi matrikulasi holografis memori informasi bagi sumber akar, batang, dahan, cabang, ranting, daun, bunga dan buah serta biji dalam satu genom species sesuai indukan tanaman tersebut.
Semakin murni dan lengkap hara makro mikro, beraneka ragam haranya, pupuk, media, dan keaslian bijinya semakin utuh cahaya kandungan Enerjologi Jero Shinning BATU [Baca : BATU bisa juga singkatan dari BIJI AWAL TUMBUH; pengertian urat syaraf bahasa dan bahasan Jero BATU 01 red.]
Biji Buah Awal TUmbuh [Baca : Pengertian uraf syaraf bahasa dan bahasan kedua singkatan dari Jero BATU O2 red.]
Benih Awal TUmbuh [Baca : Pengertian urat syaraf bahasa dan bahasan ketiga singkatan Jero BATU 03 red.]
Makanya Ketika Kita bersama sama berani memasuki Jero Kejeroan Kedalaman Jero Corona Covid 19; sejak saat itu lah kita menemukan jalan cahaya putih keemasan untuk masuki Jero Kejeroan Kedalaman dari ketiga urat syaraf bahasa dan bahasan Jero BATU 01, Jero BATU 02, Jero BATU 03: otomatis terkuaklah segenap Esensi Substansi Jero Biji Benih Buah sesungguhnya merupakan dzat Tuhan di alam yang sudah di rancang dan di desain nyata senyata nyataNya, dalam materi anak anak gen generasi genetik genial generatif Jero BATU 010203 berkandung cahaya yang berenerjologi Jero SHINNING BATU ketiganya, sesederhana dan selengkap itu, sesuai maksud tujuan Tuhan menciptakannya, semua ada di sana, dan untuk itulah mereka ada disana, kita mendapat amanah dan tugas dari Sang Pencipta untuk menjaga dan memelihara kemurnian serta keasliannya, tanpa rekayasa manusia dari metodologi dan teknologi yang meniadakan kemurnian kandungan dan keutuhan komposisi yang ada di dalamnya, namun mengubah bentuk dan wujud sesuai kecanggihan Teknologi Kuno Modern Klasik sesuai kondisi situasi jamannya masing-masing, jero kerja kinerja keberakalan nalar akal manusia yang sempurna menyempurnakannya, di hadiahkan dan dihidayahkan oleh Sang Pencipta untuk manusia, wakilNya di muka bumi, co crrator, mitra kerjaNya di muka bumi adaNya wadahNya.
Jero Biji, Benih, Buah yang bercahaya tersebut sudah terbukti utuh, sepuh, tangguh dalam menempuh perjalanan ruang waktu massa, Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah mereka sendiri hingga bersama-sama dalam support system alamiah ilmiah alamiah ilahiyahnya alamiah amaliyahnya yaitu sistem mata rantai makanan dalam tatanan tahapan ekosistem ekologis rantai makanan di bumi pertiwi dan alam semesta semesra raya ini adaNya wadahNya;
Itulah Prinsip Strategi Teknis Teknologi Ilmu Pengetahuan Pengetahuan Ilmu Jamu Jamuan Perjamuan Indonesia Mengendonesia Indonesia Baru Jagad Renovasi 2020 [Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua ASJI Appteker Saintifikasi Jamu Indonesia 2020 red.]
Di sanalah TurunNya Wahyu Dawuh serta Pawisik [ 5 Mei 2020 red.] yang Kita terima dalam Jagad Renovasi 2020 di saat Lockdown Pandemic Covid 19 menjadi Program Layak Daun ~ Lauk Daun ~ Naik Daun munculNya : daya enerjologi kemurnian keaslian kesejatian dan kesedzatiNya, yaitu Program Mahkota Mandhita V Utama Nya [ 5 – 11 Mei 2020, 7 hari lamaNya prosesNya red.]
Di alam dan di dalam kebenaran dalam serta dalam kebenaran yang Murni, yang Lengkap itulah Sepenuh Penuh Nuhbuat dari Program Mahkota Mandita V Utama Nya; lahir terlahir kelahiran dalam support sistem, Team Lintas Sinergitas 2020 ¦7/5/2020].
Program Mahkota Mandhita V Utama Nya adalah
Sinergitas V Elemen Bumi Alam Abadi Bumi, Air, Angin, Api dan Kayu Nya yaitu:
Sinergitas Lintas ~ Lintas Sinergitas dari V dzat unsur Abadi tersebut dalam wujud Mineral Makro Mikro, Nutrisi Gizi Makro Mikro, yang bergerak dan bekerja di Wilayah Kawasan Bioregion dari Lintas Budaya, Lintas Komunitas, Lintas Dukuh Dusun Desa, Lintas Kota Kabupaten Propinsi, Lintas Bangsa dan Negara sebumi Persada Peraba Peradaban Baru Jagad Renovasi 2020 saat ini.
Jero SHINNING BATU 2020 : Jero Benih Biji Buah GEN GENAH GENAH BERCAHAYA, butuh tanggapan yang sungguh sungguh berenerjologi; dan
“Respon itu Memang Sangat Penting, dengan respon yang sungguh -sungguh murni utuh tak bocor dalam berenerjologi dari Kita semua yang terpilih dan terpanggil atas apa yang disuruh Tuhan Sang Pencipta, sesuatu bakal terjadi [baca: Novelita Ade Dame 2020 red.]
Dimanakah isi dan letaknya Jero Biji Benih Buah Buah : Jero SHINNING BATU yang bercahaya itu, diawali dan dimulai dari Program JERO Shinning BATU 2020.
Generasi Jero Shinning BATU 2020 Pengusaha Jero Shinning BATU 2020 Komunitas Jero Shinning BATU 2020 Budaya Jero Shinning BATU 2020, semua elementari dan komplementari, serta semua kelengkapan dan suppot system Team Lintas Sinergitas 2020 bersama sama perangkat kerja di dalam bersama sama pemerintah, swasta segenap anggota elemen stakeholder masyarakat Kota BATU, tak menutup ruang waktu massa Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah bagi setiap Warga Dunia dimanapun mereka berada; World Citizen yang berkehendak baik dalam peran serta keterlibatan aktif sebagai bagian utuh dari Dignity Universal Responsibility, Martabat Tanggung Jawab Dunia [Baca : Deklarasi DUR Candi BorobuDUR 21 Juni 2012, Ketua Panitia Deklarasi Martabat Tanggung Jawab Universal. red.]
Dimana siapapun yang Bisa [ jadi ] dan bersedia [ do something with your life: melakukannya ajeg, komitmen, peristen konsisten red] sewajarNya itulah Asset Tugas Utuh Jero Shinning Batu 2020.
Jero Biji Benih Buah Bunga yang menggambarkan KAIN dahan Jero Shinning BATU.
Jero Biji Benih Bunga Buah dalam KA~INcome and KA~Outcoming Wilayah Kawasan Bioregion Kota Batu 2020 :
Kesehatan dan Kebugaran Jero Biji Benih Buah Bunga : Jero SHINNING BATU 2020 sangat menentukan manfaatnya, khasiatnya, derajat kemuliaan dan martabat pekerjaannya, hingga nilai sosio ekonomi, social entrepreneuship serta KAndungan IN come and OUT come kita bersama sama di Team Lintas Sinergitas 2020 serta Kemitraan dan Sponsorshipnya Kegiatan Doa Lintas Agama Budaya Komunitas yang berdampak sistemik dan sinergistik sebaik baiknya dampak dan manfaat, serta setepat tepatNya manfaat dalam sistemik dan keluasan kedalaman kebesaran jaringan enerjologi dampak secara Prinsip Strategis Teknisnya, ada dimana, dengan siapa saja, dimana saja, bersama siapa saja, bagaimana cara aplikasi implementasi hingga monitoring eluasi analisa dampak manfaat, nilai tambah, nilai ekonomi, nilai ketepatan arah, tujuan, sasaran dan target targetnya, seutuhnya komprehensip holistik geometris geopolitika geofisikanya.
Bagaimana?
Ketemu AHA Nya
Belajar Dari Jero Bunga Bungaan
Jero Shinning BATU : KUNCI dan BUKTI Peraba Peradaban Baru Jagad Renovasi 2020, Jero Shinning BATU [Baca : BATU : Bunga Awal Tumbuh Utuh red.] Peradaban Baru Jagad Renovasi 2020, dalam Indonesia Mengendonesia Indonesia Baru 2020.
Dalam Kasanah Kain~dahan Itu Ada dan Nyata.
Salah satu indikator Kelayakan Daun : Program Layak Daun dan Lauk Daun serta Naik Daun adalah keberadaan bunganya, dan seberapa bisa daun dan bunganya bisa kita konsumsi untuk menyehatkan diri kita secara berkesehatan komprehensip dan membangun membentuk kebugaran kita secara holistik.
Team Lintas Sinergitas 2020 pertama tama bertindak, sebagai prelemenary study, study awal mula dari Esensi Substansi Jero Bunga Biji Buah Awalmula TUmbuh 2020 adalah Tumbuh Mulia di Hari Ke 1 sampai dengan Hari ke 3 di Kampung Layak Daun ~ Lauk Daun ~ Naik Daun, di Perumahan Bukit Kertosari Park, dalam Kerjasama Simbiosis Mutualisme, manfaat dan keberuntungan bersama Ketua Yayasan Taruna Siaga Bencana TAGANA se Indonesia, Ir Agus Karyadi, Sarjana Insinyur Sosio Ekonomi.Pertanian [Baca : 11 Keberuntungan Bangsa Indonesia dari 11 Maret 2020 sampai dengan 11 Mei 2020 ada liputan dan tulisannya red.]
Belajarlah mengamati warnanya lebih tajam dan bersudut tampak mata sejeli sepeka sejero sedalam kejeroan para mata facet, mata maripat makripat, mata serangga lebah, mata capung gantrung dan mata lalat buah serta mata lalat black soldier fly; yang mengagumi warna, graduasi warna, struktur warna dan motif warna, bentuk warnanya, rasa warnanya jika berani dan jangan lupa pula para dimensi multidimensional yang meruang meriung meriang dari para peraba peradaban baunya seperti apa.
Jero Bunga yang bisa kita makan di Perumahan Bukit ini adalah bunga pepaya, bunga jengger ayam, bunga turi [ khusus untuk kesuburan red.] dicampur daun pepaya dan daun markisah di padukan dalam sajian urap urap dan tepung krispi oke deh.
Jero Bunga Puja alam semesta semesra raya dan Sang Among Hidup adalah Jero Bunga Among Jitun dan Jero Bunga Senikir.
Ketika kamu merespon apa yang Tuhan suruh. Maka sesuatu AKAN terjadi.
“Bunga-bunga Cinta akan bermekaran. Jika kamu menyiraminya dengan Kasih Sayang. Percayalah…ia pasti tumbuh Subur, saat dirimu memberikan Perhatian.” [Baca : Novelita Ade Dame 2020 red.]
Bersama Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua ASJI Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia 2020. Dan Team Lintas Sinergitas Jagad Renovasi 2020.